HAKIKAT EVALUASI PENDIDIKAN
MAKALAH
Hakikat Evaluasi Pendidikan
Untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Evaluasi Pendidikan PAUD

Dosen Pembimbing
Dr. Jamilah M.Pd.I
Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami
ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada
Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga
dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah
sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun
terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami
susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.
Jambi,
September 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian evaluasi................................................ 4
2.2 Prinsif-prinsif
evaluasi............................................... 5
2.3 Tujuan
Evaluasi...................................................... 6
2.4 Evaluasi
dalam program paud................................ 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................. 10
3.2 Saran...................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam pendidikan, tujuan merupakan sasaran ideal yang
hendak dicapai untuk mengetaui kapasitas, kwalitas anak didik perlu diadakan
evaluasi. Dalam evaluasi perlu adanya teknik, dan sasaran untuk menuju
keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Evaluasi yang baik haruslah
didasarkan atas tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh suro dan kemudian
benar-benar diusahakan oleh guru untuk siswa. Betapapun baiknya, evaluasi
apabila tidak didasarkan atas tujuan pengajaran yang diberikan, dan keseriusan
peserta didik untuk mengadakan evaluasi pendidikan maka tidak akan tercapai
sasarannya. Dan diharapkan dari adanya evaluasi pendidikan dapat dilihat mutu
pendidikan di Negara ini agar kita sebagai penerus bangsa dapat memperbaiki
mutu pendidikan.
Penilaian merupakan komponen penting dalam penyelenggarakan pendidikan.
Dalam penilaian terdapat system penilaian dan kualitas pembelajaran. sistem
pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik. sistem penilaian
yang baik akan mendorong para pendidik untuk menentukan strategi mengajar yang
baik dalam memotivasi peserta didik yang lebih baik .perkembangan anak usia
dini merupakan perkembangan usia emas yang sangat memiliki makna bagi
kehidupannya kelak.jika usia emas itu di optimalkan pertumbuhannya melalui pendidikan
yang tepat Developmentally Appropriate Practice (DAP ).perkembangan kemampuan
dasar anak juga penting untuk diperhatikan karena anak usia dini masih dalam
pertumbuhan dan perkembangan.pendidikan diindonesia masih rendah bahkan masih
jauh di bandingkan dengan Negara lain.Dalam evaluasi pembelajaran anak usia
dini guru senanatiasa memperhatikan karakter anak .
Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi
pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. Dalam
suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan
juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the
learning) agar proses belajar lebih memadai. Sebagaimana yang dikemukakan oleh
Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam
merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu anak.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa Pengertian evaluasi?
b. Apa Prinsif-prinsif
evaluasi?
c. Apa Tujuan Evaluasi ?
d. Apa Evaluasi dalam program paud?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan Pengertian evaluasi
b. Menjelaskan Prinsif-prinsif
evaluasi
c. Menjelaskan Tujuan Evaluasi
d. Menyebutkan Evaluasi
dalam program paud
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Evaluasi
Menurut bahasa,
kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris “evalution”, dalam bahasa Arab “al
Taqdir” yang berarti penilaian atau penaksiran, (John M. Echts dan Hasan
Shadily, 1983 : 220). Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan
kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan
menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh
kesimpulan.
1 Evaluasi
pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi
data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau
menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai
dengan standar tertentu. Ada beberapa pendapat lain definisi mengenai evaluasi:
a. Bloom Evaluasi yaitu: pengumpulan kegiatan
secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kegiatannya terjadi perubahan
dalam diri siswa menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi
siswa.
b. Stuffle Beam Evaluasi adalah proses
menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai
alternatif keputusan.
c. Suharsimi Arikunto 1 M. chabib Thaha,
Teknik Evalusi Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan
informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut
digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.
Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang
berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil
berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.
d. Worthen dan
Sanders Evaluasi adalah mencari sesuatu yang berharga (worth). Sesuatu yang
berharga tersebut dapat berupa informasi tentang suatu program, produksi serta
alternate prosedur tertentu. Karena evaluasi bukan merupakan hal yang baru
dalam kehidupan manusia sebab hal tersebut senantiasa mengiringi kehidupan
seseorang. Seorang manusia yang telah menerjakan suatu hal, pasti akan menilai
apakah yang dilakukannya tersebut telah sesuai dengan keinginannya semula.
e. Viviane dan
Gilbert de Lansheere Evaluasi adalah proses penentuan apakah materi dan metode
pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penentuannya bisa
dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Terlihat
disana bahwa acuan tes adalah tujuan pembelajaran.
2.2 Prinsif-prinsif
evaluasi
-Keterpaduan.
Evaluasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan
intrusional pengajaran, materi pembelajaran dan metode pengajaran.
-Keterlibatan peserta didik.
Prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena keterlibatan
peserta didik dalam evaluasi bukan alternatif, tapi kebutuhan mutlak.
-Koherensi.
Evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah
dipelajari dan sesuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur.
-Pedagogis.
Perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat
perubahan sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu
menjadi motivator bagi diri siswa.
-Akuntabel.
Hasil evaluasi haruslah menjadi alat akuntabilitas atau bahan
pertanggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan seeprti orangtua siswa,
sekolah, dan lainnya.
Prinsip-Prinsip
Penilain
a. Berpusat anak.
Penilaian yang
dilakukan hendaknya berpusat pada semua aktifitas yang di lakukan oleh anak.
Penilain bertugas melakukan pengamatan terhdap semua aktifitas yang di lakukan
oleh anak setiap saat, dimana saja dan kapan saja tampa harusmenggangu waktu
yang telah di tentukan atau di jadwalkan.
b. Berkesinambunga
Penilaian di lakukan
secara berencana, bertahap dan terus-menerus untuk memperoleh gambaran tentang
perkembangan proses belajar anak didik.
c. Menyeluruh atau keterpaduan.
Perubahan
prilaku dalam tujuan pembelajaran perlu di capai secara menyeluruh baik yang
menyangkut pengetahuan, sikap, prilaku, nilai, serta keterampilan. Penilain
bersifat menyeluruh apabila penilaian di gunakan mencakup aspek proses dan
hasil pengembangan yang secara bertahap menggambarkan perubahan prilaku.
d. Lebih mementingkan dari pada hasil
Penilain pada
anak sebaiknay mementingkan pada pengamatan yang dilakukan selama prose yang
berlangsung dan bukan pada hasil akhrinya saja. Penilain yang paling baik
dilakukan saat anak melakukan aktifitas belajar dan bermain. Untuk itu
penilaian di lakukan tidak selalu’’ paper and pencilpes’’, tetapi lebih kepada
pengamatan secara lamhsung terhadap aktifitas anak.
e. Berorinetasi pada tujuan.
Penilaian di tk
berorientasi kepada kompetensi yang di harapkan, proses pertumbuhan dan
perkembangan anak.
f. Objektif dan alamiah.
Dalam melakuakn
penilain di uasahakan seobjektif mungkin yaitu penilai hanya memperhatiakn
obejnya. Perasaan-perasaan, keinginan-keingina, prasangka-prasangka penilai
sedapatkan mugnkin harus di kesampingkan pada saat menilai. Penilai juga harus
memperhatiak perbedaan-perbedaan yang keunikan perkembangan setiap anak,
sehingga penilai tidak memberikan penafsiran yang sama pada setiap anak.
g. Mendidik
Hasil penilai
harus dpaat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada semua anak
dalam menigkatkan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu,
hasil penilain harus di nytakan dan dapat di rasakan sebagai penghargaan
bagi anak yang belum berhasil. Dengan demikian, usaha penilaian dalam memperkuat
prilaku dan sikap yang positif.
h. Konsiten dan jujur.
Penilai yang
dilakukan oleh dua orang penilai akan lebih dapat di di pertanggung
jawabkan ketika membuat rekomendasi atau menentuksn tindak lanjut.
i. Kebermaknaan.
Hasil penilain
harus bermakna bagi giri, orangtua, anak didik dan pihak-pihak lain yang
membutuhakn utnuk menignktakan pertumbuhndan perkembangan anak.
j. Kesesuain.
Penilaian harus
memperhatikan adanya keseian antara apa yang di ajarkan di tk dengan laporan
yang di buat.
2.3
Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang
terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting
yaitu : input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah
dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran.
Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Tujuan Evaluasi
Dalam Proses Pembelajaran Adalah :
1. Mengetahui apakah materi yang di pelajari dapat dilanjutkan dengan bahan
yang baru/diulangi
2. Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang di gunakan oleh pendidik
3. Untuk mengetahui efektifitas proses pembelajaran yang dilaksanakan
4. Untuk mengetahui apakah komponen-komponen dalam proses pembelajaran sudah
memberikan kontribusi positif bagi proses pembelajaran.
5. Untuk mengetahui kesesuaian presepsi dan pemikiran peserta didik dalam
mengikuti proses pembelajaran.
6. Mengetahui sejauh mana perkembangan dari pelaksanaan pembelajaran
7. Mengetahui perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan apa yang terjadi
pada peserta belajar
8. Mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan
9. Mengetahui dampak apa yang terjadi dari proses pembelajaran.
10. Bahan
pertimbangan untuk menentuakan proses selanjutnya agar lebih efektif dan
efisien
11. Mengajak kepada
semua pihak untuk lebih bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya.
12. Menemukan pada
bagian-bagian mana dari proses pembelajaran yang dianggap belum berhasil
13. .Mengungkapkan
kerugian dan manfaat dari proses pembelajaran
14. Mengungkapkan
faKtor-faktor pendukung dan penghambat dari proses pembelajaran
15. Menentukan
apakah pendekatan dan teknik yang digunakan dalam pembelajaran sudah tepat
16. Menentukan
tepat atau tidaknya media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan belajar
peserta belajar
17. Menentukan
apakah fasilitator memberikan kemudahan peserta belajar memahami materi
kegiatan pelatihan, pembelajaran.
18. Menentukan
tingkat kemajuan pelaksanaan pembelajaran
2.4 Evaluasi dalam
program paud
Terdapat beberapa alat penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian
evaluasi, yaitu sebagai berikut
a. Lembar pengamatan terstruktur atau daftar periksa
pengamatan guru
Berisi sejumlah aspek yang akan diamati dengan beberapa kategori penilaian
yang dilakukan dengan memberi tanda ceklis sesuai dengan apa yang tampak selama
pengamatan berlangsung.
b. Catatan anekdot
Merupakan kumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam
situasi-situasi tertentu. Kesimpulan catatan tersebut meliputi aktivitas anak
yang bersifat positif dan negatif. Catatan anekdot merupakan catatan singkat
peristiwa penting yang mengungkapkan perhatian secara individu. Anekdot dapt
mengkomunikasikan informasi sehingga fakta, perasaan dapt lebih terbuka.
Pencacatan anekdot dapat dilakukan kapan saja dan dapat digunakan hampir setiap
saat, berupa kata-kata singkat tentang apa yang dilihat dan didengar. Catatan
anekdot memiliki 5 karakteristik, yaitu
1. Catatan anekdot adalah hasil observasi langsung
2. Catatan anekdot adalah tepat, akurat, singkat dan
spesifik tentang suatu peristiwa
3. Interpretasi mengenai suatu insiden dicatat terpisah
dengan insiden lainnya
4. Catatan anekdot meliputi konteks perilaku
5. Catatan anekdot berfokus pada yang tipikal atau tidak
biasa untuk anak yang diamati
f. Portolpolio
Berupa koleksi sejumlah kegiatan di lakuakn oleh seorang anak. Portopolio
merupakan kumpulan karya anak yang dapat berupa gambar-gambar, lembra kerja
anak, foto atau rekaman kaset pembicara anak. Portopolio biasnya berisi koleksi
kegiatan dan tugas secara perorongan yang di kumpulkan oleh guru.
g. Lembar wawancara dan percakapan.
Di perlukan untuk mengetahui pikiran, ide dari seorang anak atau sejumlah
anak.
Tahap Kegiatan evaluasi Penilaian
Penilaian di TK menggunakan tiga kegiatan utama yang merupakan rangkaian
kerja yang dilakukan oleh guru, diantaranya yaitu :
a. Mengamati (observation)
Yaitu proses memperhatikan anak atau sekelompok anak ketika melakukan suatu
kegiatan bermain dan belajar.
b. Mencatat (recording)
Yaitu proses mendokumentasikan ( mengumpulkan catatan) tentang kegiatan
atau dalam suatu kegiatan tertentu yang teramati dengan baik. Baik bersifat
negatif maupun yang bersifat negatif.
c. Melaporkan (reporting)
Yaitu proses pengambilan keputusan sebagai hasil pengamatan dan pencatatan
yang terdahulu, untuk selnajutnya diinformasikan kepada orang tua dalam bentuk
laporan, baik laporan tertulis maupun tulisan.
Teknik Pencatatan
Terdapat
beberapa pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peristiwa, yaitu :
Guru selalu menyimpan kertas dan pensil di
kantong/saku untuk dapat menggambarkan kejadian penting dari sebuah interaksi Menyimpan kertas dan pensil di ruangan kelas untuk mencatat keterangan Ketika
sebuah kegiatan selesai, catatan-catatan pendek tersebut disalin secara lebih
terperinci dan detail ke dalam sebuah buku besar untuk diarsipkan
Membuat catatan harian untuk menggambarkan pengamatan
spesifik dari kesan-kesan umum tentang suatu kegiatan pada hari tersebut
Menggunakan kartu catatan perorangan untuk setiap
anak. Dengan merotasi kartu-kartu tersebut setiap hari, berarti guru telah
mencatat kegiatan anak.
Pelaporan Hasil Penilaian
Setelah dilakukan pengamatan dan pencatatan tertulis, tahap selanjutnya
dari kegiatan evaluasi adalah pelaporan secara tertulis kepada pihak yang
berkepntingan terutama untuk mengetahui sejauh mana anak telah mencapai
kemajuan perkembangan dan belajarnya, hambatan dan hal-hal lain yang diperlukan
sebagai acuan untuk memberikan bimbingan kepada anak.
Laporan hasil evaluasi atau penilaian terhadap anak adalah elemen yang
penting dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini.
a) Hakikat laporan tertulis
Laporan tertulis adalah sebuah cara formal untuk memberikan informasi dari
pihak sekolah ke pihak orang tua/keluarga. Umumnya laporan tertulis berisi
catatan tertulis tentang :
1) Aspek dari keseluruhan dimensi perkembangan baik fisik
maupun psikis
2) Aspek perkembangan secara spesifik/khusus baik yang
merupakan kekuatan atau kelemahan dari anak secara individual
3) Aspek kebiasaan sehari-hari anak diasekolah, hal-hal
yang disukai dan tidak disukai
4) Aspek yang berhubungan dengan pola dan gaya anak
ketika berinteraksi dengan orang lain.
b) Hal-hal yang perku diperhatikan dalam laporan tertulis
Agar laporan tertulis lebih bermakna dan dapat dipertanggung jawabkan
secara akademis maka terdapat hal penting untuk diperhatikan oleh guru, di
antaranya adalah :
1) Laporan hendaknya dapat memberikan gambaran tentang
anak pada satu satuan waktu tertentu. Untuk itu perlu di cantumkan hari,
tanggal, dan waktu pengamatan berlansung
2) Laporan harus dapat mencerminkan sikap kepedulian
secara lansung dan objektif
3) Menggunakan ragam bahasa tulis yang positif, dengan
penekanan pada kekuatan dan kebutuhan anak
4) Berusaha untuk tidak terkesan menghakimi ketika
menulis laporan atau melaporkan perilaku anak pada keluarga
5) Semua informasi yang ditulis pada laporan hendaknya
dapat dipertanggungjawabkan
6) Pada akhir uraian selalu tawarkan saran-saran mengenai
cara-cara yang dapat dilakukan sebagai alternatif pemecahan masalah
7) Isi laporan jangan menimbulkan kecemasan yang mendalam
bagi orang tua/keluarga
8) Informasi tertulis sebaiknya merupakan tinjauan ulang
atas informasi yang pernah didiskusikan oleh guru dan orang tua
9) Pada akhir laporan perlu ada keterangan tentang kapan
laporan tersebut dibuat dan ditanda tangani oleh guru bersangkutan.
c) Rapor atau buku laporan kemajuan anak
Brewer berpendapat bahwa rapor atau buku laporan kemajuan anak bukan
merupakan satu-satunya pilihan terbaik untuk suatu penilaian yang dapat
disampaikan kepada orang tua karena dalam laporan tertulis terdapat
keterbatasan sehingga tidak semua kemajuan yang dialami anak selama satu
semester dapat dilaporkan/dituliskan dalam buku tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pertemuan dengan
orang tua dan mendiskusikan perkembangan dan kemajuan anaknya. Guru harus mampu
menggambarkan kekuatan anak dalam aspek yang dikemukakan dan bagaimana
kemajuannya. Penjelasan pada masing-masing aspek guru perlu menjelaskan dengan
ringkas, padat, dan jelas serta mudah dimengerti oleh oleh orang tua. Selain
itu guru juga perlu menyadari perbedaan tiap anak dan bahwa setiap anak berbeda
dengan anak yang lainnya dan setiap anak adalah unik.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESUMPULAN
Menurut lin dan gronlund ( siti isyah 2007: 6.5) evaluasi adalah proses
yang sistematis untuk pengumpulan, penganalisisan dan penafsiran informasi
untuk menentukan sejauh mana anak dapat mencapai tujuan pembelajaran. Evaluasi
berfokus pada nilai data yang di gunakan untuk tujuan khusus evaluasi
melibatkan analisis yang sistematis tentnag fakta atau keterangan untuk membuat
keputusan normatif tentangmaksud dari hasil evaluasi tersebut.
Penilaian terhadap suatu program pendidikan akan sangat membantu dalam
kegiatan pembelajaran. Penilaian dapat membantu meningkatkan kualitas program
maupun kegiatan belajar anak peserta program pendidikan. Bagi guru, penilaian
merupakan alat bantu dalam memperbaiki pendidikan dan pembelajaran anak di
kelasnya.
Penilaian tidak dapat memperbaiki kualitas anak maupun program, kecual penilaian
tersebut dimamfaatkan dan dipergunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan
keputusan dalam menyusun kurikulum. Penilaian dapat bersifat formal dan
informal dan penilaian biasanya menggambarkan suatu proses. Pada modul ini
istilah penilaian dan evaluasi digunakan sebagai arti yang sama (suharsimi :
2003, hal 3).
Laporan hasil evaluasi atau penilaian terhadap anak adalah elemen yang
sangat penting dalam kegiatan pembelajaran anak prasekolah
B. SARAN
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa kemampuan
kemampuan penulis masih sangat kurang. Untuk itu penulis mengharapkan kritik
san saran dari pembaca yang sifatnya membangun untuk kebaikan makalah ini
kedepannya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Ai’syah siti, dkk. 2007. Pembelajaran terpadu.
Universita terbuka. jakarta
Nurul ‘’ evaluasi dalam pembelajaran anak usia dini
Ovaa’’ evaluasi dalam pembelajaran anak usia dini’’
Herliani,
Elly. 2009. Penilaian Hasil Belajar.
PPPPTKIPA: Jakarta Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Elly. 2009. Penilaian Hasil Belajar.
PPPPTKIPA: Jakarta Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
min numpang share ^^
BalasHapusbosan tidak tahu mesti mengerjakan apa ^^
daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^