PENILAIAN HASIL PRODUK
MAKALAH
Penilaian Hasil Produk
Untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD

Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I
Di Susun Oleh
Bunga Mercy Wely
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami
ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada
Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga
dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah
sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun
terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami
susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.
Jambi,
September 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian penilaian hasil produk.......................... 4
2.2 Fungsi penilaian hasil produk................................. 5
2.3 Tujuan penilaian hasil produk................................. 6
2.4 Prosedur penilaian hasil produk............................. 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................. 8
3.2 Saran...................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang Masalah
Sudah dapat dipastikan bahwa setiap
pendidik yang melaksanakan pembelajaran melakukan penilaian terhadap hasil
belajar peserta didiknya. Sebab menilai hasil belajar peserta didik menjadi
bagian integral dari tugas pendidik, penilaian pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh
pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil
belajar oleh Pemerintah. Oleh karena itu setiap pendidik wajib melakukan
penilaian hasil belajar para peserta didik nya.
Pembelajaran haruslah memberi peluang
kepada siswa untuk memperoleh pengalaman sehingga dapat mengembangkan tingkah
lakunya sesuai sasaran belajar yang telah dirumuskan. Pembelajaran dilakukan
dengan menggunakan bahan ajar dan latihan yang dipilih dan disusun secara
teliti agar tujuan benar-benar dapat dicapai dengan baik. Upaya untuk
memastikan ketercapaian tujuan-tujuan pembelajaran itu dilakukan dengan menyelenggarakan
rangkaian evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan selama
kurun waktu tertentu yang telah direncanakan. Itulah hakekat evaluasi dalam
desain penyelenggaraan pembelajaran sebagai bagian akhir dari rangkaian ketiga
pokok kegiatan tersebut diatas.
Penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik
sangat bervariasi pelaksanaannya. Ada pendidik yang sengaja mempersiapkannya
dengan baik ada pula yang melaksanakan penilaian itu sekedar memenuhi
kelengkapan mengajarnya. Bagi pendidik yang profesional yang memandang tugasnya
sebagai keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh profesi lain, hasil penilaian
yang dilaksanakan justru menjadi batu uji bagi keberhasilan dirinya sebagai
pengajar dan pendidik sehingga senantiasa dimanfaatkan untuk perbaikan dan
penyempuranaan tugas-tugas profesinya. Ia selalu berusaha mempersiapkan,
melaksanakan, dan mengkaji hasil penilaian dengan sebaik-baiknya. Kondisi
inilah yang diduga masih belum sepenuhnya dihayati oleh para pendidik di
sekolah sehingga tidak mengherankan tugas mengajar cenderung bersifat rutin.
Kita mengetahui bahwa penilaian dalam
kurikulum memiliki kedudukan yang sangat penting. Penilaian dilakukan selama
proses pemebelajaran maupun setelah proses pembelajaran. Jika kita perhatikan
lebih teliti, terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada kurikulum dari tahun
ke tahun yaitu terletak pada ranah penilaiannya. Dalam kurikulum 2004 siswa
dinilai ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sementara pada kurikulum 1994
siswa dinilai ranah kognitifnya saja Penilaian dalam ranah kognitif pada
pembelaajaran menuntut guru untuk melakukan variasi jenis-jenis penilaian. Pada
kurikulum yang sekarang ini siswa lebih dituntut agar berkemampuan untuk
memahami konsep, mengetahui posedur, mengomunikasikan gagasan atau ide,
bernalar serta memecahkan suatu permasalahan.
Salah satu jenis penilaian yang
memenuhi tuntutan tersebut adalah penilaian produk. Meskipun sudah banyak
yang menggunakan jeis penilaian ini, akan tetapi ini tidak menutup kemungkinan
masih terdapat beberapa kesalahan dalam melakukanya, sehingga perlu untuk
mempelajari lebih jauh tentang penilaian produk ini.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian penilaian hasil produk?
b. Apa saja fungsi penilaian hasil produk?
c. Apa tujuan
penilaian hasil produk?
d. Apa saja
prosedur penilaian hasil produk?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan pengertian penilaian hasil produk
b. Menjelaskan fungsi penilaian hasil produk
c. Menjelaskan tujuan penilaian hasil produk
d. Menjelaskan saja prosedur penilaian hasil produk
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penilaian
Hasil Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap
keterampilan dalam membuat suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian
terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti:
makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang
terbuat dari kayu, keramik, plastik dan logam. Produk yang dibuat adalah
benda-benda yang bermanfaat bagi diri siswa atau bagi lingkungan siswa.
Penilaian produk ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga proses
pembuatannya. Contoh, kemampuan peserta didik menggunakan berbagai teknik
menggambar, menggunakan peralatan dengan aman, membakar kue dengan hasil baik,
bercita rasa enak, dan berpenampilan menarik.
Depdiknas (2004:23) mengemukakan penilaian adalah suatu proses sistematis
yang mengandung pengumpulan informasi, menganalisis dan menginterpretasi
informasi tersebut untuk membuat keputusan keputusan. Menegaskan pendapat di atas,
Hamalik (2003:210) mengemukakan bahwa penilaian adalah suatu proses
berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai (assess)
keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran.
Sedangkan Arikunto (1997:3) mengemukakan bahwa penilaian dalam pendidikan
adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan atau sekolah.
Penilaian memang perlu dilaksanakan oleh setiap guru, hal ini agar guru
dapat melihat sejauh mana anak mencapai aspek perkembangan. Hasil dari
penilaian tersebut guru bisa mengevaluasi dan melihat aspek perkembangan mana
yang harus dikembangkan lagi, sehingga anak dapat mencapai aspek-aspek tersebut
sesuai tahap perkembangannya.
Penilaian dalam konteks pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
adalah prosedur sistematis yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi
tentang kinerja dan kemajuan berbagai aspek perkembangan yang dapat dicapai
oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembiasaan dalam kurun waktu
tertentu.
Menurut James, E. Johnson ( dalam buku mubiar (2012)) penilaian
mengemukakan bahwa,
In general,
evaluation is the process of selecting, gathering, and interpreting information
to make personal decisions or to from judgement about the worth of product or program
or about of value of an approach to solve a problem or a accomplish an
objective.
James, E. Johnson ( dalam buku mubiar (2012))mendefinisikan pengertian
diatas bahwa,
suatu proses
memilih, mengumpulkan, dan menafsirkan informasi untuk membuat keputusan atau
untuk membuat penilaian tentang kelemahan suatu produk atau program, atau
tentang sejauh mana keberhasilan pendekatan yang telah dilakukan dapat
menyelesaikan masalah sehingga dapat menyempurnakan suatu sasaran atau tujuan.
Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut Uyu dan Mubiar (2012)
merupakan, “proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan
tingkat pencapaian perkembangan anak dan pengambilan keputusan, pengakuan, atau
ketetapan tentang kondisi (kemampuan anak)”.
Adapun contoh penilaian pada
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah mendeksripsikan kemampuan anak dalam
melakukan tugas tertentu, seperti menyebutkan warna, membedakan bentuk,
menyebutkan ciri-ciri benda, binatang, tumbuhan, dan ciri lainnya. Tentunya
penetapan tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan merujuk pada standar
tingkat pencapaian perkembangan anak yang terdapat pada pedoman kurikulum
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Meskipun terdapat berbagai alasan dilaksanakannya penilaian, namun tujuan
umumnya adalah membuat suatu keputusan. Penilaian juga dilakukan untuk
memperbaiki program, menghentikan program, atau membandingkan program.
Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan mereka secara keseluruhan
yang meliputi perkembangan sosial, personal, emosi, kognitif, bahasa, motorik,
dsb. Penilaan anak usia dini sangat penting artinya untuk mengembangkan
kemampuan anak lebih lanjut lagi. Cara yang dilakukan untuk penilaiannyapun
sangat berbeda dengan cara penilaian anak pada jenjang lainnya. Jika saja di SD
atau jenjang penilaian lain yang lebih tinggi mengenal istilah “TES” maka
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hal tersebut jarang sekali dapat digunakan,
kecuali keperluan tertentu yang erat kaitannya dengan pengukuran. Oleh karena
itu, terdapat bentuk penilaian lain yang dapat digunakan seperti observasi dan
portofolio sebagai metode evaluasi alternatif.
2.2 Fungsi Penilaian Produk
Selain tujuan penilaian, seorang pendidik harus mengetahui fungsi dari
penilaian. Adapun fungsi-fungsi yang harus setiap pendidik ketahui sebagai
berikut:
1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki
kegiatan belajar mengajar termasuk dalam program kegiatan
2. Memberikan bahan pertimbangan bagi guru untuk
melakukan kegiatan terhadap anak agar fisik ataupun psikisnya dapat tumbuh dan
berkembang secara optimal
3. Memberi informasi kepada orang tua tentang
ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat memperbaiki,
meningkatkan bimbingan dan motivasi serta sebagai bentuk pertanggung jawaban
lembaga
4. Memberikan informasi kepada orang tua untuk
melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses
pembelajaran di Paud (Pendidikan Anak Usia Dini)
5. Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan kegiatan
bimbingan terhadap anak sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.
2.3 Tujuan Penilaian hasil produk
Guru harus memahami tujuan penilaian hasil
kerja agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyusun kisi-kisi instrument
penilaian. Penilaian hasil kerja biasa digunakan guru untuk
a.
Menilai penguasaan
keterampilan siswa yang diperlukan sebelum mempelajari keterampilan berikutnya.
b.
Menilai tingkat
kompetensi yang sudah dikuasai siswa pada setiap akhir jenjang/ kelas di
sekolah kejuruan.
c.
Menilai keterampilan
siswa yang akan memasuki institusi pendidikan kejuruan.
Selain itu penilaian produk akan menilai kemampuan
siswa dalam bereksplorasi dan mengembangkan gagasan dalam mendesain, memilih
bahan-bahan yang tepat, menggunakan alat, menunjukkan inovasi dan kreasi,
memilih bentuk dan gaya dalam karya seni.
Dalam
hubungannya dengan penilaian terhadap anak usia prasekolah, dapat dirumuskan
tujuan penilaian sebagai berikut:
1. Untuk merencanakan pembelajaran individual dan
kelompok agar dapat berkomunikasi dengan
orang tua.
2. Mengidentifikasi anak yang memerlukan bantuan atau
layanan khusus.
3. Mengevaluasi apakah tujuan pendidikan sudah tercapai
atau belum.
4.
Mengetahui dan meninjaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan
yang telah dicapai anak selama mengikuti pendidikan.
2.4 Prosedur Penilaian hasil produk
Prosedur sistematis tersebut mencakup upaya mengumpulkan, menganalisis, dan
menafsirkan berbagai informasi yang diperoleh melalui kegiatan pengukuran dan non
pengukuran yang dilakukan secara berkala, menyeluruh dan berkelanjutan
tentang kinerja dan perkembangan anak
untuk mengambil keputusan. Penafsiran terhadap berbagai informasi tersebut
dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Menurut Mohamad (2010) prosedur penilaian yang dilaksanakan harus memenuhi
persyaratan tertentu, adapun persyaratan penilaian tersebut sebagai berikut:
1. Memiliki Validitas
Memiliki
validitas memang salah satu syarat penilaian, validitas merupakan benar-benar
mengukur apa yang hendak diukur.
2. Mempunyai rehabilitas
Artinya suatu
alat penilaian memiliki rehabilitas, bila menunjukkan ketetapan hasilnya.
3. Objektifitas
Artinya Suatu
alat penilaian harus benar-benar
mengukur apa yang diukur, tanpa adanya interpretasi yang tidak ada hubunganna
dengan alat evaluasi itu.
4. Efesiensi
Suatu alat penilaian
seapat mungkin dipergunakan tanpa membuang waktu dan uang yang banyak.
5. Kegunaan atau kepraktisan
Kegunaan atau
kepraktisan disini diartikan bahwa penilaian yang dibuat harus praktis dan
tidak memusingkan, supaya guru tidak
sulit untuk untuk mengevaluasi atau memberikan laporan kepada orang tua.
Cara penilaian anak usia dini tidak boleh seorang guru hiraukan begitu saja. Pendidik harus
mengumpulkan berbagai informasi yang dalam kegiatan peserta didik lakukan.
Dalam mengumpulkan informasi ini biasanya guru menggunakan paper and pencil test standar atau penilaian konvensional atau tradisional.
Disebut konvensional karena metode penilaian inilah yang bisa dipakai guru.
Penilaian paper and pencil test semata-mata
hanya mengukur kemampuan kognitif, belum dapat menilai secara holistik. Apabila
kita menelaah perubahan kurikulum hendaknya dipahami tidak hanya sekedar
penyesuaian substansi materi dan format kurikulum dengan tuntunan perkembangan,
tetapi pergeseran paradigma. Dengan demikian dengan menggunakan penilaian guru
melakukan instrument selain paper and pencil test, berarti kita butuh
instrument yang lain atau alternatif. Asesmen alternatif bukan menghilangkan
penilaian paper and pencil test,
tetapi bentuk asesmen yang lain dan dapat mengukur kemampuan siswa yang tidak
dapat dijangkau dengan penilaian konvensional.
Cara Dan Teknik Penilaian
Beragam teknik
dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan
pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya
adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan pertumbuhan anak
berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian
kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian
hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan. Indikator-indikator pada
setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan
penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian
prosedur.
1. Cara
Penilaian
a. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan
(Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui
pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial
emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan
berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara
terus menerus.
Agar observasi
lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan
oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang
dituangkan dalam RKH.
b. Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot
adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang terjadi pada
anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
2. Teknik Penilaian
a. Unjuk Kerja
(Performance)
Penilaian unjuk
kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam
melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran,
memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek
yang diamati agar dapat dinilai.
Teknik
penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau
format instrumen daftar cek atau skala penilaian.
Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan
PEMBIASAAN:
Pada indikator“Berdoa sebelum dan sesudah
melaksanakan kegiatan kegiatan”
1)
Menggunakan Daftar Chek
2) Menggunakan
Skala Penilaian
b. Hasil Karya
(Product)
Hasil karya adalah
hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan
atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga
proses pembuatannya.
Contoh format
penilaian Produk :
Contoh Penilaian
Produk Bidang Pengembangan FISIK MOTORIK
Pada indikator “Membuat berbagai bentuk dengan
menggunakan plastisin, playdough, tanah liat”
FORMAT PENILAIAN HASIL KARYA
|
No
|
Nama Anak
|
Aspek Yang Dinilai
|
Jumlah yang Diperoleh
|
||||||||
|
IDE
|
Bentuk
|
Kerapihan
|
|||||||||
|
•
|
√
|
о
|
•
|
√
|
о
|
|
√
|
о
|
|||
|
1
|
|||||||||||
|
2
|
|||||||||||
|
3
|
|||||||||||
c. Penilaian Sikap
1) Pengertian
Sikap bermula dari
perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang
dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai
atau andangan hidup yang dimiliki oleh
seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan
yang diinginkan.
Sikap terdiri dari
tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif
adalah perasaan yang dimiliki oleh
seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah
kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif
adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu
berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
2)Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap
dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada umumnya
menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum
kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh
karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil observasi dapat
dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama
di sekolah.
Catatan dalam
lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku
peserta didik sangat bermanfaat pula
untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam
penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d. Portofolio
Penilaian
portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi baik berupa gambar atau tulisan sederhana
yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/dikaji untuk
mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi
/indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil
karya anak, untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan
dapat mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu.
Penilaian Portofolio dapat digunakan untuk bidang pengembangan pembiasaan dan
bidang pengembangan kemampuan dasar.
e. Penugasan (Project)
Penugasan
merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak
dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan
percobaan menanam biji.
Langkah-Langkah Penilaian
1. Menentukan jenis penilaian untuk
setiap indikator yang dirumuskan di dalam silabus atau Pemetaan Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian. Tujuan
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk
memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.
2.
Penilaian
dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran.
3.
Acuan yang
digunakan dalam melaksanaan penilaian sehari-hari kompetensi yang tertuang pada rencana kegiatan
harian (RKH) untuk setiap anak.
4.
Hal-hal dan cara
pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Catatlah hasil
penilaian perkembangan anak pada kolom penilaian di rencana kegiatan harian
(RKH). Ada tiga kelompok anak yang perlu dicatat, kelompok pertama, yaitu: anak
yang belum mencapai atau melakukan/menyelesaikan pekerjaan masih selalu dibantu
guru, kelompok kedua, yaitu: anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan
tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar, dan kelompok ketiga,
yaitu: anak yang menunjukkan kemampuan melebihi indikator-indikator yang
diharapkan dalam RKH.
b. Simbol yang
digunakan untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk setiap indikator adalah
sebagai berikut:
- Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan tugas-tugas sesuai indikator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom penilaian dituliskan tanda lingkaran kosong (O) pada nama anak bersangkutan.
- Anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indicator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom tersebut dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh .
- Anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, diberi dengan tanda cek (V).
5. Hasil catatan
penilaian yang ada dalam rencana kegiatan harian (RKH) dirangkum dan dipindahkan ke dalam format rangkuman
penilaian perkembangan anak di TK.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini bisa disebut juga
pengumpulan atau pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian
perkembangan anak. maka dari itu perlu adanya rancangan pembelajaran, sehingga
guru dapat mengidentifikasi anak yang memerlukan bantuan dan dapat mengevaluasi
tujuan pendidikan. Cara penilaian di PAUD lebih tepat menggunakan asesmen
alternatif supaya tidak sulit ketika menilai perkembangan anak dan memberikan
laporan kepada orang tua.
3.2. Saran
1. Seharusnya guru
dapat mengetahui penilaian seperti apa yang pantas diterapkan di Pendidikan
Anak Usia Dini;
2. Guru harus
menggunakan asesmen alternatif supaya lebih mudah untuk mengidentifikasi
perkembangan atau memberikan laporan kepada orang tua;
3. Guru hendaknya
memilih alat penilaian yang tepat dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
DAFTAR PUSTAKA
Abu, M. (2014). Penilaian
Perkembangan Anak Usia Dini. [Online]. Tersedia. www. Slidershare.
net/muhaiminabufaiz.com. [10 Maret 2014].
Bukhori, M. (1994).TeknikEvaluasiDalamPembelajaran.
Jakarta: Grasindo.
Mohamad, W. I. (2013). Penilaian Pembelajaran. [Online]. Tersedia:
abibulah.blogspot.com. [12 April 2015].
Pantar, F. (2009). Peranan
Penilaian dalam Pembelajaran. [Online]. Tersedia: sarkomkar.blogspot.com.
[11 April 2015].
Sudijono, S. (2012).PengantarEvaluasiPendidikan. Bandung:
Raja Grafindo.
Sukandi, (2008).EvaluasiPendidikan. Jakarta: BumiAksara.
Susanto,H. (2013). Penilaian
Pengukuran dan Evaluasi. [Online]. Tersedia:
Uyu, W. dan Mubiar, A. (2012). Penilaian
Perkembangan Anak Usia Dini. Bandung. Refika Aditama.
min numpang share ^^
BalasHapusbosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^