LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT PENILAIAN PORTOFOLIO


MAKALAH
Langkah-langkah dalam membuat Penilaian Portofolio
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD




Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I

Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


KATA PENGANTAR
                             

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.


Jambi, September 2018
Penulis             













DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii                  
DAFTAR ISI............................................................................. iii


BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang...................................................... 1
1.2    Rumusan masalah................................................. 2
1.3    Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Penilaian Portofolio ............................. 4
2.2  Langkah-langkah Penilaian Portofolio.................... 5
2.3   Bahan-bahan Portofolio......................................... 6
2.4  Rambu-rambu penyusunan dokumen Portofolio..... 7
BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan........................................................... 10
3.2  Saran...................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 12









BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang Masalah
Sebagai sumber informasi,  mempermudah dokumentasi,  menghargai perkembangan peserta didik, dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Penilaian portofolio dapat dijadikan alat untuk menggali informasi tentang pemahaman siswa mengenai suatu konsep.
Selain itu dapat membantu siswa meningkatkan rasa tanggungjawab dalam belajar. Terkait penilaian, pada kurikulum 2013 penilaiannya cukup rumit. Terdapat tiga aspek yang harus dinilai oleh pendidik yaitu aspek Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan.
Penilaian Sikap terdiri atas Sikap Spiritual dan Sikap sosial. Yaitu kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik. Nilai Sikap ini diperoleh dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan.
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik, yang biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian ini sudah biasa dilakukan oleh pendidik. Sedangkan penilaian keterampilan pada kurikulum 2006 belum nampak sebagai nilai yang mandiri. Tetapi pada kurikulum 2013 nilai keterampilan dijasikan sebagai bagian dari penilaian berbasis kelas.
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan tersebut meliputi ranah berpikir dan bertindak. Keterampilan ranah berpikir meliputi antara lain keterampilan menggunakan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat.

Sedangkan keterampilan dalam ranah bertindak antara lain membaca, menulis, menghitung, menggambar, dan mengarang. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, penilaian portofolio.
Pada kesempatan kali ini admin akan membahas penilaian keterampilan dengan teknik portofolio.





















1.2 Rumusan Masalah
                                               
a.   Apa pengertiann penilaian portofolio?
b.   Apa langkah-langkah penilaian portofolio?
c.   Apa Bahan-bahan portofolio?
d.   Apa rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio?
                                       
1.3 Tujuan
                                              
a. Menjelaskan pengertiann penilaian portofolio
b. Menjelaskan langkah-langkah penilaian portofolio
c. Menjelaskan Bahan-bahan portofolio
d. Menjelaskan rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio

















BAB II
PEMBAHASAN
2.I Pengertian Penilaian Portofolio
Portofilio dapat digunakan untuk melihat perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai bukti dari suatu kegiatan. Portofolio juga dapat dipandang juga sebagai suatu proses sosial pedagogis, yaitu sebagai collection of learning experience yang terdapat dalam pikiran peserta didik, baik yang berwujud pengetahuan (cognitive), keterampilan (psychomotor), maupun sikap dan nilai (affective). Artinya, portofolio bukan hanya berupa benda nyata, melainkan mencakup “segala pngalaman batiniah” yang terjadi pada diri setiap peserta didik.
Dalam bidang bahasa, portofolio dapat merupakan suatu adjective yang sering disandingkan dengan konsep lain, seperti: pembelajaran dan penilaian, karena itu timbul istilah portofolio-based instruction dan portofolio-based assessment.
Penilaian portofolio berbeda dengan jenis penilaian yang lain. Penilaian portofolio adalah suatu pendekatan atau teknik penilaian yagn bertujuan untuk mengukur sejauhmana kemempuan peserta didik dalam membangun dan merefleksi suatu pekerjaan/tugas atau karya melalui pengumpulan (collection) bahan-bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dibangun oleh peserta didik, sehingga hasil konstruksi tersebut dapat dinilai dan dikomentari oleh guru dalam periode tertentu. Jadi, penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalam penilaian kinerja peserta didik atau digunakan untuk menilai kinerja.
Kelebihan pendekatan portofolio adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih banyak terlibat, dan peserta didik sendiri dapat dengan mudah mengontrol sejauhmana perkembangan kemampuan yang telah diperolehnya.
Popham (1994) menjelaskan “penilaian portofolio merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atau hasil pekerjaan peserta didik dalam kurum waktu tertentu”. Dalam sistem penilaian portofolio, guru membuat file untuk masing-masing peserta didik, berisi kumpulan sistematis atas hasil prestasi belajar mereka selama mengikuti proses pendidikan

Penggunaan portofolio untuk penilaian juga bermanfaat, karena hal-hal berikut:
  1. Portofolio menyajikan atau memberikan: “bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas.
  2. Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik.
  3. Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa.
  4. Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa.
  5. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
  6. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atau bervariasinya gaya belajar siswa.
  7. Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar.
  8. Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa.
  9. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran.
  10. Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan.
  11. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan

2.I Langkah-langkah Penilaian Portofolio
Terdapat tiga tipe portofolio yaitu portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio pameran. Pendidik dapat memilih tipe portofolio sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar dan atau konteks mata pelajaran. Portofolio merupakan bagian dari penilaian autentik, yang secara langsung dapat merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
Yang dimaksud penilaian otentik itu sendiri adalah penilaian sebenarnya yang dilakukan guru terhadap siswa pada saat proses belajar berlangsung. Arifin (2011:4) mengemukakan bahwa penilaian portofolio merupakan pendekatan yang bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan peserta didik dalam mengkonstruksi dan  merefleksi suatutugas/karya.
Melalui pengumpulan yang relevan dengan tujuan pembelajaran sehingga hasil konstruksi dapat dinilai oleh guru dalam periode tertentu. Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja pesert didik yang produktif. Yaitu bukti tentang apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan. Portofolio sebagai salah satu instrumen penilaian harus mampu mencerminkan hasil belajar atau hasil pekerjaan peserta didik terhadap sesuatu yang dipelajarinya.
Langkah pertama: Menentukan maksud atau fokus portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
         Mengapa saya (guru) memerlukan portfolio siswa?
         Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
         Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
         Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
         Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
         Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain (misalnya siswa, orang tua, dan guru)?
Langkah kedua: Menentukan aspek isi yang dinilai
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
         Apakah saya (guru) akan menilai hanya karya terbaik siswa, ataukah akan
  
menilai perkembamgannya siswa?
         Pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa, yang menjadi aspek utama
  untuk dinilai? 
Langkah ketiga: Menentukan bentuk, susunan, atau organisasi portofolio.Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
         Jenis isi apa (karya cipta siswa ataukah catatan laporan kegiatan siswa
   yang harus ada untuk mendapat nilai
         Apa yang harus ada dalam ‘Daftar Isi’ protfolio, atau apa garis besar isi
  portofolio, yang harus terdapat dalam portofolio?
               Bagaimana definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi portofolio?
Langkah keempat: Menentukan penggunaan portfolioHal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
               Berapa lama setiap hari siswa diharapkan mengerjakan tugas membuat portofolio itu? (Misalnya 15 menit setiap hari)
               Bagaimana kaitan antara portofolio itu dan pembelajaran sehari-hari?
               Siapa yang menentukan jenis isi portofolio itu? (Guru sendiri, guru dan siswa, atau siswa sendiri?)
               Kapan portofolio itu akan dicermati untuk dinilai?
               Bagaimana pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor)?
               Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan siswa yang bersangkutan?
               Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua siswa, kepala sekolah, guru lain, atau siswa lain?
Langkah kelima: Menentukan cara menilai portfolio
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
               Apakah penskoran portofolio akan dilakukan dengan dua macam rubrik (pedoman) penskoran, yaitu rubrik umum dan rubrik khusus?
               Apakah rubrik penskoran untuk setiap jenis isi portofolio itu sudah ada?
               Apakah penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama siswa yang bersangkutan?
Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik
Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
               Apakah nilai portfolio akan dinyatakan sebagai satu skor saja?
Perlu diperhatikan bahwa isi portofolio dapat sangat bervariasi.  Oleh karena itu, guru harus mengarahkan siswa agar portofolio yang dibuat oleh siswa sesuai dengan tujuaan pembelajaran.  Guru sebaiknya menentukan apa yang harus ada di dalam portofolio dan apa yang boleh ada di dalam portofolio; meskipun produk yang istimewa di luar yang ditentukan itu tentu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio.  Penggunaan portofolio juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan, dan memahami siswanya.  Dalam rangka itu, sebaiknya portofolio dibahas dengan sesama guru, kepala sekolah, dan dengan orang tua siswa.
2.3  Bahan-Bahan Portofolio
Menurut Sumarna (2006; 39) bahan-bahan yang dapat dijadikan portofolio di sekolah, adalah sebagai berikut:
1. Penghargaan tertulis, misalnya sertifikat mengikuti lomba matematika tingkat kelas, sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional;
2. Penghargaan lisan, guru mencatat penghargaan lisan yang diberikan peserta didik dalam kurun waktu tertentu
3. Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan, berupa buku catatan peserta didik
5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan, menurut pendapat guru dan peserta didik
7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan, antara lain dari teman atau orang lain
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran
9. Hasil ulangan harian atau semester
10. Prosentase dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan dan
11. Catatan pribadi
12. Daftar kehadiran
13. Persentase tugas yang telah selesai dikerjakan
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala peserta didik melakukan kesalahan
15. Audio visual
16. Video
17. Disket.
Kemudian dalam proses penyusunan bahan-bahan portofolio mempertimbangkan beberapa faktor, masing-masing;
1. Koleksi:
 mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang menunjukkan pertumbuhan, kemajuan, dan hasil belajar.
2. Organisasi:
 mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta didik.
3. Refleksi:
merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi.
4. Penyajian:
mempresentasikan hasil kerja peserta didik.
Portofolio disusun sedemikian rupa dari hasil kerja peserta didik dengan mempergunakan beberapa pertimbangan dan struktur kerja, karena portofolio tersebut akan membangun daya kreativitas dan struktur berpikir peserta didik, dimulai dari mendiskripsikan informasi primer dan kemudian informasi sekunder serta dipaparkan secara asal-asalan dan tumpang tindih, kemudian mempertimbangkan
Bahan-bahan yang dikumpulkan adalah bahan yang dapat memberi informasi tentang perkembangan yang dialami oleh peserta didik, atau bahan itu berguna olah guru sebagai informasi dalam pengambilan keputusan, bahan-bahan di atas dipilih dan ditentukan yang relevan dengan materi pelajaran atau dapat ditambah dengan bebagai bahan lain.
2.4 Rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio.
1) Dokumen portofolio berupa karya/tugas peserta didik dalam periode tertentu, digunakan oleh pendidik untuk mendeskripsikan capaian kompetensi keterampilan.
2) Dokumen portofolio disertakan pada waktu penerimaan rapor kepada orangtua/wali peserta didik. Orangtua/wali peserta didik memberi komentar pada dokumen portofolio sebelum dikembalikan ke sekolah.
3) Pendidik pada kelas berikutnya menggunakan portofolio sebagai informasi awal peserta didik yang bersangkutan.
bahwa dokumen portofolio dapat diperoleh dari hasil penilaian proyek dan atau produk. Berkenaan dengan proses pengolahan nilai keterampilan, nilai portofolio tidak berupa angka melainkan berisi deskripsi..

Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasi kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja siswa secara individual atau berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Langkah-langkah dalam melaksanakan penilaian portofolio adalah:
a. Tahap Persiapan
1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang akan diakses dengan penilaian portofolio.
2. Menjelaskan pada mahasiswa bahwa akan dilaksanakan penilaian portofolio, proses yang harus ditempuh mahasiswa, bila perlu diperlihatkan contohnya.
3. Menjelaskan bagian mana, seberapa banyak keinerja dan hasil karya yang secar minimal harus disertakan dalam portofolio, dalam bentuk apa dan bagaimana hasil karya akan diakses.
4. Menjelaskan bagaimana hasil karya harus disajikan.

b. Tahap Pelaksanaan
1. Guru mendorong dan memotivasi siswa
2. Guru mendiskusikan secara rutin dengan mahasiswa tentang proses pembelajaran yang akan menghasilkan karya siswa.
3. Memberikan umpan balik secara berkesinambungan.
4. Memamerkan keseluruhan hasil karya siswa yang disimpan dalam portofolio bersama siswa lainnya.
c. Tahap Penilaian
1. Menegakan kriteria penilaian bersama-sama atau dengan partisipasi siswa.
2. Kriteria yan disepakati dilaksanakan secara konsisten oleh dosen dan siswa.
3. Arti penting dari tahap penilaian adalah self assesment yang dilakukan oleh mahasiswa.
4. Hasil penilaian dijadikan tujuan batu bagi proses pembelajaran berikutnya.


Sedangkan penilaian tertulis berbentuk uraian atau esay yang menuntut siswa mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensistesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis sebisa mungkin bersifat komperhensif sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Buatlah contoh studi kasus atau berangkat dari fenomena nyata di kehidupan lalu siswa diminta membuat analisa mendalam tentang kasus tersebut sampai muncul sebuah kesimpulan. Cari berita/kasus yang update dan memang menjadi masalah kontemporer saat ini.

Kekuatan penilaian portofolio
1. Sangat baik dilakukan dalam merefleksikan prestasi dan perkembangan diri siswa.
2. Membantu memotivasi siswa dan lebih melibatkan mereka dalam proses pembelajaran.
3. Meningkatkan kemampuan siswa untuk mengevaluasi kinerja dan produk mereka.
4. Jika penilaian portofolio digunakan dengan baik dan benar, maka dapat memperkuat hubungan antara proses pembelajaran dan penilaian
5. Portofolio dapat meningkatkan komunikasi guru dengan siswa dan orang tua siswa.











BAB III
PENUTUP

3.I Kesimpulan
Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya-karya terbaik peserta didik secara bertahap dan pada akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan. Karya terbaik tersebut disimpan dalam folder dokumen portofolio. Dan pada karya juga diperlukan komentar dan refleksi dari pendidik, dan orangtua peserta didik.
3.2 Saran
Penulis banyak menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami meminta kritik dan saran nya untuk lebih memperbaiki isi makalah kami.












Daftar Pustaka
Portofolio dalam Pembelajaran IPS, Bandung PT Remaja Rosdakarya, Cet. 9 tentang portofolio Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi Pendidikan
Herliani,
Elly. 2009. Penilaian Hasil Belajar.
PPPPTKIPA: Jakarta Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Amirin, Tatang M. 2011. Pengertian dan langkah penilaian produk
tatangmanguny.wordpress.com
Munib, Achmad. 2009. Pengantar
Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes
Press
Handout Makul
Manajemen Pendidikan,
Pengampu : Dr. H. Samino, M.M
KBK. (2002). Penilaian berbasis kelas.Jakarta: Pusat
Kurikulum Balitbangepdiknas


Komentar

  1. min numpang share ^^
    bosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN