strategi pembelajaran berdasarkan pusat minat(area)




MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PUSAT MINAT (AREA)




Description: D:\BUNGA MERCY WELY\JADWAL KULIAH\logo%2BSTKIP.JPG

















DOSEN PENGAMPUH
Dra. Almai Nova ,Mpd.i

DI SUSUN OLEH
Bunga Mercy Wely





STKIP AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017










KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolongannya kami dapat menyelesaikan makalah kami. Meskipun banyak rintangan dalam pembuatan makalah kami ini tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membantu kami dalam mengerjakan makalah ini dengan baik. kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah membantu langsung dalam pembuatan makalah ini.
Dalam makalah ini kami menyadari masih ada saja kekurangan, oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun. Sekian dari kami.





Penyusun









DAFTAR ISI
HALAMA JUDUL.................................................................................................. ....1
KATA PENGANTAR.…………………………………………………………… ....1
DAFTAR ISI….……………………………………………………………………....2

BAB I      PENDAHULUAN..……...……………………………………………….. 3
                      a.    Latar Belakang …..……………………………………………………...3
                     b.    Rumusan Masalah …………………………………………………….....3
                     c.    Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………...3
BAB II    PEMBAHASAN ………………………………………….…………..........4
                     a. Pengertian pembelajaran pusat minat   …………………………………... 4
                     b. Model pembelajaran area   ………………………………….......................4
                     c.  Langkah langkah kegiatan model area  ……………………………….......9
                     d. pengaruh model pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat belajar.9
BAB III   PENUTUP .…………………………………………………………….......10
a.    Kesimpulan ………………………………………………………... 10
b.    Saran ………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA .………………………………………….…………….............12








BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Belajar atau pembelajaran juga dapat diartikan merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode pembelajaran yang efektif adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan dengan menyenakgkan dan tidak membosankan. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Dalam proses pembelajaran memang sangat diperlukan adanya suatu metode. Dengan adanya metode pembelajaran yang sesuai dan menarik akan dapat pula meningkatkan minat belajar bagi peserta belajar.Suatu metode pembelajaran yang efektif mempunyai daya tarik bagi kami untuk mengkaji hal tersebut karena Metode pembelajaran mengandung nilai yang  penting bagi kelangsungan belajar siswa. Dengan metode pembelajaran yang tepat dapat menjadikan minat anak dalam belajar lebih maksimal. Selain kami tertarik untuk mengkaji metode pembelajaran ini kami juga akan mengkaji banyak hal lain yang terkait tentang cara maupun proses dengan disertai hasil dari metode pembelajaran tersebut. Setiap guru harus menerapkan metode ini kedalam model pembelajaranya agar siswanya senang dan tidak bosan. Maka dari itu dengan sistem yang seperti inilah yang akan menjadi sangat efektif dan efisien sekali.
Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Dengan metode inilah banyak manfaat yang bisa kita ambil dari makalah yang akan dikaji ini. Salah satunya adalah mengetahui cara-cara yang paling baik pada saat mengajar agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif. Oleh karena itu tujuan dari pembahasan makalah ini adalah meningkatkan minat siswa supaya kondisi dalam kegiatan belajar pembelajarannya efektif.

B.  Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian pembelajaran pusat minat  ?
2. Bagaimana Model pembelajaran area  ?
3. Bagaimana Langkah langkah kegiatan model area ?
4. Bagaimana pengaruh model pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat belajar  ?

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui Pengertian pembelajaran pusat minat  ?
2. Mengetahui Model pembelajaran area  ?
3. Mengetahui Langkah langkah kegiatan model area ?
4. Mengetahui pengaruh model pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat belajar  ?












BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PUSAT MINAT

Model pembelajaran berdasarkan minat adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih/melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.
Pembelajaran berdasarkan minat dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya yang menekankan pada prinsip
(1) Individualisasi pengalaman pembelajaran bagi setiap anak, 
(2) membantu anak untuk membuat pilihan-pilihan melalui kegiatan dan  pusat-pusat kegiatan, dan
 (3) peran serta keluarga.
Dalam proses pembelajaran, pembelajaran berdasarkan minat dapat melibatkan anggota keluarga dengan cara sebagai berikut:
-    Anggota keluarga dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan pembelajaran.
-    Anggota keluarga bermitra dengan TK dalam membuat keputusan tentang anak.
-    Anggota keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di TK.
Pembelajaran berdasarkan minat menggunakan 10 area, yaitu: area agama, balok, bahasa, drama, berhitung/matematika, IPA, musik, seni/motorik, pasir dan air, membaca dan menulis. Dalam satu hari dapat dibuka minimal 4 area.
Di bawah ini diuraikan contoh model pembelajaran berdasar
B. MODEL PEMBELAJARAN AREA
Model Pembelajaran adalah suatu design atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak Pembelajaran Area adalah pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragaman budaya yang menekankan prinsip:
1. Pengalaman pribadi anak.
 2. Membantu anak membuat pilihan-pilihan dan keputusan melalui aktivitas-aktivitas dalam area yang sudah disiapkan.
 3. Keterlibatan keluarga dalam pembelajaran.
 Di dalam model ini anak didik diberi kesempatan untuk memilih / melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minat mereka.
 Pilar Model Pembelajaran Area :
1. Konstruktivisme
2. Pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.
 3. Pendidikan progresif.
Semua kegiatan dalam pembelajaran ini didasarkan pada minat anak, tingkat perkembangan kognitif dan kematangan sosioemosional, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak, kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman panca indera dan keinginan untuk menjelajahi gagasan-gagasan baru anak itu sendiri. Pelaksanaan pendidikan progresif dibangun berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan anak dan konstroktivisme ini.
Area yang disiapkan :

1. Area Agama : maket tempat ibadah dan alat peraga tata cara ibadah agama-agama di Indonesia, misalnya sebagai berikut: Islam : maket masjid, gambar tata cra shalat, gambar tata cara berwudhu, sajadah, mukena, peci, kain sarung, kerudung, dst. Hindu : maket pura, gambar orang menuju ke Pura, tiruan sesaji. Kristen/Katolik : maket gereja, Alkitab, rosario. Budha : maket pura, maket candi Budha, gambar bikhu. Kong Hucu : maket kelenteng, foto orang sembahyang.
 
2. Area Balok : Balok dengan berbagai bentuk, ukuran, dan wama, leggo, lotto sejenis, lotto berpasangan, kepingan geometri dari triplek berbagai ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan mainan (kendaraan laut, udara, darat), rambu-rambu lalu lintas, kubus berpola, kubus berbagai ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, tusuk gigi, bola dengan berbagai ukuran dan warna, kardus bekas, dan sebagainya.

3. Area Berhitung/Matematika : lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang-pendek, ukuran tebal-tipis, tutup botol, pensil, manik-manik, gambar buah-buahan, penggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja, dan sebagainya.

4. Area IPA : macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses pertumbuhan tanaman, biji-bijian (jagung, kacang tanah, kacang hijau, beras), kerang, batu kali, pasir, bunga karang, magnet, mikroskop, kaca pembesar (l'up), pipet, tabung ukur, timbangan kue, timbangan bebek (sebenamya), galas ukuran, gelas pencampur wama, nuansa warna, pita meteran, penggaris, benda-benda kasar-halus (batu, batu bata, amplas, besi, kayu, kapas, kain, kulit kayu, kulit binatang, dan lain-lain), benda-benda untuk pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi, asam, cuka, garam, sirup, cabe, dan lain-lain), berbagai macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun asam, jahe, kunyit, jinten, dan lain-lain). Pengenalan bau aroma.

 5. Area Musik : Seruling, kastanyet, marakas, organ kecil, tamburin, kerincingan, triangle, gitar kecil, balok kayu, kulintang, angklung, biola, piano, harmonika, gendang, rebana, dan sebagainya dengan menyesuaikan pada keunikan daerah masing-masing.

6. Area Bahasa : buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, kartu nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama bulan, majalah anak, koran, macam-macam gambar sesuai tema, dan sebagainya.

7. Area Membaca dan Menulis : buku tulis, pensil warna, pensil, kartu huruf, kartu kategori. kartu gambar, kertas piano, spidol, ballpoint dan sebagainya.

 8. Area Drama : tempat tidur anak (boneka), almari kecil, meja kursi kecil (meja tamu. boneka-boneka, tempat jemuran, setrika dan meja setrika, baju-baju besar, handuk, bekas make up, minyak wangi, sisir, kompor-komporan, penggorengan, dandang tiruan, piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, teko, keranjang belanja, pisau mainan, ulekan/cobek, mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu/sandal, rak sepatu, cermin, mixer, blender, sikat gigi, odol, telepon-teleponan, tiruan baju tentara dan polisi, tiruan jas dokter, dan sebagainya

9. Area Pasir/Air : bak pasir/bak air, aquarium kecil, ember kecil, gayung, garpu, •garuk, botol-botol plastik, tabung air, cangkir plastik, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, ,serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan agar-agar berbagai bentuk, penyiram tanaman, dan sebagainya.

10. Area Seni/Motorik : meja gambar, meja kursi anak, krayon, pensil berwama, pensil, kapur tulis, kapur warna, arang buku gambar, kertas lipat, kertas koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kotak bekas, bahan sisa, dan sebagainya.
 PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU YAITU : 1. Alat bermain, sarana prasarana diatur sesuai dengan area yang diprogram pada hari tertentu. 2. Kegiatan belajar dapat dilakukan dengan menggunakan meja-kursi, karpet, atau tikar, sesuai dengan alat yang digunakan. 3. Pengaturan area memungkinkan guru dapat melakukan pengamatan sehingga dapat memberikan motivasi, pembinaan, dan penilaian. 4. Guru memperhatikan perbedaan individual setiap peserta didik pada saat mereka melakukan kegiatan di area.
C. Langkah-langkah Kegiatan dalam Model Area
a. Kegiatan Awal (+ 30 menit)
Kegiatan yang dilaksanakan adalah melatih pembiasaan, misalnya menyanyi, memberi salam dan berdoa. Bercerita tentang pengalamam sehari-hari dan setiap anak bercerita, 3 atau 4 anak bertanya tentang cerita anak tersebut, membicarakan tema/sub tema, melakukan kegiatan fisik/motorik yang dapat dilakukan di luar atau di dalam kelas.
b. Kegiatan Inti (+ 60 menit) secara individual di area kegiatan
Sebelum melakukan kegiatan inti, pendidik bersama anak membicarakan tugas-tugas di area yang diprogramkan. Setelah itu peserta didik dibebaskan memilih area yang disukai sesuai dengan minatnya. Pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan di dalam area yang diprogramkan. Area yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan indicator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Anak dapat berpindah area sesuai dengan mintanya tanpa ditentukan oleh pendidik. Apabila terdapat anak tidak mau melakukan kegiatan di arena yang diprogramkan, pendidik harus memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan. Pendidik dapat melayani anak dengan membawakan tugasnya ke area yang sedang diminatinya.

Pendidik melakukan penilaian dengan memakai alat penilaian yang telah disiapkan, tetapi dapat juga untuk mengetahui ke area mana saja minat anak hari itu dengan menggunakan ceklis di setiap area.

Bagi kegiatan yang memerlukan pemahaman atau yang membahayakan, jumlah anak dibatasi agar guru dapat memperhatikan lebih mendalam proses dan hasil yang dicapai secara maksimal, tanpa mengabaikan anak-anak yang berada di area yang lain.

Orang tua/keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu pendidik pada waktu kegiatan pembelajaran, memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak.
c. Istirahat/Makan + 30 menit
Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenalkan jenis makanan bergizi, menumbuhkan rasa sosial (berbagai makanan) dan kerjasama. Melibatkan anak membersihkan sisa makanan dan merapikan alat-alat makan yang telah digunakan. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan yang bertujuan mengembangkan fisik/motorik. Apabila dianggap waktu untuk istirahat kurang, pendidik dapat menambah waktu istirahat dengan tidak mengambil waktu kegiatan lainnya, misalnya bermain sebelum kegiatan awal atau sesudah kegiatan penutup.
d. Kegiatan Akhir + 30 menit Klasikal
Kegiatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan bercerita, bernyanyi, cerita dari pendidik atau membaca puisi, dilanjutkan dengan diskusi kegiatan satu hari dan menginformasikan kegiatan esok hari, berdoa, mengucapkan salam dan pulang.

D. Pengaruh Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Meningkatkan Minat Belajar
Dari  berbagai metode yang  di terapkan diatas dapat mempengaruhi minat belajar  siswa metode ini juga sangat mempengaruhi keinginan siswa untuk memiliki kemampuan yang lebih baik dalam proses belajar seperti, meningkatkan minat dan kemampuan belajar siswa, agar dapat meningkatkan motivasi siswa , mengembangkan kemampuan bakat individu, pengajaran akan menjadi terpusat pada siswa (student-centered) dan  dapat membentuk dan mengembangkan konsep diri seorang siswa.
Seperti pada metode  cooperative learning dan metode reciprocal teaching  dan model “ 5E” Dalam situasi pengajaran ini siswa diminta untuk bekerjasama dalam kelompok kecil untuk merencanakan cara-cara memahami informasi, mengontrol aktivitas belajar mereka dalam memahami informasi, dan mengevaluasi aktivitas mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa situasi ini dapat meningkatkan pemahaman siswa akan informasi yang disampaikan dan juga cara mereka dalam belajar, berpikir dan beraktifitas.










BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan dari setiap jurnal di atas dapat di simpulkan bahwa metode-metode dalam proses pembelajaran sangatlah  penting untuk diketahui, terutama bagi seorang pendidik atau seorang guru. Dengan metode-metode ini kita dapat mengetahui, memahami dan  mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh seorang guru dalam proses belajarnya serta cara  yang digunakan dalam proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Metode-metode ini sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar dan pembelajaran.
Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran area pada hakekatnya tidak berbeda dengan model-model pembelajaran sebelumnya karena selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pendidik mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap perkembangan peserta didik maupun program kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.

Demikianlah uraian mengena STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PUSAT MINAT (AREA) Semoga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan dan dapat bermanfaat.

Saran

Sebagai implikasi kesimpulan yang dikemukakan, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut
1.      Sabagai seorang guru sebaiknya mengatahui  banyak cara / metode dalam kegiatan pembelajaran   
2.      Sebaiknya seorang guru harus menguasai beberapa metode dalam proses pembelajaran 
3.      Seorang pendidik tidak hanya menggunakan satu metode, tetapi juga harus menggunakan beberapa metode lainnya agar dalam proses pembelajaranya bisa berjalan dengan efektif dan lebih bervariasi.


DAFTAR PUSTAKA

Sudarnoto, Laura F.N . (2008). Jurnal Ilmiah Psiko-Edukasi. Jakarta:  Fkip Unika Atma Jaya.
Budi Utomo, Cahyo. (2008). Jurnal Penelitian Pendidikan. Semarang : Lembaga Penelitian UNNES
Suyanto, M.Ed.,Ph.D. (1996). Jurnal Kependidikan. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Ikip Yogyakarta.
Irenaningtyas, D.A. (2001). ­Penguasaan Pembendaharaan Kata Ditinjau Dari Aktifitas Mendngarkan Cerita Pada Anak Pra Sekolah. Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Purnamasari, Alif. (2008). Humanitas Indonesian Psychological Journal. Yogyakarta : Fakultas psikologi universitas Gajah Mada.

















Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN