PORTOFOLIO
MAKALAH
Portofolio
Untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD

Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I
Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta
alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah
serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah . Kami
menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila
ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat
berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk
kita semua. Amin.
Jambi,
September 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penilaian Portofolio ............................. 4
2.2 Fungsi Portofolio.................................................... 5
2.3 Tujuan Portofolio.................................................... 6
2.4 Prosedur Portofolio................................................ 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................... 10
3.2 Saran...................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 12
BAB
I
PENDAHULUAN
I.I
Latar Belakang Masalah
Dalam kelas yang ideal, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil atau
bekerja mandiri, dalam rangka mempelajari teori dan contoh, mengerjakan
tugas-tugas, menggunakan alat-alat bantu, alat komputasi seperti kalkulator
atau komputer, mencari atau memilih pustaka dan mempelajarinya. Dalam
bekerja itu, diharapkan kadang-kadang siswa bertukar pikiran dengan sesama
siswa atau bertukar pikiran dengan guru, dan mencatat hal-hal penting yang
diperbuat atau diperolehnya, yang berkaitan dengan mata pelajaran atau tema
yang sedang dipelajarinya. Diharapkan, guru kadang-kadang mengajak siswa
secara keseluruhan untuk melakukan diskusi kelas, atau memberikan pengarahan
umum kepada seluruh kelas, tetapi terutama bertugas sebagai fasilitator, untuk
memberikan bantuan secara klasikal atau individual kepada siswa yang
membutuhkan.Evaluasi hasil pembelajaran lazimnya dilakukan oleh pihak dalam
(guru). Akan tetapi, mungkin pula evaluasi dilakukan oleh pihak luar
(misalnya pemerintah), Pihak luar perlu menilai untuk keperluan penentuan
mutu dan untuk kriteria penyaringan. Di samping itu, guru memerlukan
dukungan dari pihak luar untuk menentukan ukuran atau standar kompetensi, dalam
rangka menyesuaikan pembelajarannya dengan kebutuhan masyarakat luas.
Pihak dalam perlu mengadakan penilaian untuk membuat keputusan tentang
pembelajaran; misalnya: dalam hal apa pembelajaran perlu diperbaiki, siswa mana
yang memerlukan tambahan bantuan, seberapa jauh hasil pembelajaran sesuai
dengan tujuan yang telah ditentukan dalam kurikulum, dirumuskan dalam rencana
pembelajaran, dan sebagainya. Dengan kata lain, penilaian oleh pihak guru
harus menghasilkan tindakan untuk meningkatkan pembelajaran atau hasil belajar.
1.2
Rumusan Masalah
a. Apa pengertiann penilaian portofolio?
b. Apa fungsi portofolio?
c. Apa tujuan portofolio?
d. Apa prosedur portofolio?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan pengertiann penilaian portofolio
b. Menjelaskan fungsi portofolio
c. Menjelaskan tujuan portofolio
d. Menjelaskan prosedur portofolio
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Portofolio
Portofolio berasal dari bahasa Inggeris “portofolio”
yang artinya dokumen atau surat-surat. Pendapat lain, portofolio berasal dari
kata kerja “potare” berarti membawa dan kata benda bahasa latin “foglio”, yang
berarti lembaran atau “kertas kerja”. Portofolio tempat berisikan benda
pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini
Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta
didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan
peserta didik.
Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan, menseleksi
dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1). Porotofolio berisikan beragam
tugas; disebut juga artifak, antara lain : draft mentah, nilai, makalah, benda
kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal,
respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara
baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file
internet (Sharp, 2006:1). Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas
berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio di sini adalah
suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang
diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam
tergantung pada mata pelajaran dan tujuan portofolio. Penilaian portofolio juga
merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang
tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses
pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, penilaian portofolio tidak saja dapat
dilakukan oleh guru di sekolah akan tetapi juga dapat dilakukan oleh orang tua
di rumah dalam memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
Penilaian
memegang peranan penting dalam proses pembelajaran (worten, Baline, R, dan
James R, Sanders, 1987 dalam Tayipnafis, 2000; 2-3) menjelaskan bahwa penilaian
sebagai dasar untuk:
1. Membuat kebijakan dan keputusan
2. Menilai hasil yang dicapai para peserta didik.
3. menilai kurikulum.
4. Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5. Memonitor dana yang telah diberikan.
6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.
1. Membuat kebijakan dan keputusan
2. Menilai hasil yang dicapai para peserta didik.
3. menilai kurikulum.
4. Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5. Memonitor dana yang telah diberikan.
6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.
Kemudian Ralph
Tyler (1950; 69) penilaian yang dilaksanakan seorang pembelajar/guru berguna
untuk menentukan sampai sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai.
Djemari Mardapi
dkk, (2001) menyebutkan bahwa penilaian portofolio harus memperhatikan beberapa
hal, sebagai berikut:
1. Karya
dikumpulkan adalah benar-benar karya yang bersangkutan.
2. Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikerjakan.
3. Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya.
4. Menentukan kriteria untuk menilai portofolio.
5. Meminta peserta didik untuk menilai secara terus-menerus hasil portofolionya.
6. Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai.
7. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menilai portofolio.
2. Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikerjakan.
3. Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya.
4. Menentukan kriteria untuk menilai portofolio.
5. Meminta peserta didik untuk menilai secara terus-menerus hasil portofolionya.
6. Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai.
7. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menilai portofolio.
Barton &
Collins (dalam Sumarna Surapranata, dkk., 2006; 25 -26) objek potofolio atau
evidence dibedakan menjadi empat macam:
1. Hasil karya peserta didik (artifacts), yaitu hasil karya peserta didik
yang dihasilkan di kelas.
2. Reproduksi (reproductions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3. Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik.
4. Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.
2. Reproduksi (reproductions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3. Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik.
4. Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.
Menurut Sumarna secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa
objek penilaian yang dipakai seseorang, kelompok, lembaga, organisasi,
perusahaan, atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan
mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dalam perusahaan. Di samping itu evidence peserta didik dapat
didemonstrasikan terhadap orang lain sebagai manifestasi yang mereka miliki
tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sebagai instrumen penilaian, portofolio
difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’
tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat
dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Bagi guru, portofolio
menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya:
cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya
mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang
bersangkutan, dan sebagainya. Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan
hasil kerja siswa, melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja
diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman, dan
capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu. Portofolio juga merupakan
kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan
dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau peningkatan
belajar siswa.
Portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
Portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik
siswa, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melakanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan
3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan
5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran
6. Penyelesaian soal-soal terbuka
7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya
8. Laporan kerja kelompok
9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan)
12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran
2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melakanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan
3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan
5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran
6. Penyelesaian soal-soal terbuka
7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya
8. Laporan kerja kelompok
9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan)
12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran
2.2
Fungsi penilaian portofolio
Adapun fungsi
penilaian portofolio adalah sebagai berikut :
- Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik, tanggung jawab dalam belajar, perluasan dimensi belajar, dan pembaruan proses pembelajaran.
- Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum, karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.
- Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment).
- Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan self-assessment.
Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil
pekerjaan peserta didik tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan
peserta didik. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan
pengetahuan peserta didik Portofolio dapat memberikan bahan tindak
lanjut dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan peserta didik sehingga guru
dan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.
Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat perkembangan tanggung jawab
peserta didik dalam belajar, perluasan dimensi belajar, pembaharuan kembali
proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar.
Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran juga sebagai alat penilaian.
Asesmen portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan
menunjukan hasil kerja mereka. Dalam hal ini asesmen portofolio dapat
dianggap sebagai salah satu alat untuk menilai secara otentik. Dalam penilaian
portofolio peserta didik memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menilai
diri sendiri dari waktu ke waktu.
Asesmen
portofolio dapat
digunakan sebagai alat formatif dan sumatif. Asesmen portofolio sebagai alat
formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan
untuk mendorong peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran mereka sendiri.
Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan
digunakan untuk tujuan formatif dan diagnostik. Asesmen portofolio digunakan
juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun
pelajaran. Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan
untuk mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta
didik dalam mata pelajaran kimia. Selain itu, tujuan penilaian dengan
menggunakan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua
tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan
dokumen yang akurat.
2.3
Tujuan Penilaian portofolio
Tujuan Menggunakan Penilaian Portofolio
Tujuan
menggunakan penilaian portofolio menurut Suderadjat (2004, 128) Sumarna Surapranata,
Muahmmad Hatta (2006; 76) adalah:
1. Dapat
menghargai perkembangan hasil belajar peserta didik (prestasi)
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
3. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik
4. Bertukar informasi dengan orang tua/wali peserta didik dan guru lain
5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran
6. Dapat merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen
7. Dapat membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri pada peserta didik
8. Peserta didik memandang lebih objektif dan terbuka dibandingkan dengan tes tradisional karena peserta didik sendiri ikut menilai hasil kinerja dirinya
9. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
3. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik
4. Bertukar informasi dengan orang tua/wali peserta didik dan guru lain
5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran
6. Dapat merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen
7. Dapat membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri pada peserta didik
8. Peserta didik memandang lebih objektif dan terbuka dibandingkan dengan tes tradisional karena peserta didik sendiri ikut menilai hasil kinerja dirinya
9. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.
Di samping itu
portofolio akan dapat menimbulkan beberapa efek positif pada diri peserta didik
dan pada diri guru itu sendiri, sehingga proses pembelajaran yang laksanakan
guru bersama peserta didik menjadi proses yang menyenang, menarik, kreatif,
integratif, dan reflektif. Efek tersebut pada;
Peserta didik
• Peserta didik merasa bangga terhadap hasil karya yang telah dilaksanakan
• Merefleksi strategi kerja
• Menentukan tujuan
• Termotivasi
• Mengontrol pekerjaannya
• Mendapat penguatan
• Terbangun harga diri
• Bekerja sesuai dengan kemampuan
• Peserta didik merasa bangga terhadap hasil karya yang telah dilaksanakan
• Merefleksi strategi kerja
• Menentukan tujuan
• Termotivasi
• Mengontrol pekerjaannya
• Mendapat penguatan
• Terbangun harga diri
• Bekerja sesuai dengan kemampuan
Guru
• Berkesempatan memikirkan kembali pekerjaan peserta didiknya
• Termotivasi mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan peserta didik
• Memperbaharui komitmennya
• Berkesempatan memikirkan kembali pekerjaan peserta didiknya
• Termotivasi mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan peserta didik
• Memperbaharui komitmennya
Tujuan
penggunaan portofolio juga akan menciptakan peserta didik merefleksi karyanya,
apa, kenapa, dan bagaimana dengan dokumen yang telah dimilikinya. Peserta didik
memulai dengan bertanya pada dirinya dan membuatkan mereka merenungkan hasil
karyanya dan mampu menilai dirinya. Keuntungan refleksi tersebut, adalah
sebagai berikut;
• Mendorong
peserta didik merasa memiliki
• Mengarah peserta didik pada pencapaian kompetensi tertentu
• Melatih bekerja dengan data autentik
• Melatih peserta didik untuk mematuhi kriteria
• Peserta didik merefleksikan hipotesis, asumsi, hambatan
• Melatih peserta didik untuk mengecek, apakah pekerjaannya dapat diterima orang lain
• Mendorong peserta didik untuk menyelidiki lebih lanjut
• Memberi peluang peserta untuk menentukan jenis portofolio
• Memberi peluang kepada peserta didik untuk melakukan proses internalisasi dan berpikir secara holistik.
• Mengarah peserta didik pada pencapaian kompetensi tertentu
• Melatih bekerja dengan data autentik
• Melatih peserta didik untuk mematuhi kriteria
• Peserta didik merefleksikan hipotesis, asumsi, hambatan
• Melatih peserta didik untuk mengecek, apakah pekerjaannya dapat diterima orang lain
• Mendorong peserta didik untuk menyelidiki lebih lanjut
• Memberi peluang peserta untuk menentukan jenis portofolio
• Memberi peluang kepada peserta didik untuk melakukan proses internalisasi dan berpikir secara holistik.
Portofolio
untuk Tujuan Penilaian
Bertujuan:
• Mendapatkan informasi tentang pertumbuhan/kemajuan belajar peserta didik atau potensi pertumbuhan/kemajuan belajarnya.
• Mendapatkan data kemajuan belajar peserta didik yang dapat diproses menjadi nilai rapor atau deskripsi kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu.
• Mendapatkan informasi tentang pertumbuhan/kemajuan belajar peserta didik atau potensi pertumbuhan/kemajuan belajarnya.
• Mendapatkan data kemajuan belajar peserta didik yang dapat diproses menjadi nilai rapor atau deskripsi kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu.
2.4
Prosedur Penilaian portofolio
Prinsip
Penilaian Portofolio
Dalam penilaian portofolio harus terjadi interaksi multi arah, yaitu dari
guru ke siswa, dari siswa ke guru, dan dari siswa ke siswa. Direktorat PLP
Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 124) mengemukakan pelaksanaan penilaian
protofolio hendaknya memperhaikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
- Mutual trust (saling mempercayai), artinya jangan ada saling mencurigai antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.
- Confidentiality (kerahasiaan bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada, harus dijaga kerahasiaannya.
- Joint ownership (milik bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik.
- Satisfaction (kepuasan), artinya semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator harus dapat memuaskan semua pihak, baik guru maupun peserta didik. Relevance (kesesuaian), artinya dokumen yang ada harus sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
Jenis Penilaian Portofolio
Apabila dilihat
dari jumlah peserta didik, maka penilaian portofolio dapat dibagi menjadi dua
jenis, yaitu portofolio perorangan dan portofolio kelompok. Menurut Cole, Ryan,
and Kick (1995) portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Portofolio proses, yaitu jenis portofolio yang menunjukan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Portofolio proses menunjukan kegiatan pembelajaran untuk mecapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang dituntut oleh kurikulum, serta menunjukan semua hasil dari awal sampai akhir dalam kurun waktu tertentu.
- Protofolio produk, yaitu jenis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada penguasaan (materi) dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukan evidence yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi.
Tahap-Tahap
Penilaian Portofolio
Menurut Anthoni
J. Nitko (1996 : 281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah sistem
portofolio (six step for crafting s portofolio system), yaitu :
- Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio.
- Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.
- Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio.
- Menggunakan portofolio dalam praktik.
- Evaluasi pelaksanaan portofolio.
- Evaluasi portofolio secara umum.
- Bahan-bahan Penilaian Portofolio
Hal-hal yang
dapat dijadikan bahan penilaian portofolio disekolah diantaranya sebagai
berikut :
- Penghargaan tertulis
- Penghargaan lisan
- Hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik
- Daftar ringkasan hasil pekerjaan
- Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok
- Contoh hasil pekerjaan
- Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan
- Bukti kehadiran
- Hasil ujian/ulangan
10.
Prestasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan
11.
Catatan-catatan kejadian khusus(catatan anekdot)
12.
Bahan-bahan lain yang relevan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Portofolio adalah kumpulan
hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang
ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha
mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam
kurikulum. Kelebihan dan Kelemahan Portofolio Kelebihannya antara lain :
a) Dapat menutupi kekurangan
proses pembelajaran
b) Mendorong
adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antar siswa dan antar siswa dan
guru.
c)
Memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat/menyusun laporan, menulis
dan menghasilkan berbagai tugas akademik.
kelemahannya antara lain :
a) Menggunakan waktu yang
relatif lama
b)
Memerlukan ketekunan, kesabaran dan ketrampilan guru c)
Memerlukan adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah,
keluarga, masyarakat dan lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Ada
beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan portofolio siswa,
diantaranya:
1) Asesmen
portofolio dilakukan sebagai pengajaran praktik dan mempunyai beberapa standar
perencanaan yang kuat.
2) Guru dapat menggunakan
asesmen portofolio untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa
3) Siswa mengerjakan tugas tugas yang diberikan paling sedikit dua kali.
3) Siswa mengerjakan tugas tugas yang diberikan paling sedikit dua kali.
3.2 Saran
Penulis banyak menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka
dari itu kami meminta kritik dan saran nya untuk lebih memperbaiki isi makalah
kami.
DAFTAR PUSTAKA
H. Darsono dan T. Ibrahim, 2009, Tonggak Sejarah
Kebudayaan Islam Jilid 3 Solo: PTTiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Fajar, Arnie, Dra. M,Pd, 2009,
Portofolio dalam Pembelajaran
IPS, Bandung
PT Remaja Rosdakarya, Cet. 9 tentang portofolio
Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi Pendidikan
Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi Pendidikan
Munib, Achmad. 2009. Pengantar
Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes
Press Handout Makul
Manajemen Pendidikan, Pengampu : Dr. H. Samino, M.M KBK. (2002). Penilaian berbasis kelas.Jakarta: Pusat
Kurikulum Balitbangepdiknas
Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes
Press Handout Makul
Manajemen Pendidikan, Pengampu : Dr. H. Samino, M.M KBK. (2002). Penilaian berbasis kelas.Jakarta: Pusat
Kurikulum Balitbangepdiknas
min numpang share ^^
BalasHapusbosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^