METODE PEMBELAJARAN PROYEK
MAKALAH METODE PEMBELAJARAN PROYEK
DOSEN
PENGAMPUH
Dra. Almai
Nova,Mpd.i
DI SUSUN
OLEH
Bunga Mercy
Wely
NIM :
1686207045
STKIP AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Adapun yang
melatar belakangi pembuatan makalah ini adalah untuk membahas mengenai Metode
Proyek. Karena Metode Proyek merupakan
salah satu metode yang sering di gunakan pada proses pembelajaran Anak Usia
Dini. Metode ini memberikan pengalaman belajar melalui bermain bersama dalam
kelompok. Dengan menggunakan metode proyek, melatih anak untuk bekerjasama,
bertanggung jawab dan mengembangkan kemampuan sosial. Serta Metode ini
memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance).
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang
dimaksud dengan metode proyek ?
1.2.2. Bagaimana
langkah-langkah pembelajaran dengan metode tersebut ?
1.2.3. Bagaimana
kelemahan dan kelebihan metode tersebut ?
1.2.4. Apa saja
Bentuk-bentuk Pembelajaran Metode Proyek?
1.3. Tujuan
1.3.1. Menjelaskan
pengertian dari metode proyek.
1.3.2. Memberikan
langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode proyek.
1.3.3. Menjelaskan
masing-masing kelebihan dan kelemahan dari metode tersebut.
1.3.4. Menjelaskan
bentuk-bentuk Pembelajaran Metode Proyek
1.4. Manfaat
1.4.1. Membantu
guru mengembangkan kompetensinya dalam pembelajaran metode
proyek.
1.4.2. Memberikan
inovasi-inovasi agar tercipta proses pembelajaran yang kreatif dan
efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Metode Proyek
Pembelajaran Metode Proyek adalah
sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan
belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran
terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi,
melibatkan anak dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas
bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom
mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan
produk nyata.
Biasanya memerlukan beberapa tahapan
dan beberapa durasi, tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas, serta
belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau
unjuk kerja (performance).
Pembelajaran Berbasis Proyek
memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih
menarik dan bermakna untuk anak-anak. Di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek,
anak menjadi terdorong lebih aktif di dalam belajar mereka, instruktur atau
guru berposisi di belakang dan anak berinisiatif, instruktur atau guru ini
memberi kemudahan dan mengevaluasi proyek baik kebermaknaannya maupun
penerapannya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Produk yang dibuat anak selama
proyek memberikan hasil yang secara otentik dapat diukur oleh guru atau
instruktur di dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, di dalam Pembelajaran
Berbasis Proyek, guru atau instruktur tidak lebih aktif , akan tetapi
instruktur menjadi pendamping, fasilitator, dan memahami pikiran anak.
Kegiatan proyek
juga mempunyai makna penting bagi anak usia dini, antara lain :
a) Didalam
kegiatan bersama, anak belajar mengatur diri sendiri untuk bekerja sama dengan
teman dalam memecahkan suatu masalah.
b) Dalam
kegiatan bersama pengalaman akan sangat bermakna bagi anak. Misalnya pengalaman
anak dalam melipat kertas akan menjadi sangat bermakna untuk membuat hiasan
dinding dalam rangka menyiapkan ruangan untuk pesta.
c) Berlatih
untuk berprakarsa dan bertanggung jawab.
d) Berlatih
menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan secara bebas dan kreatif
Kegiatan yang cocok dijadikan
proyek:
a)
Bersumber
dari pengalaman sehari-hari.
b)
Merupakan
kegiatan yang kompleks
c)
Memerlukan
kerjasama dan meningkatkan kegiatan berfikir
d)
Cukup
menantang bagi anak
e)
Dapat memberikan
kepuasan bagi anak.
f)
Usahakan
supaya hasil dari proyek itu meningkatkan keterampilan diketahui banyak orang
(pameran, disajikan dan lain-lain)
2.2
Langkah-langkah pembelajaran
Dalam
menggunakan metode proyek ini ada beberapa langkah yang harus di lalui oleh
guru terhadap siswa :
a)
Menentukan
Tema Kegiatan Menentukan tema kegiatan sangat penting karena hal ini yang
mengawali semua kegiatan.
b)
Merumuskan
apa yang ingin di harapkan dan di peroleh dari Guru maupun anak di setiap
kegiatan
c)
Menentukan
Jadwal Kegiatan Tentukan waktu sesuai dengan Hari Raya atau hari-hari tertentu.
d) Melakukan
Pembagian Tugas Dalam pembagian tugas, hendaknya anak memilih sesuai dengan
minatnnya.
Tujuannya agar anak enjoy dalam mengerjakan tugasnya.
e)
Menyiapkan
Bahan dan Peralatan
f)
Melaksanakan
Kegiatan
g)
Buat
kesimpulan menyeluruh
2.3 Kelebihan Metode Proyek
2.3.1. Meningkatkan
motivasi. Belajar dalam proyek lebih menyenangkan daripada komponen kurikulum
yang lain.
2.3.2. Meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah. Belajar berbasis proyek membuat anak menjadi lebih
aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
2.3.3. Meningkatkan
kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan anak
mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi[1][3]. Kelompok
kerja koorperatif , evaluasi siswa, pertukaran evaluasi online adalah aspek-aspek
koloboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru konstuktivistik
menegaskan bahwa belajar adalah fenomena social, dan bahwa siswa akan belajar
lebih di dalam lingkungan koloboratif[2][4]
2.3.4. Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip di
daktik modern yang dalam pengajaran dan perlu diperhatikan :
- Kemampuan individu siswa dan kerja sama dalam
kelompok
- Pengembangan aktivitas, krestivitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan
- Agar teori dan praktek, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
- Pengembangan aktivitas, krestivitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan
- Agar teori dan praktek, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
2.4 Kelemahan metode proyek :
2.4.1.
Pemilihan
topik unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup
fasilitas
dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang
mudah.
2.4.2. Keterlibatan
matematika dalam penyelesaian masalah dalam proyek tidak
banyak.
2.5
Bentuk-Bentuk Pengajaran Proyek
2.5.1. Proyek Total
Bentuk ini menghendaki setiap bidang
studi (pengembangan) melebur menjadi satu menunjukan keterkaitan dengan bidang
studi lain membentuk satu kesatuan yang utuh.
2.5.2. Proyek
Parsial
Bentuk pengajaran proyek kedua
adalah pengajaran proyek parsial (bagian). Dalam bentuk ini terdapat penggabungan antara bidang studi (pengembangan)
yang berdiri sendiri dengan bidang studi yang saling berhubungan. Bidang studi
yang berdiri sendiri diberikan dengan model pengajaran yang lama (biasa)
sedangkan bidang studi yang saling berkaitan diberikan dalam bentuk proyek.
2.5.3. Proyek
Okasional
Bentuk proyek seperti ini hanya
dilaksanakan pada saat-saat tertentu saja yang memungkinkan dilaksanakan
pengajaran proyek , baik secara total maupun parsial. Proyek okasional dapat
dilaksanakan sebagai salah satu bentu alternatif untuk menanggulangi kejenuhan
anak dalam mengikuti model pengajaran pada sekolah lama. Proyek ini dapat
dilaksanakan dalam jangka waktu sebulan sekali, pertengahan semester, atau satu
semester sekali.
Dalam
mendesain pengajaran proyek, tentukan secara jelas terlebih dahulu tema atau
pokok masalah yang akan menjadi pusat minat bagi anak. Dengan didasarkan pada
minat anak, diharapkan anak mempunyai motivasi serta keingintahuan yang besar
terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Berdasarkan tema atau pokok masalah
inilah dalam bidang-bidang studi dikaitkan sama lainnya. Penentuan pusat minat
anak itu hendaknya didasarkan pada :
1. Adanya
ketertarikan anak pada tema atau pokok masalah yang ditentukan.
2. Tema atau
pokok masalah hendaknya didasarkan pada perkembangan anak.
3. Tema atau pokok
masalah hendaknya ditentukan berdasarkan keadaan lingkungan yang disekitar
anak.
4. Tema
atau pokok masalah dapat juga ditetapkan berdasarkan isi masing-masing mata
pelajaran.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Metode Proyek ini cocok bagi pengembangan anak usia
dini terutama dimensi kognitif, sosial, motorik, kreatif dan emosional. Oleh
karena itu, metode proyek merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pemecahan
masalah bersama yang mempunyai nilai praktis yang sangat penting bagi pengembangan
pribadi anak, serta mengembangkan ketrampilan menjalani kehidupan sehari-hari.
3.2. Saran
Pada pembelajaran proyek, anak-anak dilibatkan dalam
memilih topik-topik pembelajaran yang menarik perhatian dan ingin diketahui
lebih dalam dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pendekatan proyek
bahwa pembahasan mendalam tentang topik tertentu yang dipilih anak dapat
dilakukan oleh satu orang anak atau lebih

Komentar
Posting Komentar