ruang lingkup dan strategi layanan bimbingan dan konseling di PAUD
MAKALAH
Ruang Lingkup Dan Strategi
Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
BIMBINGAN KONSELING

Dosen Pembimbing
Dra. Hotma
Sumeriwati,M.Pdi
Di Susun
Oleh
Bunga Mercy Wely
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR
DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta
alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini .
Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu,
apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami
sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna
untuk kita semua. Amin.
Jambi, Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL...................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang........................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah...................................................................... 2
1.3 Tujuan........................................................................................ 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian bimbingan dan konseling ........................................... 4
2.2 Prinsip-prinsip bimbingan dan
konseling..................................... 5
2.3 Fungsi Bimbingan Konseling...................................................... 6
2.4 Bidang bimbingan konseling....................................................... 7
2.5 Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD........... 8
2.6 Strategi Layanan Bimbingan dan
Konseling Komprehensif....... 9
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................. 8
3.2 Saran............................................................................................ 9
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas 2003) pasal 14 menyebutkan bahwa jenjang
pendidikan yang termasuk jalur pendidikan formal adalah pendidikan dasar,
pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pada pasal 28 ayat 1 disebutkan
bahwa pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan
dasar. Pada ayat berikutnya disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.
Salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal adalah
Taman Kanak-kanak (TK). Pada bagian penjelasan ayat tersebut ditegaskan bahwa
pendidikan anak usia dini tidak merupakan prasyarat untuk memasuki pendidikan
dasar. Karena itu, walaupun TK berada pada jalur pendidikan formal, tidak
termasuk dalam jenjang pendidikan formal yang diatur pada pasal 14 di atas
(Depdiknas, 2003). Implikasi dari Undang-Undang tersebut adalah pendidikan anak
usia dini tidak merupakan syarat untuk memasuki pendidikan dasar. Pendidikan
anak usia dini, khususnya TK, tidak bersifat wajib. Namun, sebagian besar orang
tua yang peduli terhadap perkembangan anak mempunyai semangat yang tinggi untuk
memasukkan anaknya ke TK. Di negara maju seperti Amerika Serikat, TK merupakan
lembaga pendidikan prasekolah yang diikuti hampir semua (98%) anak di negara
tersebut (Chandler, West, dan Hausken, 1995: 1). Kondisi di Indonesia,
khususnya di daerah perkotaan, tampaknya tidak jauh berbeda dengan kondisi di
Amerika Serikat. Hal ini terbukti sudah sulit mencari siswa SD di perkotaan
yang tidak melalui TK. Harapan dari para orang tua memasukkan anaknya ke TK
adalah agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan prinsip-prinsip
perkembangan dan pertumbuhan anak. Harapan ini sesuai dengan penjelasan UU
Sisdiknas 2003 pasal 28 ayat 3 yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan di TK
adalah untuk mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap
perkembangan peserta didik (Depdiknas, 2003: 11). Bimbingan
dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia.Sebagai
sebuah layanan profesional,kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak bisa
dilakukan secara sembarangan,namun
harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh,yang didasarkan
pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.
Pendidikan anak usia dini adalah setara dengan
pendidikan dasar,sehingga anak didiknya juga memerlukan pelayanan bimbingan dan
konseling.UU RI NO.20/2003 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,nonformal, dan informal.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Apa saja Pengertian bimbingan dan konseling?
b. Apa saja Prinsip-prinsip
bimbingan dan konseling?
c.
Apa saja Fungsi Bimbingan Konseling?
d. Apa saja Bidang bimbingan konseling?
e. Apa saja Jenis-Jenis
Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD?
f. Bagaimana Strategi Layanan Bimbingan dan
Konseling Komprehensif?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan Pengertian bimbingan dan konseling
b. Menjelaskan Prinsip-prinsip
bimbingan dan konseling
c. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Konseling
d.
Menjelaskan Bidang bimbingan konseling
e. Menjelaskan Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD
f. Menjelaskan Strategi
Layanan Bimbingan dan Konseling Komprehensif?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
bimbingan dan konseling
Bimbingan dan konseling adalah proses membantu individu untuk mencapai
perkembangan optimal.
Bimbingan
adalah suatu proses,sebagai suatu proses kegiatan bimbingan. Bimbingan adalah bantuan,makna bantuan dalam bimbingan
ialah mengembangakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Bantuan itu
diberikan kepada perserta didik,peserta didik yang berikan bantuan adalah
individu yang sedang berkembang dengan keunikannya.
Tujuan
bimbingan adalah perkembangan optimal,perkembangan optimal adalah perkembangan
yang sesuai dengan potensi dan social tentang kehidupan yang baik dan benar.
2.2 Prinsip-prinsip bimbingan dan
konseling
a.
Prinsip secara umum,bimbingan dan konseling disekolah meliputi :
·
Bimbingan
dan konseling diperuntukan bagi semua peserta didik,baik yang tidak bermasalah
maupun yang bermasalah.
·
Bimbingan
dan konseling sebagai proses individualisasi.setiap individu peserta didik
bersifat unik (berbeda satu sama lainnya),dan melalui bimbingan konseling
dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikan tersebut.
·
Bimbingan
menekankan hal yang positif bimbingan merupakan cara untuk membangun pandagan
yang positif terhadap diri sendiri memberikan dorongan dan peluang untuk
berkembang.
·
Bimbingan
dan konseling merupakan usaha bersama.Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung
jawab guru pembimbingtetapi juga tugas guru-guru dan kepala sekolah sesuai
dengan tugas dan peran masing-masing mereka.mereka bekerja sebagai teamwork.
·
Pengambilan
keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan konseling.Bimbingan
diarahkan untuk membantu pesrta didik agar dapat melakukan pilihan dan
mengambil keputusan.
·
Tujuan utama
bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseling atau peserta didik untuk
memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.
·
Bimbingan
dan konseling berlangsung dalam berbagai setting (adegan)kehidupan.Pemberian
pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung disekolah,tetapi juga dilingkungan
keluarga,perusahaan atau social di lembaga-lembaga pemerintahan/swasta dan
lain-lain.
·
Bimbingan di
PAUD dilaksanakan oleh semua guru kelas yang memberikan bimbingan di PAUD
adalah guru kelas sekaligus merangkap jadi konselor.
b.
Secara khusus,prinsip bimbingan dan konseling disekolah,meliputi :
1.
Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan
Bimbingan dan konseling melayani
semua individu tanpa memandang umur,jenis kelamin,suku,agama dan status social
ekonomi.
2.
Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu
Bimbingan dan konseling yang
berhubungan dengan hal-hal yang menyangkutb pengaruh kondisi metal individu
terhadap penyesuaian dirinya sendiri.
3.
Prinsip berkenaan dengan pelaksanaan layanan
Keputusan yang diambil dan dilakukan
oleh diri sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak
lain.
4.
Prinsip berkenaan dengan program layanan
Program bimbingan dan konseling
harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu,sekolah dan masyarakat.
Program bimbingan dan konseling
disusun secara berkelanjutan.
2.3
Fungsi Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan
pengertian dan tujuan yang ingin di capai layanan bimbingan dan konseling dapat
berfungsi sebagai berikut :
a. Fungsi pemahaman
yaitu fungsi bimbingan konseling
yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu
sesuai dengan keperluan pengembangan peserta didik, pemahaman itu meliputi :
1.
Pemahaman tentang diri peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri,
orang tua, guru, dan pembimbing.
2.
Pemahaman tentang lingkungan peserta didik termasuk lingkungan keluarga dan
sekolah terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru dan pembimbing.
3.
Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas termasuk di dalamnya informasi
pendidikan, informasi jabatan atau pekerjaan, dan informasi budaya atau
nilai-nilai terutama oleh peserta didik.
b. Fungsi
pencegahan
yaitu fungsi bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan tercegahnya/terhindarnya peserta didik dari berbagai
permasalahan yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan
kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangannya.
c. Fungsi
perbaikan
yaitu fungsi bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh
peserta didik.
d.
Fungsi pemeliharaan dan perkembangan
yaitu fungsi bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangnya berbagai potensi dan
kondisi positive peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap
dan berkelanjutan.
Fungsi-fungsi
tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai jenis layanan bimbingan
dan konseling sehingga diharapkan mencapai hasil sebagaimana terkandung di
dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap layanan dalam kegiatan bimbingan
dan konseling harus mengacu pada satu atau lebih dari fungsi-fungsi yang telah di jabarkan
diatas agar hasil yang hendak di capai secara jelas dapat di identifikasi dan
di evaluasi.
2.4
Bidang Bimbingan dan Konseling
Pelayanan
bimbingan dan konseling di PAUD mencangkup tiga bidang, yaitu:
a.
Bidang Bimbingan Pribadi-Sosial
Bidang
bimbingan pribadi-sosial membantu peserta didik untuk mencapai tujuan tugas
perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang mandiri dan
bertanggung jawab. Adapun isi layanan bimbingan adalah:
1.
Mengenalkan ciri-ciri yang ada dalam diri sendiri, mengenalkan ciri khusus
orang lain, serta menunjukkan makna sikap yang baik dan yang tercela.
2.
Mengenalkan cara hidup sehat melalui makan makanan yang bergizi serta melakukan
kegiatan olah raga secara teratur, serta menjaga kebersihan.
3.
Mengenalkan cara mengungkapkan perasaan bahagia dan sedih, serta memberikan
gambaran berbagai perasaan dalam berbagai situasi.
4.
Membimbing peserta didik menciptakan dan memelihara persahabatan, serta
menjelaskan makna dari kerja sama.
5.
Membimbing peserta didik mengenali
kecakapan yang dimilikinya, melatih cara mengambil keputusan, menjelaskan
perlunya memiliki beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan dan mengenalkan
akibat dari keputusan yang diambil.
b.
Bidang Bimbingan Belajar
Bidang
bimbingan belajar membantu peserta didik untuk mencapai tujuan tugas
perkembangan pendidikan dalam mewujudkan pribadi sebagai peserta didik yang
kreatif. Adapun isi layanan bimbingan adalah:
1.
Mengenalkan cara merencanakan cita-cita
2.
Menjelaskan apa arti suatu penilaian dalam proses belajar.
3.
Mengenalkan hambatan-hambatan dalam proses belajar.
4.
Menjelaskan tentang bagaimana melatih ketelitian dan kerapian.
5.
Melatih cara menulis dengan baik.
c.
Bidang Bimbingan Karier
Bidang
bimbingan karier membantu peserta didik agar sejak dini sudah mulai belajar
mengenal jenis-jenis pekerjaan serta memahami diri secara sederhana tentang
lingkungan dunia kerja.
1.
Mengenalkan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan orang dewasa.
2.
Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik.
3.
Menggambarkan perkembangan diri siswa serta keterampilan yang dimiliki.
4.
Mengenalkan keterampilan yang dimiliki.
5.
Menjelaskan contoh orang-orang yang berhasil.
2.5 Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD
Bimbingan
dan konseling di PAUD memiliki beberapa jenis layanan, antara lain yaitu:
a. LayananOrientasi
Layanan
orientasi bertujuan untuk membekali peserta didik untuk memasuki suasana atau
lingkingan baru.melalui layanan ini individu mempraktekan berbagai kesempatan
untuk memahami dan mampu melakukan kontak secara kontruktiv dengan berbagai
elemen suasana baru sehingga peserta didik di harapkan dapat lebih mudah menyesuaikan diri terhadap pola
kehidupan,kegiatan belajar dan kegiatan
lain yang mendukung keberhasilan mereka sebagai siswa baru yang sedang dan akan
berada pada suasana baru,kemungkinan sedikit banyak mengalami masalah,baik yang
sekarang maupun dalam konteks tertentu dan masa mendatang. Melalui layanan
orientasi ini di harapkan dapat mengantisipasi timbulnya masalah yang
kemungkinan akan di hadapi siswa. Fungsi utama bimbingan yang di dukung oleh
layanan orientasi ialah fungsi pemahaman dan pencegahan.
b. Layanan Informasi
Layanan informasi bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang
berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan
pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan mesyarakat.Pemahaman yang
diperoleh melalui pelayanan informasi dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam
meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita,
menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan. Materi yang
dapat diberikan melalui layanan ini antara lain: pengembangan pribadi, proses
belajar mengajar, pendidikan lanjutan setelah PAUD atau TK, kehudupan keluarga,
social kemasyarakatan, social budaya dan lingkungan. Fungsi utama bimbingan
yang didukung oleh jenis layanan informasi ialah fungsi pemahaman dan pencegahan.
c. Layanan Penempatan
dan Penyaluran
Layanan ini bertujuan membantu peserta didik untuk
memperoleh penempatan dan penyaluran secata tepat sesuai dengan potensi, bakat
dan minat serta kondisi pribadinya. Layanan penempatan dan penyaluran
memungkinkan peserta didik berada pada posisis dan pilihan yang tepat, yaitu
berkenaan dengan pengelompokan siswa terhadap suatu kegiatan, kelompok
pemilihan minat terhadap kegiatan tertentu, kegiatan ekstra-kulikuler, program
latihan, dan pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi fisik dan
psihisnya. Materi yang dapat diberikan dari layanan ini yaitu penempatan di
dalam kelas, penempatan dalam kelompok belajar, peempatan jurusan yang sesuai
dan penempatan dalam program-program lain yang lebih luas.Fungsi utama
bimbingan yang didukung oleh layanan ini adalah fungsi pencegahan dan
pemeliharaan.
d. Layanan Pembelajaran
Layanan bimbingan ini memungkinkan peserta didik
memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan
dan materi belajar yang baik sesuai dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya,
serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.
Fungsi utama bimbingan yang di dukung oleh layanan ini ialah fungsi
pemeliharaan dan pengembangan.
e. Layanan Bimbingan
Individual
Layanan bimbingan ini memungkinkan peserta didik
mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing/guru
kelas yang langsung berperan sebagai pembimbing dalam rangka pembahasan dan
pengentasan permasalahan yang dialami anak. Materi yang dapat diberikan melalui
layanan ini adalah disesuaikan dengan topic permasalahannya.Dalam
pelaksanaannya layanan ini biasa mencakup bidang bimbingan pribadi-sosial,
belajar dan karir.Fungsi utama bimbingan yang didukukng oleh layanan ini ialah
fungsi pengentasan.
f. Layanan
Bimbingan Kelompok
Yaitu layanan bimbingan yang bertujuan untuk
memungkinkan peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari
nara sumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baikk sebagai individu
maupun sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Bahan yang
dimaksudkan itu juga dapat dipergunakan sebagai acuan untuk mengambil
keputusan.Melalui layanan bimbingan kelompok para siswa dapat diajak untuk bersama-sama
mengemukakan pendapat tentang sesuatu hal dan membicarakan topic-topik penting,
mengembangkan nilai-nilai, dan mengembangkan langkah-langkah untuk menangani
permasalahan yang dibahas dalam kelompok.Dengan demikian selain dapat
membuahkan hubungan yang baik antar anggota kelompok, kemampuan berkomunikasi
antar individu, pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan, juga dapat
mengembangkan sikap dan tindakan nyata untuk mencapai hal-hal yang di inginkan
sebagai mana yang di inginkan dalam kelompok.Fungsi utama bimbingan yang di
dukung oleh layanan bimbingan kelompok ialah fungsi pemahaman dan pengembangan.
g. Layanan Konseling
Kelompok
Yaitu layanan bimbingan yang bertujuan memungkinkan
peserta didik memperoleh kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah
yang dialami melalui dinamika kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan
layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok, dengan
memanfaatkan dinamika kelompok yang terjadi dalam kelompok itu, yang meliputi
berbagai masalah dalam segenap bidang bimbingan yaitu; pribadi, ocial, belajar
dan karir.Fungsi utama yang didukung oleh layanan konseling kelompok ialah
fungsi pengentasan.
h. Layanan Konsultasi
Yaitu
bimbingan yang dilaksanakan oleh konselor sekolah atau guru PAUD/TK terhadap
orang tua peserta didik, dengan harapan orang tua peserta didik tersebut
memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam
menangani kondisi atau permasalahan yang dialami oleh putra – putrinya
.konsultasi dapat dilakukan di berbagai tempat dan di berbagai kesempatan,
seperti di sekolah atau di luar sekolah atau di tempat-tempat lain sesuai
dengan kesepakatan bersama. Layanan ini bertujuan agar orang tua peserta didik
atau orang tua peserta didik atau orang yang berkonsultasi dengan kemampuannya
sendiri dapat menangani kondisi permasalahan yang dialami oleh
putra-putrinya.Fungsi utama layanan konsultasi ini adalah fungsi pengentasan.
i.
LayananMediasi
Yaitu
layanan bimbingan yang di laksanakan oleh guru kelas/konselor terhadap dua
orang peserta didik yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan
tersebut menjadikan mereka saling berhadapan,saling bertentangan,saling
bermusuhan. Pihak-pihak yang berhadapan itu jauh dari rasa damai,bahkan mungkin
ingin saling menghancurkan.dengan layanan ini guru/konselor berusaha
mengantarai atau membangun hubungan antara mereka sehingga mereka akan
menyadari akan kesalahan masing-masing. Dengan demikian dapat menghentikan dan
terhindar dari pertentangan lebih lanjut yang merugikan semua pihak.Layanan
mediasi pada umum nya bertujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan
kondusif di antara peserta didik.
2.6
Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling terkait dengan empat komponen program yaitu:
(1) Strategi
layanan dasar
(2) Strategi
layanan responsif
(3) Strategi
perencanaan individual
dan
(4) Dukungan sistem
mencakup:
(a) Manajemen Program dan (b) Personalia dan
Pengorganisasiannya.
1. Strategi Layanan Dasar Bimbingan
a. Bimbingan Klasikal
Layanan dasar diperuntukkan bagi
semua siswa. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah
dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa
di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan layanan bimbingan kepada para
siswa. Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan orientasi dan
informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi siswa. Layanan
orientasi pada umumnya dilaksanakan pada awal pelajaran, yang diperuntukan bagi
para siswa baru, sehingga memiliki pengetahuan yang utuh tentang sekolah yang
dimasukinya. Kepada siswa diperkenalkan tentang berbagai hal yang terkait
dengan sekolah, seperti : kurikulum, personel (pimpinan, para guru, dan staf
administrasi), jadwal pelajaran, perpustakaan, laboratorium, tata-tertib
sekolah, jurusan (untuk SLTA), kegiatan ekstrakurikuler, dan fasilitas sekolah
lainnya. Sementara layanan informasi merupakan proses bantuan yang diberikan
kepada para siswa tentang berbagai aspek kehidupan yang dipandang penting bagi
mereka, baik melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media
cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan
internet). Layanan informasi untuk bimbingan klasikal dapat mempergunakan jam
pengembangan diri. Agar semua siswa terlayani kegiatan bimbingan klasikal perlu
terjadwalkan secara pasti untuk semua kelas.
b. Bimbingan Kelompok
Konselor memberikan layanan
bimbingan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang).
Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para siswa. Topik
yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat
umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang
efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress. Layanan bimbingan
kelompok ditujukan untuk mengembangkan keterampilan atau perilaku baru yang
lebih efektif dan produktif.
c. Berkolaborasi dengan
Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas
Program bimbingan akan berjalan
secara efektif apabila didukung oleh semua pihak, yang dalam hal ini khususnya
para guru mata pelajaran atau wali kelas. Konselor berkolaborasi dengan guru
dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang siswa (seperti prestasi
belajar, kehadiran, dan pribadinya), membantu memecahkan masalah siswa, dan
mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata
pelajaran. Aspek-aspek itu di antaranya : (a) menciptakan sekolah dengan iklim
sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar siswa; (b) memahami
karakteristik siswa yang unik dan beragam; (c) menandai siswa yang diduga
bermasalah; (d) membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui program
remedial teaching; (e) mereferal (mengalihtangankan) siswa yang
memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing; (f)
memberikan informasi tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang
diminati siswa; (g) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan,
sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada siswa tentang dunia kerja
(tuntutan keahlian kerja, suasana kerja, persyaratan kerja, dan prospek kerja);
(h) menampilkan pribadi yang matang, baik dalam aspek emosional, sosial, maupun
moral-spiritual (hal ini penting, karena guru merupakan “figur central” bagi
siswa); dan (i) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata
pelajaran yang diberikannya secara efektif.
d. Berkolaborasi
(Kerjasama) dengan Orang Tua
Dalam upaya meningkatkan
kualitas peluncuran program bimbingan, konselor perlu melakukan kerjasama
dengan para orang tua siswa. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan
terhadap siswa tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga oleh orang tua
di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan
informasi, pengertian, dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam
upaya mengembangkan potensi siswa atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi
siswa. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini, dapat dilakukan beberapa
upaya, seperti : (1) kepala sekolah atau komite sekolah mengundang para orang
tua untuk datang ke sekolah (minimal satu semester satu kali), yang
pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor, (2) sekolah memberikan
informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau
masalah siswa, dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di
rumah ke sekolah, terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku
sehari-harinya.
2. Strategi Layanan
Responsif
a. Konsultasi
Konselor memberikan layanan
konsultasi kepada guru, orang tua, atau pihak pimpinan sekolah dalam rangka
membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para siswa.
b. Konseling Individual
atau Kelompok
Pemberian layanan konseling ini
ditujukan untuk membantu para siswa yang mengalami kesulitan, mengalami
hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Melalui konseling, siswa
(klien) dibantu untuk mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, penemuan
alternatif pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara lebih tepat.
Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Konseling
kelompok dilaksanakan untuk membantu siswa memecahkan masalahnya melalui
kelompok. Dalam konseling kelompok ini, masing-masing siswa mengemukakan
masalah yang dialaminya, kemudian satu sama lain saling memberikan masukan atau
pendapat untuk memecahkan masalah tersebut.
c. Referal
(Rujukan atau Alih Tangan)
Apabila konselor merasa kurang
memiliki kemampuan untuk menangani masalah klien, maka sebaiknya dia mereferal
atau mengalihtangankan klien kepada pihak lain yang lebih berwenang, seperti
psikolog, psikiater, dokter, dan kepolisian. Klien yang sebaiknya direferal
adalah mereka yang memiliki masalah, seperti depresi, tindak kejahatan
(kriminalitas), kecanduan narkoba, dan penyakit kronis.
d. Bimbingan
Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation)
Bimbingan teman sebaya ini
adalah bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Siswa
yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh
konselor. Siswa yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor
yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, baik
akademik maupun non-akademik. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai
mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang
kondisi, perkembangan, atau masalah siswa yang perlu mendapat layanan bantuan
bimbingan atau konseling.
3. Strategi
Layanan Perencanaan Individual
a. Penilaian Individual
atau Kelompok (Individual or small-group Appraisal)
Yang dimaksud dengan penilaian
ini adalah konselor bersama siswa menganalisis dan menilai kemampuan, minat,
keterampilan, dan prestasi belajar siswa. Dapat juga dikatakan bahwa konselor
membantu siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya, yaitu yang
menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangannya, atau aspek-aspek pribadi,
sosial, belajar, dan karier. Melalui kegiatan penilaian diri ini, siswa akan
memiliki pemahaman, penerimaan, dan pengarahan dirinya secara positif dan
konstruktif.
b. Individual
or Small-Group Advicement
Konselor memberikan nasihat
kepada siswa untuk menggunakan atau memanfaatkan hasil penilaian tentang
dirinya, atau informasi tentang pribadi, sosial, pendidikan dan karir yang
diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan, dan merencanakan kegiatan (alternatif
kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya, atau kegiatan yang berfungsi
untuk memperbaiki kelemahan dirinya; (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan
tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan, dan (3)mengevaluasi kegiatan
yang telah dilakukannya.
4. Strategi
untuk Dukungan Sistem
a. Pengembangan
Professional
Konselor secara terus menerus
berusaha untuk “meng-update” pengetahuan dan keterampilannya melalui (1)
in-service training, (2) aktif dalam organisasi profesi, (3) aktif dalam
kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar dan workshop (lokakarya), atau (4)
melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana).
b. Pemberian Konsultasi
dan Berkolaborasi
Konselor perlu melakukan
konsultasi dan kolaborasi dengan guru, orang tua, staf sekolah lainnya, dan
pihak institusi di luar sekolah (pemerintah, dan swasta) untuk memperoleh
informasi, dan umpan balik tentang layanan bantuan yang telah diberikannya
kepada para siswa, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi
perkembangan siswa, melakukan referal, serta meningkatkan kualitas program
bimbingan dan konseling. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya
sekolah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang
relevan dengan peningkatan mutu layanan bimbingan. Jalinan kerjasama ini
seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah, (2) instansi swasta, (3)
organisasi profesi, seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia),
(4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait, seperti psikolog, psikiater,
dokter, dan orang tua siswa, (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan
Konseling), dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan
pekerjaan).
c. Manajemen Program
Suatu program layanan bimbingan
dan konseling tidak mungkin akan tercisekolaha, terselenggara, dan tercapai
bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu, dalam
arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Mengenai arti manajemen
itu sendiri Stoner (1981) mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: “Management
is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of
organizing members and of using all other organizational resources to achieve
stated organizational goals”.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
PAUD memerlukan layanan bimbingan dan konseling untuk mencapai suatu
perkembangan optimal. Bimbingan dan konseling diperuntukan bagi semua peserta
didik,baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan tercegahnya/terhindarnya peserta didik dari berbagai
permasalahan yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan
kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangannya. Segenap pelayanan/kegiatan BK
didasarkan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu
nilai dan norma agama, sosial dan
peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku.
3.2 Saran
Penulis menyadari sepenuhnya atas segala kekurangan
pada makalah ini dan penulis dengan senang hati dan akan menerima saran serta
kritik demi kesempurnaan makalah ini. Atas segala saran dan bantuan, penulis
sampaikan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
konseling-di-taman-kanakkanak.htm Buku:
Syahril & Ahmad R. (1986). Pengertian bimbingan dan konseling: Angkasa
Raya. Tohirin. (2009). Bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada. 2009 WS. Winkel. (1984). Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Menengah. Jakarta: Gramedia. Rahman, F. (2009). Penyusunan Program BK di
Sekolah (Bahan PLPG). Yogyakarta: Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY). Suyadi.
(2009). Bimbingan dan Konseling untuk PAUD. Diva Press. Jogyakarta. 42
min numpang share ^^
BalasHapusbosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^