PENILAIAN HASIL PRODUK


                                                          MAKALAH
Penilaian Hasil Produk
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD




Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I

Di Susun Oleh 
Bunga Mercy Wely


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.


Jambi, September 2018
Penulis















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii                  
DAFTAR ISI............................................................................. iii


BAB I PENDAHULUAN
1.1       Latar belakang...................................................... 1
1.2       Rumusan masalah................................................. 2
1.3    Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1    Pengertian penilaian hasil produk.......................... 4
2.2   Fungsi penilaian hasil produk................................. 5
2.3  Tujuan penilaian hasil produk................................. 6
2.4  Prosedur penilaian hasil produk............................. 7
BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan............................................................. 8
3.2  Saran...................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 10










BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Masalah
Sudah dapat dipastikan bahwa setiap pendidik yang melaksanakan pembelajaran melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didiknya. Sebab menilai hasil belajar peserta didik menjadi bagian integral dari tugas pendidik, penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Oleh karena itu setiap pendidik wajib melakukan penilaian hasil belajar para peserta didik nya.
Pembelajaran haruslah memberi peluang kepada siswa untuk memperoleh pengalaman sehingga dapat mengembangkan tingkah lakunya sesuai sasaran belajar yang telah dirumuskan. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bahan ajar dan latihan yang dipilih dan disusun secara teliti agar tujuan benar-benar dapat dicapai dengan baik. Upaya untuk memastikan ketercapaian tujuan-tujuan pembelajaran itu dilakukan dengan menyelenggarakan rangkaian evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan selama kurun waktu tertentu yang telah direncanakan. Itulah hakekat evaluasi dalam desain penyelenggaraan pembelajaran sebagai bagian akhir dari rangkaian ketiga pokok kegiatan tersebut diatas.
Penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik sangat bervariasi pelaksanaannya. Ada pendidik yang sengaja mempersiapkannya dengan baik ada pula yang melaksanakan penilaian itu sekedar memenuhi kelengkapan mengajarnya. Bagi pendidik yang profesional yang memandang tugasnya sebagai keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh profesi lain, hasil penilaian yang dilaksanakan justru menjadi batu uji bagi keberhasilan dirinya sebagai pengajar dan pendidik sehingga senantiasa dimanfaatkan untuk perbaikan dan penyempuranaan tugas-tugas profesinya. Ia selalu berusaha mempersiapkan, melaksanakan, dan mengkaji hasil penilaian dengan sebaik-baiknya. Kondisi inilah yang diduga masih belum sepenuhnya dihayati oleh para pendidik di sekolah sehingga tidak mengherankan tugas mengajar cenderung bersifat rutin.
Kita mengetahui bahwa penilaian dalam kurikulum memiliki kedudukan yang sangat penting. Penilaian dilakukan selama proses pemebelajaran maupun setelah proses pembelajaran. Jika kita perhatikan lebih teliti, terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada kurikulum dari tahun ke tahun yaitu terletak pada ranah penilaiannya. Dalam kurikulum 2004 siswa dinilai ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sementara pada kurikulum 1994 siswa dinilai ranah kognitifnya saja Penilaian dalam ranah kognitif pada pembelaajaran menuntut guru untuk melakukan variasi jenis-jenis penilaian. Pada kurikulum yang sekarang ini siswa lebih dituntut agar berkemampuan untuk memahami konsep, mengetahui posedur, mengomunikasikan gagasan atau ide, bernalar serta memecahkan suatu permasalahan.
Salah satu jenis penilaian yang memenuhi  tuntutan tersebut adalah penilaian produk. Meskipun sudah banyak yang menggunakan jeis penilaian ini, akan tetapi ini tidak menutup kemungkinan masih terdapat beberapa kesalahan dalam melakukanya, sehingga perlu  untuk mempelajari lebih jauh tentang penilaian produk ini.













1.2 Rumusan Masalah
                                               
a.       Apa pengertian penilaian hasil produk?
b.      Apa saja fungsi penilaian hasil produk?
c.    Apa tujuan penilaian hasil produk?
d.   Apa saja prosedur penilaian hasil produk?
                                       
1.3 Tujuan
                                              
a. Menjelaskan pengertian penilaian hasil produk
b. Menjelaskan fungsi penilaian hasil produk
c. Menjelaskan tujuan penilaian hasil produk
d. Menjelaskan saja prosedur penilaian hasil produk












BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penilaian Hasil Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik dan logam. Produk yang dibuat adalah benda-benda yang bermanfaat bagi diri siswa atau bagi lingkungan siswa. Penilaian produk ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga proses pembuatannya. Contoh, kemampuan peserta didik menggunakan berbagai teknik menggambar, menggunakan peralatan dengan aman, membakar kue dengan hasil baik, bercita rasa enak, dan berpenampilan menarik.
Depdiknas (2004:23) mengemukakan penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi, menganalisis dan menginterpretasi informasi tersebut untuk membuat keputusan keputusan. Menegaskan pendapat di atas, Hamalik (2003:210) mengemukakan bahwa penilaian adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran. Sedangkan Arikunto (1997:3) mengemukakan bahwa penilaian dalam pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan atau sekolah.
Penilaian memang perlu dilaksanakan oleh setiap guru, hal ini agar guru dapat melihat sejauh mana anak mencapai aspek perkembangan. Hasil dari penilaian tersebut guru bisa mengevaluasi dan melihat aspek perkembangan mana yang harus dikembangkan lagi, sehingga anak dapat mencapai aspek-aspek tersebut sesuai tahap perkembangannya.
Penilaian dalam konteks pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah prosedur sistematis yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tentang kinerja dan kemajuan berbagai aspek perkembangan yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembiasaan dalam kurun waktu tertentu.
Menurut James, E. Johnson ( dalam buku mubiar (2012)) penilaian mengemukakan bahwa,
In general, evaluation is the process of selecting, gathering, and interpreting information to make personal decisions or to from judgement about the worth of product or program or about of value of an approach to solve a problem or a accomplish an objective.
James, E. Johnson ( dalam buku mubiar (2012))mendefinisikan pengertian diatas bahwa,
suatu proses memilih, mengumpulkan, dan menafsirkan informasi untuk membuat keputusan atau untuk membuat penilaian tentang kelemahan suatu produk atau program, atau tentang sejauh mana keberhasilan pendekatan yang telah dilakukan dapat menyelesaikan masalah sehingga dapat menyempurnakan suatu sasaran atau tujuan.
Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut Uyu dan Mubiar (2012) merupakan, “proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak dan pengambilan keputusan, pengakuan, atau ketetapan tentang kondisi (kemampuan anak)”.
Adapun  contoh penilaian pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah mendeksripsikan kemampuan anak dalam melakukan tugas tertentu, seperti menyebutkan warna, membedakan bentuk, menyebutkan ciri-ciri benda, binatang, tumbuhan, dan ciri lainnya. Tentunya penetapan tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan merujuk pada standar tingkat pencapaian perkembangan anak yang terdapat pada pedoman kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Meskipun terdapat berbagai alasan dilaksanakannya penilaian, namun tujuan umumnya adalah membuat suatu keputusan. Penilaian juga dilakukan untuk memperbaiki program, menghentikan program, atau membandingkan program.
Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan mereka secara keseluruhan yang meliputi perkembangan sosial, personal, emosi, kognitif, bahasa, motorik, dsb. Penilaan anak usia dini sangat penting artinya untuk mengembangkan kemampuan anak lebih lanjut lagi. Cara yang dilakukan untuk penilaiannyapun sangat berbeda dengan cara penilaian anak pada jenjang lainnya. Jika saja di SD atau jenjang penilaian lain yang lebih tinggi mengenal istilah “TES” maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hal tersebut jarang sekali dapat digunakan, kecuali keperluan tertentu yang erat kaitannya dengan pengukuran. Oleh karena itu, terdapat bentuk penilaian lain yang dapat digunakan seperti observasi dan portofolio sebagai metode evaluasi alternatif.
2.2 Fungsi Penilaian Produk
Selain tujuan penilaian, seorang pendidik harus mengetahui fungsi dari penilaian. Adapun fungsi-fungsi yang harus setiap pendidik ketahui sebagai berikut:
1.      Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar termasuk dalam program kegiatan
2.      Memberikan bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan terhadap anak agar fisik ataupun psikisnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
3.      Memberi informasi kepada orang tua tentang ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat memperbaiki, meningkatkan bimbingan dan motivasi serta sebagai bentuk pertanggung jawaban lembaga
4.      Memberikan informasi kepada orang tua untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses pembelajaran di Paud (Pendidikan Anak Usia Dini)
5.      Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.
2.3 Tujuan Penilaian hasil produk
Guru harus memahami tujuan penilaian hasil kerja agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyusun kisi-kisi instrument penilaian. Penilaian hasil kerja biasa digunakan guru untuk
a.       Menilai penguasaan keterampilan siswa yang diperlukan sebelum mempelajari keterampilan berikutnya.
b.      Menilai tingkat kompetensi yang sudah dikuasai siswa pada setiap akhir jenjang/ kelas di sekolah kejuruan.
c.       Menilai keterampilan siswa yang akan memasuki institusi pendidikan kejuruan.
Selain itu penilaian produk akan menilai kemampuan siswa dalam bereksplorasi dan mengembangkan gagasan dalam mendesain, memilih bahan-bahan yang tepat, menggunakan alat, menunjukkan inovasi dan kreasi, memilih bentuk dan gaya dalam karya seni.
Dalam hubungannya dengan penilaian terhadap anak usia prasekolah, dapat dirumuskan tujuan penilaian sebagai berikut:
1.            Untuk merencanakan pembelajaran individual dan kelompok agar dapat  berkomunikasi dengan orang tua.
2.             Mengidentifikasi anak yang memerlukan bantuan atau layanan khusus.
3.             Mengevaluasi apakah tujuan pendidikan sudah tercapai atau belum.
4.             Mengetahui dan meninjaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai anak selama mengikuti pendidikan.
2.4 Prosedur Penilaian hasil produk
Prosedur sistematis tersebut mencakup upaya mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan berbagai informasi yang diperoleh melalui kegiatan pengukuran dan non pengukuran yang dilakukan secara berkala, menyeluruh dan berkelanjutan tentang  kinerja dan perkembangan anak untuk mengambil keputusan. Penafsiran terhadap berbagai informasi tersebut dilakukan secara deskriptif kualitatif.

Menurut Mohamad (2010) prosedur penilaian yang dilaksanakan harus memenuhi persyaratan tertentu, adapun persyaratan penilaian tersebut sebagai berikut:
1.      Memiliki Validitas
Memiliki validitas memang salah satu syarat penilaian, validitas merupakan benar-benar mengukur apa yang hendak diukur.
2.      Mempunyai rehabilitas
Artinya suatu alat penilaian memiliki rehabilitas, bila menunjukkan ketetapan hasilnya.
3.      Objektifitas
Artinya Suatu alat penilaian  harus benar-benar mengukur apa yang diukur, tanpa adanya interpretasi yang tidak ada hubunganna dengan alat evaluasi itu.

4.      Efesiensi
Suatu alat penilaian  seapat mungkin dipergunakan tanpa membuang waktu dan uang yang banyak.
5.      Kegunaan atau kepraktisan
Kegunaan atau kepraktisan disini diartikan bahwa penilaian yang dibuat harus praktis dan tidak memusingkan, supaya guru tidak  sulit untuk untuk mengevaluasi atau memberikan laporan kepada orang tua.

Cara penilaian anak usia dini tidak boleh seorang guru  hiraukan begitu saja. Pendidik harus mengumpulkan berbagai informasi yang dalam kegiatan peserta didik lakukan. Dalam mengumpulkan informasi ini biasanya guru menggunakan paper and pencil test standar  atau penilaian konvensional atau tradisional. Disebut konvensional karena metode penilaian inilah yang bisa dipakai guru. Penilaian paper and pencil test semata-mata hanya mengukur kemampuan kognitif, belum dapat menilai secara holistik. Apabila kita menelaah perubahan kurikulum hendaknya dipahami tidak hanya sekedar penyesuaian substansi materi dan format kurikulum dengan tuntunan perkembangan, tetapi pergeseran paradigma. Dengan demikian dengan menggunakan penilaian guru melakukan instrument selain paper and pencil test, berarti kita butuh instrument yang lain atau alternatif. Asesmen alternatif bukan menghilangkan penilaian paper and pencil test, tetapi bentuk asesmen yang lain dan dapat mengukur kemampuan siswa yang tidak dapat dijangkau dengan penilaian konvensional.
    Cara Dan Teknik Penilaian
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan  pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator  pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan. Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian prosedur.
1.  Cara Penilaian
a. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
b. Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
2. Teknik Penilaian
a. Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek yang  diamati agar dapat dinilai.
Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau format   instrumen daftar cek atau skala penilaian.
Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN:
Pada indikator“Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan kegiatan”

1)   Menggunakan Daftar Chek

2)    Menggunakan Skala Penilaian

b. Hasil Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak  diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.
Contoh format penilaian Produk :
Contoh Penilaian Produk Bidang Pengembangan  FISIK MOTORIK
Pada indikator “Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough, tanah liat”

FORMAT PENILAIAN HASIL KARYA

No
Nama Anak
Aspek Yang Dinilai
Jumlah yang Diperoleh
IDE
Bentuk
Kerapihan
о
о
о
1











2











3
























c. Penilaian Sikap
1) Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau   andangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah  perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan  dengan kehadiran objek sikap.

2)Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik  yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.  Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.
Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula  untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d. Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi  baik berupa gambar atau tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi /indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir  perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan dapat mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio dapat digunakan untuk bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
e.  Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

  Langkah-Langkah Penilaian
1.  Menentukan jenis penilaian untuk setiap indikator yang dirumuskan di dalam silabus atau Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian. Tujuan
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.
2.                 Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran.
3.                 Acuan yang digunakan dalam melaksanaan penilaian sehari-hari  kompetensi yang tertuang pada rencana kegiatan harian (RKH) untuk setiap anak.
4.                 Hal-hal dan cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Catatlah hasil penilaian perkembangan anak pada kolom penilaian di rencana kegiatan harian (RKH). Ada tiga kelompok anak yang perlu dicatat, kelompok pertama, yaitu: anak yang belum mencapai atau melakukan/menyelesaikan pekerjaan masih selalu dibantu guru, kelompok kedua, yaitu: anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar, dan kelompok ketiga, yaitu: anak yang menunjukkan kemampuan melebihi indikator-indikator yang diharapkan dalam RKH.
b. Simbol yang digunakan untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk setiap indikator adalah sebagai berikut:
  • Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan tugas-tugas sesuai indikator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom penilaian dituliskan tanda lingkaran kosong (O) pada nama anak bersangkutan.
  • Anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indicator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom tersebut dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh .
  • Anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, diberi dengan tanda cek (V).
5. Hasil catatan penilaian yang ada dalam rencana kegiatan harian (RKH) dirangkum dan  dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian perkembangan anak di TK.

















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini bisa disebut juga pengumpulan atau pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak. maka dari itu perlu adanya rancangan pembelajaran, sehingga guru dapat mengidentifikasi anak yang memerlukan bantuan dan dapat mengevaluasi tujuan pendidikan. Cara penilaian di PAUD lebih tepat menggunakan asesmen alternatif supaya tidak sulit ketika menilai perkembangan anak dan memberikan laporan kepada orang tua.
3.2.  Saran
1.    Seharusnya guru dapat mengetahui penilaian seperti apa yang pantas diterapkan di Pendidikan Anak Usia Dini;
2.    Guru harus menggunakan asesmen alternatif supaya lebih mudah untuk mengidentifikasi perkembangan atau memberikan laporan kepada orang tua;
3.    Guru hendaknya memilih alat penilaian yang tepat dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.


DAFTAR PUSTAKA
Abu, M. (2014). Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini. [Online]. Tersedia. www. Slidershare. net/muhaiminabufaiz.com. [10 Maret 2014].

Bukhori, M. (1994).TeknikEvaluasiDalamPembelajaran. Jakarta: Grasindo.

Mohamad, W. I. (2013). Penilaian Pembelajaran. [Online]. Tersedia: abibulah.blogspot.com. [12 April 2015].

Pantar, F. (2009). Peranan Penilaian dalam Pembelajaran. [Online]. Tersedia: sarkomkar.blogspot.com. [11 April 2015].

Sudijono, S. (2012).PengantarEvaluasiPendidikan. Bandung: Raja Grafindo.

Sukandi, (2008).EvaluasiPendidikan. Jakarta: BumiAksara.

Susanto,H. (2013). Penilaian Pengukuran dan Evaluasi. [Online]. Tersedia:
                                                      
Uyu, W. dan Mubiar, A. (2012). Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini. Bandung. Refika Aditama.



Komentar

  1. min numpang share ^^
    bosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN