LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT PENILAIAN PORTOFOLIO
MAKALAH
Langkah-langkah dalam membuat Penilaian Portofolio
Untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD

Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I
Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta
alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah .
Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu,
apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami
sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna
untuk kita semua. Amin.
Jambi,
September 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penilaian Portofolio ............................. 4
2.2 Langkah-langkah Penilaian Portofolio.................... 5
2.3 Bahan-bahan Portofolio......................................... 6
2.4 Rambu-rambu
penyusunan dokumen Portofolio..... 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................... 10
3.2 Saran...................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 12
BAB I
PENDAHULUAN
I.I
Latar Belakang Masalah
Sebagai sumber informasi, mempermudah dokumentasi, menghargai
perkembangan peserta didik, dan meningkatkan efektivitas proses
pembelajaran. Penilaian portofolio dapat dijadikan alat untuk menggali
informasi tentang pemahaman siswa mengenai suatu konsep.
Selain itu dapat membantu siswa meningkatkan rasa tanggungjawab dalam
belajar. Terkait penilaian, pada kurikulum 2013 penilaiannya cukup rumit.
Terdapat tiga aspek yang harus dinilai oleh pendidik yaitu aspek Sikap,
Pengetahuan, dan Keterampilan.
Penilaian Sikap terdiri atas Sikap Spiritual dan Sikap sosial. Yaitu
kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta
didik. Nilai Sikap ini diperoleh dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari,
baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan.
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik, yang biasa
digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian ini
sudah biasa dilakukan oleh pendidik. Sedangkan penilaian keterampilan pada
kurikulum 2006 belum nampak sebagai nilai yang mandiri. Tetapi pada kurikulum
2013 nilai keterampilan dijasikan sebagai bagian dari penilaian berbasis kelas.
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur
kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas
tertentu. Penilaian keterampilan tersebut meliputi ranah berpikir dan
bertindak. Keterampilan ranah berpikir meliputi antara lain keterampilan
menggunakan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat.
Sedangkan keterampilan dalam ranah bertindak antara lain membaca, menulis,
menghitung, menggambar, dan mengarang. Penilaian keterampilan dapat dilakukan
dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk,
penilaian proyek, penilaian portofolio.
Pada kesempatan kali ini admin akan membahas penilaian keterampilan dengan
teknik portofolio.
1.2
Rumusan Masalah
a. Apa pengertiann penilaian portofolio?
b. Apa langkah-langkah penilaian portofolio?
c. Apa Bahan-bahan portofolio?
d. Apa rambu-rambu penyusunan
dokumen portofolio?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan pengertiann penilaian portofolio
b. Menjelaskan langkah-langkah penilaian portofolio
c. Menjelaskan Bahan-bahan portofolio
d. Menjelaskan rambu-rambu penyusunan dokumen
portofolio
BAB II
PEMBAHASAN
2.I Pengertian Penilaian Portofolio
Portofilio dapat digunakan untuk melihat perkembangan peserta didik dari
waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai bukti dari suatu
kegiatan. Portofolio juga dapat dipandang juga sebagai suatu proses sosial
pedagogis, yaitu sebagai collection of learning experience yang terdapat
dalam pikiran peserta didik, baik yang berwujud pengetahuan (cognitive),
keterampilan (psychomotor), maupun sikap dan nilai (affective).
Artinya, portofolio bukan hanya berupa benda nyata, melainkan mencakup “segala
pngalaman batiniah” yang terjadi pada diri setiap peserta didik.
Dalam bidang bahasa, portofolio dapat merupakan suatu adjective yang
sering disandingkan dengan konsep lain, seperti: pembelajaran dan penilaian,
karena itu timbul istilah portofolio-based instruction dan portofolio-based
assessment.
Penilaian portofolio berbeda dengan jenis penilaian yang lain. Penilaian
portofolio adalah suatu pendekatan atau teknik penilaian yagn bertujuan untuk
mengukur sejauhmana kemempuan peserta didik dalam membangun dan merefleksi
suatu pekerjaan/tugas atau karya melalui pengumpulan (collection)
bahan-bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dibangun oleh peserta
didik, sehingga hasil konstruksi tersebut dapat dinilai dan dikomentari oleh
guru dalam periode tertentu. Jadi, penilaian portofolio merupakan suatu
pendekatan dalam penilaian kinerja peserta didik atau digunakan untuk menilai
kinerja.
Kelebihan pendekatan portofolio adalah memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk lebih banyak terlibat, dan peserta didik sendiri dapat dengan mudah
mengontrol sejauhmana perkembangan kemampuan yang telah diperolehnya.
Popham (1994) menjelaskan “penilaian portofolio
merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi
atau data secara sistematik atau hasil pekerjaan peserta didik dalam kurum
waktu tertentu”. Dalam sistem penilaian portofolio, guru membuat file untuk
masing-masing peserta didik, berisi kumpulan sistematis atas hasil prestasi
belajar mereka selama mengikuti proses pendidikan
Penggunaan
portofolio untuk penilaian juga bermanfaat, karena hal-hal berikut:
- Portofolio menyajikan atau memberikan: “bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas.
- Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik.
- Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa.
- Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa.
- Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
- Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atau bervariasinya gaya belajar siswa.
- Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar.
- Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa.
- Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran.
- Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan.
- Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan
2.I Langkah-langkah Penilaian Portofolio
Terdapat tiga tipe portofolio yaitu portofolio dokumentasi, portofolio
proses, dan portofolio pameran. Pendidik dapat memilih tipe portofolio sesuai
dengan karakteristik kompetensi dasar dan atau konteks mata pelajaran.
Portofolio merupakan bagian dari penilaian autentik, yang secara langsung dapat
merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
Yang dimaksud penilaian otentik itu sendiri adalah
penilaian sebenarnya yang dilakukan guru terhadap siswa pada saat proses
belajar berlangsung. Arifin (2011:4) mengemukakan bahwa penilaian portofolio
merupakan pendekatan yang bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan
peserta didik dalam mengkonstruksi dan merefleksi suatutugas/karya.
Melalui pengumpulan yang relevan dengan tujuan pembelajaran
sehingga hasil konstruksi dapat dinilai oleh guru dalam periode
tertentu. Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen
tentang kerja pesert didik yang produktif. Yaitu bukti tentang apa yang dapat
dilakukan oleh peserta didik, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan. Portofolio
sebagai salah satu instrumen penilaian harus mampu mencerminkan hasil
belajar atau hasil pekerjaan peserta didik terhadap sesuatu yang
dipelajarinya.
Langkah pertama: Menentukan
maksud atau fokus portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Mengapa saya (guru) memerlukan
portfolio siswa?
Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain (misalnya siswa, orang tua, dan guru)?
Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain (misalnya siswa, orang tua, dan guru)?
Langkah kedua: Menentukan
aspek isi yang dinilai
Hal ini dilakukan dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Apakah saya (guru) akan menilai
hanya karya terbaik siswa, ataukah akan
menilai perkembamgannya siswa?
Pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa, yang menjadi aspek utama
untuk dinilai?
menilai perkembamgannya siswa?
Pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa, yang menjadi aspek utama
untuk dinilai?
Langkah ketiga: Menentukan
bentuk, susunan, atau organisasi portofolio.Hal ini dilakukan dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Jenis isi apa (karya cipta siswa
ataukah catatan laporan kegiatan siswa
yang harus ada untuk mendapat nilai
yang harus ada untuk mendapat nilai
Apa yang harus ada dalam ‘Daftar
Isi’ protfolio, atau apa garis besar isi
portofolio, yang harus terdapat dalam portofolio?
portofolio, yang harus terdapat dalam portofolio?
Bagaimana definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi portofolio?
Langkah keempat: Menentukan
penggunaan portfolioHal ini dilakukan dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Berapa lama setiap hari siswa
diharapkan mengerjakan tugas membuat portofolio itu? (Misalnya 15 menit setiap
hari)
Bagaimana kaitan antara portofolio itu dan pembelajaran sehari-hari?
Siapa yang menentukan jenis isi portofolio itu? (Guru sendiri, guru dan siswa, atau siswa sendiri?)
Kapan portofolio itu akan dicermati untuk dinilai?
Bagaimana pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor)?
Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan siswa yang bersangkutan?
Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua siswa, kepala sekolah, guru lain, atau siswa lain?
Langkah kelima: Menentukan cara menilai portfolio
Bagaimana kaitan antara portofolio itu dan pembelajaran sehari-hari?
Siapa yang menentukan jenis isi portofolio itu? (Guru sendiri, guru dan siswa, atau siswa sendiri?)
Kapan portofolio itu akan dicermati untuk dinilai?
Bagaimana pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor)?
Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan siswa yang bersangkutan?
Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua siswa, kepala sekolah, guru lain, atau siswa lain?
Langkah kelima: Menentukan cara menilai portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Apakah penskoran portofolio akan
dilakukan dengan dua macam rubrik (pedoman) penskoran, yaitu rubrik umum dan
rubrik khusus?
Apakah rubrik penskoran untuk setiap jenis isi portofolio itu sudah ada?
Apakah penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama siswa yang bersangkutan?
Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Apakah rubrik penskoran untuk setiap jenis isi portofolio itu sudah ada?
Apakah penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama siswa yang bersangkutan?
Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Apakah nilai portfolio akan
dinyatakan sebagai satu skor saja?
Perlu diperhatikan bahwa isi portofolio dapat sangat bervariasi. Oleh karena itu, guru harus mengarahkan siswa agar portofolio yang dibuat oleh siswa sesuai dengan tujuaan pembelajaran. Guru sebaiknya menentukan apa yang harus ada di dalam portofolio dan apa yang boleh ada di dalam portofolio; meskipun produk yang istimewa di luar yang ditentukan itu tentu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Penggunaan portofolio juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan, dan memahami siswanya. Dalam rangka itu, sebaiknya portofolio dibahas dengan sesama guru, kepala sekolah, dan dengan orang tua siswa.
Perlu diperhatikan bahwa isi portofolio dapat sangat bervariasi. Oleh karena itu, guru harus mengarahkan siswa agar portofolio yang dibuat oleh siswa sesuai dengan tujuaan pembelajaran. Guru sebaiknya menentukan apa yang harus ada di dalam portofolio dan apa yang boleh ada di dalam portofolio; meskipun produk yang istimewa di luar yang ditentukan itu tentu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Penggunaan portofolio juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan, dan memahami siswanya. Dalam rangka itu, sebaiknya portofolio dibahas dengan sesama guru, kepala sekolah, dan dengan orang tua siswa.
2.3 Bahan-Bahan
Portofolio
Menurut Sumarna
(2006; 39) bahan-bahan yang dapat dijadikan portofolio di sekolah, adalah
sebagai berikut:
1. Penghargaan
tertulis, misalnya sertifikat mengikuti lomba matematika tingkat kelas,
sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional;
2. Penghargaan lisan, guru mencatat penghargaan lisan yang diberikan peserta didik dalam kurun waktu tertentu
3. Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan, berupa buku catatan peserta didik
5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan, menurut pendapat guru dan peserta didik
7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan, antara lain dari teman atau orang lain
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran
9. Hasil ulangan harian atau semester
10. Prosentase dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan dan
11. Catatan pribadi
12. Daftar kehadiran
13. Persentase tugas yang telah selesai dikerjakan
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala peserta didik melakukan kesalahan
15. Audio visual
16. Video
17. Disket.
2. Penghargaan lisan, guru mencatat penghargaan lisan yang diberikan peserta didik dalam kurun waktu tertentu
3. Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan, berupa buku catatan peserta didik
5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan, menurut pendapat guru dan peserta didik
7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan, antara lain dari teman atau orang lain
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran
9. Hasil ulangan harian atau semester
10. Prosentase dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan dan
11. Catatan pribadi
12. Daftar kehadiran
13. Persentase tugas yang telah selesai dikerjakan
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala peserta didik melakukan kesalahan
15. Audio visual
16. Video
17. Disket.
Kemudian dalam
proses penyusunan bahan-bahan portofolio mempertimbangkan beberapa faktor,
masing-masing;
1. Koleksi:
mengumpulkan hasil kerja peserta
didik yang menunjukkan pertumbuhan, kemajuan, dan hasil belajar.
2. Organisasi:
2. Organisasi:
mengorganisasikan berbagai hasil
kerja peserta didik.
3. Refleksi:
3. Refleksi:
merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi.
4. Penyajian:
4. Penyajian:
mempresentasikan hasil kerja peserta didik.
Portofolio disusun
sedemikian rupa dari hasil kerja peserta didik dengan mempergunakan beberapa
pertimbangan dan struktur kerja, karena portofolio tersebut akan membangun daya
kreativitas dan struktur berpikir peserta didik, dimulai dari mendiskripsikan
informasi primer dan kemudian informasi sekunder serta dipaparkan secara
asal-asalan dan tumpang tindih, kemudian mempertimbangkan
Bahan-bahan
yang dikumpulkan adalah bahan yang dapat memberi informasi tentang perkembangan
yang dialami oleh peserta didik, atau bahan itu berguna olah guru sebagai
informasi dalam pengambilan keputusan, bahan-bahan di atas dipilih dan
ditentukan yang relevan dengan materi pelajaran atau dapat ditambah dengan
bebagai bahan lain.
2.4 Rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio.
1) Dokumen portofolio berupa karya/tugas peserta didik dalam periode
tertentu, digunakan oleh pendidik untuk mendeskripsikan capaian kompetensi
keterampilan.
2) Dokumen portofolio disertakan pada waktu penerimaan rapor kepada
orangtua/wali peserta didik. Orangtua/wali peserta didik memberi komentar pada
dokumen portofolio sebelum dikembalikan ke sekolah.
3) Pendidik pada kelas berikutnya menggunakan portofolio sebagai informasi
awal peserta didik yang bersangkutan.
bahwa dokumen portofolio dapat diperoleh dari hasil penilaian proyek dan
atau produk. Berkenaan dengan proses pengolahan nilai keterampilan, nilai
portofolio tidak berupa angka melainkan berisi deskripsi..
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasi kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja siswa secara individual atau berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Langkah-langkah dalam melaksanakan penilaian portofolio adalah:
a. Tahap Persiapan
1.
Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang akan diakses dengan penilaian
portofolio.
2. Menjelaskan
pada mahasiswa bahwa akan dilaksanakan penilaian portofolio, proses yang harus
ditempuh mahasiswa, bila perlu diperlihatkan contohnya.
3. Menjelaskan
bagian mana, seberapa banyak keinerja dan hasil karya yang secar minimal harus
disertakan dalam portofolio, dalam bentuk apa dan bagaimana hasil karya akan
diakses.
4. Menjelaskan
bagaimana hasil karya harus disajikan.
b. Tahap
Pelaksanaan
1. Guru
mendorong dan memotivasi siswa
2. Guru
mendiskusikan secara rutin dengan mahasiswa tentang proses pembelajaran yang
akan menghasilkan karya siswa.
3. Memberikan
umpan balik secara berkesinambungan.
4. Memamerkan
keseluruhan hasil karya siswa yang disimpan dalam portofolio bersama siswa
lainnya.
c. Tahap
Penilaian
1. Menegakan
kriteria penilaian bersama-sama atau dengan partisipasi siswa.
2. Kriteria yan
disepakati dilaksanakan secara konsisten oleh dosen dan siswa.
3. Arti penting
dari tahap penilaian adalah self assesment yang dilakukan oleh mahasiswa.
4. Hasil
penilaian dijadikan tujuan batu bagi proses pembelajaran berikutnya.
Sedangkan
penilaian tertulis berbentuk uraian atau esay yang menuntut siswa mampu
mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensistesis,
mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis
sebisa mungkin bersifat komperhensif sehingga mampu menggambarkan ranah sikap,
pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Buatlah contoh studi kasus atau
berangkat dari fenomena nyata di kehidupan lalu siswa diminta membuat analisa
mendalam tentang kasus tersebut sampai muncul sebuah kesimpulan. Cari
berita/kasus yang update dan memang menjadi masalah kontemporer saat ini.
Kekuatan
penilaian portofolio
1. Sangat baik
dilakukan dalam merefleksikan prestasi dan perkembangan diri siswa.
2. Membantu
memotivasi siswa dan lebih melibatkan mereka dalam proses pembelajaran.
3. Meningkatkan
kemampuan siswa untuk mengevaluasi kinerja dan produk mereka.
4. Jika
penilaian portofolio digunakan dengan baik dan benar, maka dapat memperkuat
hubungan antara proses pembelajaran dan penilaian
5. Portofolio
dapat meningkatkan komunikasi guru dengan siswa dan orang tua siswa.
BAB III
PENUTUP
3.I Kesimpulan
Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya-karya terbaik peserta
didik secara bertahap dan pada akhir suatu periode hasil karya tersebut
dikumpulkan. Karya terbaik tersebut disimpan dalam folder dokumen portofolio. Dan
pada karya juga diperlukan komentar dan refleksi dari pendidik, dan orangtua
peserta didik.
3.2 Saran
Penulis banyak menyadari bahwa makalah ini masih
banyak kekurangan maka dari itu kami meminta kritik dan saran nya untuk lebih
memperbaiki isi makalah kami.
Daftar Pustaka
Portofolio dalam Pembelajaran
IPS, Bandung PT Remaja Rosdakarya, Cet. 9 tentang portofolio Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi
Pendidikan
Herliani,
Elly. 2009. Penilaian Hasil Belajar.
PPPPTKIPA: Jakarta Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Elly. 2009. Penilaian Hasil Belajar.
PPPPTKIPA: Jakarta Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Amirin,
Tatang M. 2011. Pengertian
dan langkah penilaian produk
tatangmanguny.wordpress.com
tatangmanguny.wordpress.com
Munib,
Achmad. 2009. Pengantar
Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes
Press
Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes
Press
Handout
Makul
Manajemen Pendidikan, Pengampu : Dr. H. Samino, M.M
Manajemen Pendidikan, Pengampu : Dr. H. Samino, M.M
KBK.
(2002). Penilaian berbasis kelas.Jakarta: Pusat
Kurikulum Balitbangepdiknas
Kurikulum Balitbangepdiknas
min numpang share ^^
BalasHapusbosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^