STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK
MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK
DOSEN
PENGAMPUH
Dra.Almai
Nova,Mpd.i
DI SUSUN
OLEH
Bunga Mercy
Wely
STKIP
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Model pembelajaran Tematik merupakan
model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan
beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa
Pembelajaran Tematik menawarkan model-model pembelajaran yang menjadikan aktivitas pembelajaran itu relevan dan penuh makna bagi anak. Dalam pembelajaran Tematik ini terdapat berbagai macam model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dalam menyampaikan tujuan.
Pembelajaran Tematik menawarkan model-model pembelajaran yang menjadikan aktivitas pembelajaran itu relevan dan penuh makna bagi anak. Dalam pembelajaran Tematik ini terdapat berbagai macam model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dalam menyampaikan tujuan.
Kekuatan manusia ada penguasaan ilmu
pengetahuan dan keterampilan menerapkannya. Ilmu pengetahuan dibangun sekolah
secara bertahap dan tersekat-sekat dalam banyak mata pelajaran, dalam banyak
disiplin yang karakternya berbeda-beda. Namun, dalam penerapannya, siswa hampir
selalu memerlukan pendekatan yang integratif, berbagai disiplin dan pendekatan
itu diterapkan secara simultan dalam menyikapi berbagai gejala kehidupan secara
kritis, dalam memecahkan berbagai masalah kehidupan.
Keterampilan untuk menggunakan berbagai
disiplin ilmu secara simultan, sistematis dan logis sering tidak tergarap
oleh sekolah. Masalahnya, sekolah lebih berkonsentrasi pada peningkatan
kemampuan siswa dalam bidang agama, bahasa, matematika, sejarah dan yang
lainnya. Memecahkan masalah bagaimana menggunakan berbagai bidang disiplin ilmu
dalam menghadapi masalah kehidupan secara integratif sepertinya cukup
diserahkan kepada siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara alamiah.
Banyak lembaga pendidikan yang
memberikan perhatian terhadap masalah itu. Di antaranya dengan mengembangkan
kurikulum terpadu. Di beberapa sekolah unggul di Indonesia mengadopsi strategi
pembelajaran ini sebagai ciri khas keunggulan proses pembelajaran. Dalam
pembelajaran tematik memungkinkan satu tema tertentu dibahas dari berbagai
disiplin ilmu. Contoh, tema pengelolaan sampah rumah tangga perkotaan dibahas
dari sisi agama, sejarah, biologi, geografi, kimia, sehingga tema itu menjadi
bahan pembahasan sejumlah mata pelajaran.
Dalam makalah ini akan kami paparkan
mengenai strategi pembelajaran tematik dengan pokok materi klasifikasi strategi
pembelajaran tematik, alternatif metode untuk memaksimalkan pembelajaran,
pemilihan strategi pembelajaran tematik, dan tahap pelaksanaan pembelajaran
tematik.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana strategi pembelajaran tematik ?
2.Bagaimana Klasifikasi strategi pembelajaran tematik?
3. Bagaimana Alternatif metode untuk memaksimalkan
pembelajaran?
4. Bagaimana Pemilihan strategi pembelajaran Tematik?
5. Bagaimana Tahap pelaksanaan pembelajaran tematik?
C. Tujuan
Masalah
1.Mengetahui Strategi pembelajaran tematik
2.Mengetahui Klasifikasi strategi pembelajaran tematik
2. Mengetahui Alternatif metode untuk memaksimalkan
pembelajaran
3. Mengetahui Pemilihan strategi pembelajaran Tematik
4. Mengetahui Tahap pelaksanaan pembelajaran tematik
BAB II
PEMBAHASAN
A. STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK
A. Pengertian
Strategi pembelajaran tematik adalah
perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan
siswa-siswi, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Pembelajaran
Tematik adalah merupakan suatu bentuk model pembelajaran yang melibatkan
beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada
siswa.
Keterpaduan dalam pembelajaran
ini dapat dilihat dari beberapa aspek :
▪
aspek proses atau waktu,
▪
aspek kurikulum dan
▪
aspek belajar mengajar
Pembelajaran
Tematik lebih mengutamakan pengalaman belajar siswa, yakni melalui belajar yang
menyenangkan tanpa tekanan dan ketakutan, tetapi tetap bermakna bagi siswa.
Dalam
menanamkan konsep atau pengetahuan dan keterampilan, siswa tidak harus diberi
latihan hafalan berulang-ulang ( drill ), tetapi ia belajar melalui latihan
pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah
dipahami. Ada proses interaksi penalaran, menghubungkan mata pelajaran yang
satu dengan mata pelajaran yang lain.
Bentuk
pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran terpadu, dan pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan
Siswa.
B.
Klasifikasi Strategi Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik secara formal diterapkan pada siswa sekolah dasar kelas I,
II, dan III. Karena karakteristik belajar pada anak usia awal pendidikan dasar
adalah belajar secara utuh (holistik) sesuai dengan pengalaman secara nyata,
langsung, dan kontekstual, serta menyenangkan. Karakteristis belajar seperti
ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang bersifat terpadu dan kontekstual.
Pembelajaran tematik merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan ciri belajar
anak dengan proses pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru untuk
mencapai tujuan belajar dan pembelajaran untuk anak usia sekolah dasar yang
lebih powerfull (terintegrasi, bermakna, aktif, menantang dan menyenangkan).
Strategi pembelajaran berkenaan
dengan pendekatan pengajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara
sistematis, sehingga isi pelajaran dapat dikuasai oleh siswa-siawi secara
efektif dan efisien. Di dalamnya terkandung empat pengertian sebagai berikut :
Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan pengajar dalam menyampaikan
isi pelajaran kepada siswa-siswi.
Metode pembelajaran, yaitu cara mengajar mengorganisasikan materi pelajaran dan
siswa-siswi agar terjadi proses belajar secara efektif dan efisien.
Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan
pengajar dan siswa-siswi dalam kegiatan pembelajaran.
Waktu yang digunakan oleh pengajar dan siswa-siswi dalam menyelesaikan setiap
langkah dalam kegiatan pembelajaran.
Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
pengorganisasian materi pelajaran dan siswa-siswi, peralatan dan bahan, serta
waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Sedangkan pembelajaran tematik
merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai pokok bahasan atau
kajian yang memungkinkan dapat mengaitkan atau mengintegrasikan pencapaian
tujuan-tujuan belajar beberapa mata pelajaran terkait sehingga memberikan
pengalaman belajar secara langsung kepada anak.
C.
Alternatif Metode untuk Memaksimalkan Pembelajaran
Urutan kegiatan, secara garis besar terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti,
dan kegiatan penutup. Masing-masing kegiatan akan menggunakan serangkaian
metode pembelajaran. Ada beberapa alternatif metode yang akan digunakan pada
pembelajaran kelas awal, artinya pada usia dan kondisi anak kelas awal.
Alternatif metode antara lain dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
Pembelajaran langsung dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi latihan
dan drill.
Pembelajaran tidak langsung dengan inkuiri, studi kasus, pemecahan masalah,
peta konsep.
Pembelajaran interaktif dengan metode diskusi kelas, diskusi kelompok kecil
atau projek, kerja berpasangan.
Pembelajran mandiri dengan metode pekerjaan rumah, projek penelitian, belajar
berbasis komputer.
Belajar melalui pengalaman dengan bermain peran, observasi/survey, simulasi.
Biasanya
metode digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan
beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi, artinya penetapan metode
dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang
akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
D.
Pemilihan Strategi Pembelajaran Tematik
Pemilihan
strategi pembelajara paling tidak didasarkan pada argumentasi. Pertama, strategi
yang disusun didukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran. Kedua,
strategi yang disusun menunjukkan efektifitas dalam membuat siswa-siswi
mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan. Argumentasi
ini diperlukan karena di dalam pembelajaran dipahami bahwa: “tidak semua materi
cocok untuk semua metode, tidak semua materi cocok untuk semua media, tidak
semua pelajaran memerlukan seluruh urutan kegiatan pembelajaran, urutan
kegiatan pembelajaran tergantung pada karakteristik siswa-siswi dan jenis
perilaku yang ada dalam tujuan pembelajaran”. Dengan demikian, dalam menentukan
strategi pembelajaran diperlukan pemilihan, dan sedapat mungkin disusun
berdasarkan alasan-alasan yang bersifat rasional. Sesuai dengan
karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran yang dilakukan
perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi media.
Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.
Dalam
pemilihan strategi perlu memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan metode dan
faktor-faktor dalam menentukan metode. Prinsip-prinsip penggunaan metode antara
lain: efektif dan efisien, digunakan secara bervariasi, digunakan dengan
memadukan beberapa metode. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
menentukan metode pembelajaran, antara lain:
Tujuan pembelajaran/indikator dan kompetensi dasar,
Tema
pembelajaran,
Kondisi siswa (kemampuan siswa-siswi, jumlah siswa-siswi),
Jenis materi,
Waktu,
Fasilitas yang ada.
Penentuan
metode juga ditentukan pada kegiatan mana metode tersebut akan digunakan. Hal
ini disebabkan karena masing-masing kegiatan mempunyai tujuan yang berbeda,
diantarnya:
1. Kegiatan awal,
bertujuan untuk:
memfokuskan perhatian siswa-siswi dan menciptakan ketertarikan,
merangsang pemikiran siswa-siswi,
mengungkap pengalaman awal yang dimiliki siswa-siswi,
memotivasi siswa-siswi mempelajari materi,
memahami tujuan pembelajaran,
meningkatkan pada kesepakatan kelas.
2. Kegiatan inti,
bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk:
mengumpulkan
informasi,
menyelidiki,
menguji,
memecahkan masalah,
memikirkan sesuatu,
memutuskan sesuatu,
memahami materi,
memperluas pemahaman terhadap materi,
mengaplikasikan materi yang dipelajari.
3. Kegiatan
penutup, bertujuan untuk mempertegas bukti-bukti adanya:
pemahaman siswa pada materi,
kemampuan siswa-siswi mengaplikasikan hal yang dipelajari,
ketermpilan yang dimiliki siswa-siswi,
sikap dan performance siswa-siswi.
E.
Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
Pelaksanaan
pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan
kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan lebih
kurang 5-10% waktu pelajaran yang disediakan, kegiatan inti lebih kurang 80%
dari waktu pelajaran yang telah disediakan, sedangkan kegiatan penutup
dilaksanakan dengan alokasi waktu lebih kurang 10-15% dari waktu pelajaran yang
disediakan.
Prosedur Kegiatan Pembelajaran Tematik
1. Kegiatan awal,
meliputi: menginformasikan tema dan sub tema yang akan dipelajari dan
menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
2. Kegiatan inti,
meliputi: memberikan pertanyaan pemandu yang berfungsi untuk membangkitkan
motivasi belajar siswa-siswi dan mengkaitkan materi pembelajaran, memberikan
tugas atau kegiatan-kegiatan kepada siswa-siswi yang berkaitan dengan tema dan
mngutamakan pemerolehan pengalaman langsung pada diri siswa-siswi, memberikan
laporan hasil kegiatan siswa-siswi, dan melakukan penguatan dengan membahas
bersama-sama kegiatan yang telah dilakukan siswa-siswi.
3. Kegitan akhir,
meliputi: merumuskan kesimpulan akhir dari sub tema atau topik yang dibahas dan
melakukan tes akhir (postest).
Tahap
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
1. Kegiatan
pendahuluan/awal/pembukaan
Kegiatan ini terutama dilakukan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran
untuk mendorong siswa-siswi menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses
pembelajaran dengan baik, dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa-siswi agar
secara mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru.
Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini
dapat dilakukan penggalian anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa
contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah berdo’a sebelum belajar, bercerita,
kegiatan fisik/jasmani dan menyanyi.
2. Kegiatan
inti/penyajian
Dalam kegiatan ini difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk
pengembangan kemampuan baca, tulis, dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran
dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang berfariasi dan dapat
dilakukan secara klasikal, kelompok kecil atau perorangan.
3. Kegiatan
penutup/akhir dan tindak lanjut
Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatn
penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil
pembelajaran yang telah dilakukan, membaca ayat-ayat pendek al-qur’an,
mendongeng, membaca cerita/kisah-kisah teladan dari buku, pantomime,
pesan-pesan moral,musik/apresiasi musik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi pembelajaran merupakan
perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan
siswa-siswi, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu
yang menggunakan tema sebagai pokok bahasan atau kajian yang memungkinkan dapat
mengaitkan atau mengintegrasikan pencapaian tujuan-tujuan belajar beberapa mata
pelajaran terkait sehingga memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada
anak.
Alternatif metode antara lain
dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
Pembelajaran langsung
dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi latihan dan drill.
Saran
menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan.
memberikan pertanyaan pemandu yang berfungsi untuk
membangkitkan motivasi belajar siswa-siswi dan mengkaitkan materi pembelajaran,
memberikan tugas atau kegiatan-kegiatan kepada siswa-siswi yang berkaitan
dengan tema dan mngutamakan pemerolehan pengalaman langsung pada diri
siswa-siswi, memberikan laporan hasil kegiatan siswa-siswi, dan melakukan
penguatan dengan membahas bersama-sama kegiatan yang telah dilakukan
siswa-siswi.
meliputi merumuskan kesimpulan akhir dari sub tema
atau topik yang dibahas dan melakukan tes akhir.
Tulisannya bagus namun alangkah lebih bagus lagi jika terdapat daftar pustaka terutama fotenote sehingga pembaca bisa merujuk langsung ke sumbernya... Maaf n trims
BalasHapusterimakasih atas masukannya
Hapus