PORTOFOLIO


MAKALAH
Portofolio
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD




Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I

Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


KATA PENGANTAR
                             

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.


Jambi, September 2018
Penulis             













DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii                  
DAFTAR ISI............................................................................. iii


BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang...................................................... 1
1.2    Rumusan masalah................................................. 2
1.3    Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Penilaian Portofolio ............................. 4
2.2   Fungsi Portofolio.................................................... 5
2.3   Tujuan Portofolio.................................................... 6
2.4   Prosedur Portofolio................................................ 7
BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan........................................................... 10
3.2  Saran...................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 12








BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Masalah
Dalam kelas yang ideal, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil atau bekerja mandiri, dalam rangka mempelajari teori dan contoh, mengerjakan tugas-tugas, menggunakan alat-alat bantu, alat komputasi seperti kalkulator atau komputer, mencari atau memilih pustaka dan mempelajarinya.  Dalam bekerja itu, diharapkan kadang-kadang siswa bertukar pikiran dengan sesama siswa atau bertukar pikiran dengan guru, dan mencatat hal-hal penting yang diperbuat atau diperolehnya, yang berkaitan dengan mata pelajaran atau tema yang sedang dipelajarinya.  Diharapkan, guru kadang-kadang mengajak siswa secara keseluruhan untuk melakukan diskusi kelas, atau memberikan pengarahan umum kepada seluruh kelas, tetapi terutama bertugas sebagai fasilitator, untuk memberikan bantuan secara klasikal atau individual kepada siswa yang membutuhkan.Evaluasi hasil pembelajaran lazimnya dilakukan oleh pihak dalam (guru).  Akan tetapi, mungkin pula evaluasi dilakukan oleh pihak luar (misalnya pemerintah),  Pihak luar perlu menilai untuk keperluan penentuan mutu dan untuk kriteria penyaringan.  Di samping itu, guru memerlukan dukungan dari pihak luar untuk menentukan ukuran atau standar kompetensi, dalam rangka menyesuaikan pembelajarannya dengan kebutuhan masyarakat luas.  Pihak dalam perlu mengadakan penilaian untuk membuat keputusan tentang pembelajaran; misalnya: dalam hal apa pembelajaran perlu diperbaiki, siswa mana yang memerlukan tambahan bantuan, seberapa jauh hasil pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dalam kurikulum, dirumuskan dalam rencana pembelajaran, dan sebagainya.  Dengan kata lain, penilaian oleh pihak guru harus menghasilkan tindakan untuk meningkatkan pembelajaran atau hasil belajar.

                                                                                                                         
1.2 Rumusan Masalah
                                               
a.   Apa pengertiann penilaian portofolio?
b.   Apa fungsi portofolio?
c.   Apa tujuan portofolio?
d.   Apa prosedur portofolio?
                                       
1.3 Tujuan
                                              
a. Menjelaskan pengertiann penilaian portofolio
b. Menjelaskan fungsi portofolio
c. Menjelaskan tujuan portofolio
d. Menjelaskan prosedur portofolio














BAB II
PEMBAHASAN
               
2.1 Pengertian Portofolio
Portofolio berasal dari bahasa Inggeris “portofolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Pendapat lain, portofolio berasal dari kata kerja “potare” berarti membawa dan kata benda bahasa latin “foglio”, yang berarti lembaran atau “kertas kerja”. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik.
Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan, menseleksi dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1). Porotofolio berisikan beragam tugas; disebut juga artifak, antara lain : draft mentah, nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file internet (Sharp, 2006:1). Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio di sini adalah suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan portofolio. Penilaian portofolio juga merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, penilaian portofolio tidak saja dapat dilakukan oleh guru di sekolah akan tetapi juga dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dalam memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
Penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran (worten, Baline, R, dan James R, Sanders, 1987 dalam Tayipnafis, 2000; 2-3) menjelaskan bahwa penilaian sebagai dasar untuk:
1. Membuat kebijakan dan keputusan
2. Menilai hasil yang dicapai para peserta didik.
3. menilai kurikulum.
4. Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5. Memonitor dana yang telah diberikan.
6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.
Kemudian Ralph Tyler (1950; 69) penilaian yang dilaksanakan seorang pembelajar/guru berguna untuk menentukan sampai sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai.
Djemari Mardapi dkk, (2001) menyebutkan bahwa penilaian portofolio harus memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut:
1. Karya dikumpulkan adalah benar-benar karya yang bersangkutan.
2. Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikerjakan.
3. Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya.
4. Menentukan kriteria untuk menilai portofolio.
5. Meminta peserta didik untuk menilai secara terus-menerus hasil portofolionya.
6. Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai.
7. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menilai portofolio.
Barton & Collins (dalam Sumarna Surapranata, dkk., 2006; 25 -26) objek potofolio atau evidence dibedakan menjadi empat macam:
1. Hasil karya peserta didik (artifacts), yaitu hasil karya peserta didik yang dihasilkan di kelas.
2. Reproduksi (reproductions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3. Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik.
4. Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.
Menurut Sumarna secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Di samping itu evidence peserta didik dapat didemonstrasikan terhadap orang lain sebagai manifestasi yang mereka miliki tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya.  Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja siswa, melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman, dan capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu.  Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau peningkatan belajar siswa.
         Portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
1.      Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2.      Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melakanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan
3.      Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
4.      Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan
5.      Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran
6.      Penyelesaian soal-soal terbuka
7.      Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya
8.      Laporan kerja kelompok
9.      Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
10.  Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11.  Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan)
12.  Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
13.  Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14.  Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran

2.2 Fungsi penilaian portofolio
Adapun fungsi penilaian portofolio adalah sebagai berikut :
  1. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik, tanggung jawab dalam belajar, perluasan dimensi belajar, dan pembaruan proses pembelajaran.
  2. Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum, karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.
  3. Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment).
  4. Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan self-assessment.
Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan peserta didik tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan peserta didik. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik Portofolio dapat memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan peserta didik sehingga guru dan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. 
Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar, perluasan dimensi belajar, pembaharuan kembali proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar. Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran juga sebagai alat penilaian. Asesmen portofolio mengharuskan  peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.  Dalam hal ini asesmen portofolio dapat dianggap sebagai salah satu alat untuk menilai secara otentik. Dalam penilaian portofolio peserta didik memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.
Asesmen portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif dan sumatif. Asesmen portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran mereka sendiri. Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan digunakan untuk tujuan formatif dan diagnostik. Asesmen portofolio digunakan juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun pelajaran. Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran kimia. Selain itu, tujuan penilaian dengan menggunakan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat.

2.3 Tujuan Penilaian portofolio
Tujuan Menggunakan Penilaian Portofolio
Tujuan menggunakan penilaian portofolio menurut Suderadjat (2004, 128) Sumarna Surapranata, Muahmmad Hatta (2006; 76) adalah:
1. Dapat menghargai perkembangan hasil belajar peserta didik (prestasi)
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
3. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik
4. Bertukar informasi dengan orang tua/wali peserta didik dan guru lain
5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran
6. Dapat merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen
7. Dapat membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri pada peserta didik
8. Peserta didik memandang lebih objektif dan terbuka dibandingkan dengan tes tradisional karena peserta didik sendiri ikut menilai hasil kinerja dirinya
9. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.
Di samping itu portofolio akan dapat menimbulkan beberapa efek positif pada diri peserta didik dan pada diri guru itu sendiri, sehingga proses pembelajaran yang laksanakan guru bersama peserta didik menjadi proses yang menyenang, menarik, kreatif, integratif, dan reflektif. Efek tersebut pada;
Peserta didik                              
• Peserta didik merasa bangga terhadap hasil karya yang telah dilaksanakan
• Merefleksi strategi kerja
• Menentukan tujuan
• Termotivasi
• Mengontrol pekerjaannya
• Mendapat penguatan
• Terbangun harga diri
• Bekerja sesuai dengan kemampuan
Guru
• Berkesempatan memikirkan kembali pekerjaan peserta didiknya
• Termotivasi mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan peserta didik
• Memperbaharui komitmennya
Tujuan penggunaan portofolio juga akan menciptakan peserta didik merefleksi karyanya, apa, kenapa, dan bagaimana dengan dokumen yang telah dimilikinya. Peserta didik memulai dengan bertanya pada dirinya dan membuatkan mereka merenungkan hasil karyanya dan mampu menilai dirinya. Keuntungan refleksi tersebut, adalah sebagai berikut;
• Mendorong peserta didik merasa memiliki
• Mengarah peserta didik pada pencapaian kompetensi tertentu
• Melatih bekerja dengan data autentik
• Melatih peserta didik untuk mematuhi kriteria
• Peserta didik merefleksikan hipotesis, asumsi, hambatan
• Melatih peserta didik untuk mengecek, apakah pekerjaannya dapat diterima orang lain
• Mendorong peserta didik untuk menyelidiki lebih lanjut
• Memberi peluang peserta untuk menentukan jenis portofolio
• Memberi peluang kepada peserta didik untuk melakukan proses internalisasi dan berpikir secara holistik.
Portofolio untuk Tujuan Penilaian
Bertujuan:
• Mendapatkan informasi tentang pertumbuhan/kemajuan belajar peserta didik atau potensi pertumbuhan/kemajuan belajarnya.
• Mendapatkan data kemajuan belajar peserta didik yang dapat diproses menjadi nilai rapor atau deskripsi kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu.
2.4 Prosedur Penilaian portofolio
Prinsip Penilaian Portofolio
Dalam penilaian portofolio harus terjadi interaksi multi arah, yaitu dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, dan dari siswa ke siswa. Direktorat PLP Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 124) mengemukakan pelaksanaan penilaian protofolio hendaknya memperhaikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
  1. Mutual trust (saling mempercayai), artinya jangan ada saling mencurigai antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.
  2. Confidentiality (kerahasiaan bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada, harus dijaga kerahasiaannya.
  3. Joint ownership (milik bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik.
  4. Satisfaction (kepuasan), artinya semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator harus dapat memuaskan semua pihak, baik guru maupun peserta didik. Relevance (kesesuaian), artinya dokumen yang ada harus sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
Jenis Penilaian Portofolio                                                        
Apabila dilihat dari jumlah peserta didik, maka penilaian portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu portofolio perorangan dan portofolio kelompok. Menurut Cole, Ryan, and Kick (1995) portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Portofolio proses, yaitu jenis portofolio yang menunjukan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Portofolio proses menunjukan kegiatan pembelajaran untuk mecapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang dituntut oleh kurikulum, serta menunjukan semua hasil dari awal sampai akhir dalam kurun waktu tertentu.
  2. Protofolio produk, yaitu jenis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada penguasaan (materi) dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukan evidence yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi.
Tahap-Tahap Penilaian Portofolio
Menurut Anthoni J. Nitko (1996 : 281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah sistem portofolio (six step for crafting s portofolio system), yaitu :
  1. Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio.
  2. Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.
  3. Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio.
  4. Menggunakan portofolio dalam praktik.
  5. Evaluasi pelaksanaan portofolio.
  6. Evaluasi portofolio secara umum.
  7. Bahan-bahan Penilaian Portofolio
Hal-hal yang dapat dijadikan bahan penilaian portofolio disekolah diantaranya sebagai berikut :
  1. Penghargaan tertulis
  2. Penghargaan lisan
  3. Hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik
  4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan
  5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok
  6. Contoh hasil pekerjaan
  7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan
  8. Bukti kehadiran
  9. Hasil ujian/ulangan
10.  Prestasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan
11.  Catatan-catatan kejadian khusus(catatan anekdot)
12.  Bahan-bahan lain yang relevan.



















BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Kelebihan dan Kelemahan Portofolio Kelebihannya antara lain :
 a)    Dapat menutupi kekurangan proses pembelajaran
b)    Mendorong adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antar siswa dan antar siswa dan guru.
c)    Memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat/menyusun laporan, menulis dan menghasilkan berbagai tugas akademik.
kelemahannya antara lain :
 a)    Menggunakan waktu yang relatif lama
b)    Memerlukan ketekunan, kesabaran dan ketrampilan guru c)    Memerlukan adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah, keluarga, masyarakat dan lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan portofolio siswa, diantaranya:
1)    Asesmen portofolio dilakukan sebagai pengajaran praktik dan mempunyai beberapa standar perencanaan yang kuat.
 2)    Guru dapat menggunakan asesmen portofolio untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa
3)    Siswa mengerjakan tugas tugas yang diberikan paling sedikit dua kali.



3.2 Saran
Penulis banyak menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami meminta kritik dan saran nya untuk lebih memperbaiki isi makalah kami.




















DAFTAR PUSTAKA

 H. Darsono dan T. Ibrahim, 2009, Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam Jilid 3 Solo: PTTiga Serangkai Pustaka Mandiri.
 Fajar, Arnie, Dra. M,Pd, 2009,
Portofolio dalam Pembelajaran IPS, Bandung
 PT Remaja Rosdakarya, Cet. 9 tentang portofolio
 Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi Pendidikan
Munib, Achmad. 2009. Pengantar
Ilmu Pendidikan. Semarang
: Unnes
Press Handout Makul
Manajemen Pendidikan,
Pengampu : Dr. H. Samino, M.M  KBK. (2002). Penilaian berbasis kelas.Jakarta: Pusat
Kurikulum Balitbangepdiknas

Komentar

  1. min numpang share ^^
    bosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN