ILMU SOSIAL BUDAYAH DASAR
MAKALAH ILMU
SOSIAL BUDAYA DASAR

DOSEN
PENGAMPUH
YULFI
ALFIKRI NOER S.IP.,M.AP
DI SUSUN
OLEH
BUNGA MERCY
WELY
STKIP AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1) Latar Belakang
Masalah
Ilmu sosial budaya dasar adalah suatu
rangkaian pengetahuan mengenai aspek – aspek yang paling mendasar dan menonjol
yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya
dan permasalahan – permasalahan yang bersifat ada .
Aspek lain dari pengantar ilmu
sosial budaya dasar merupakan pengenalan teori – teori ilmu sosial dan
kebudayaan sehngga diekspektasikan seseorang dapat memiliki wawasan keilmuan
yang bersifat multidipsliner yang bersangkutan dengan keagamaan, kesetaraan ,
dan manusia di dalam kehidupan bersosialisasi.
Secara umum, ilmu sosial budaya
dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia sebaga makhluk sosial (
zoon politicon ) dan sebagai makhluk budaya ( homo humanus ), sehingga mampu
menghadapi secara kritis dan berwawasan luas masalah yang mengenai sosial
budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya, serta dapat menyelesaikannya
dengan baik, tujuan umum ilmu sosial budaya dasar ada beberapa yaitu yang
pertama pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhlik
berbudaya, yang kedua kemampuan seseorang menanggapi secara kritis dan
berwawasan luas terhadap permasalahan sosial budaya dan permasalahan lingkungan
sosial budaya, dan yang terakhir ketiga adalah kemampuan di dalam menyelesaikan
secara baik, bijaksana dan obyektif permasalahan – permasalahan di dalam
kehidupan bermasyarakat.
Sehingga secara umum kita harus
memahami konsep – konsep dasar mengenai manusia sebagai makhluk sosial, dan
manusia sebagai makhluk berbudaya memlki daya kritis, wawasan yang luas
terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya.
Manusia sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus ) artinya , manusia itu
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir
sudah di bekali dengan unsure akal (ratio),
rasa (sense) yang membedakannya
dengan makhluk lainnya.
Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicon ) artinya , manusia
sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkrmbang sempurna tanpa
hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus hidup
bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam
kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan
dan memenuhi kepentingannya.
2) Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang di
atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
a.
Bagaimana
hakikat, tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar ?
b.
Bagaimana
ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan bermasyarakat ?
c.
Apa sajakah
komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar ?
d.
Apakah
masalah sosial dan pendekatan ilmu sosial budaya dasar ?
3) Tujuan
Penulisan
Dari perumusan masalah di atas.
Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
a.
Untuk
mengetahui hakikat, tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
b.
Untuk
mengetahui ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan bermasyarakat
c.
Memahami
komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar
d.
Mengetahui
masalah sosial dan pendekatan ilmu sosial budaya dasar
4) Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diperoleh dari
penulisan makalah ini mencakup beberapa diantaranya sebagai berikut :
a.
Mengerti
hakikat, tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
b.
Mengetahui
ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan bermasyarakat
c.
Memahami
komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar
d.
Mengerti
akan masalah sosial dan pendekatan ilmu sosial budaya dasar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hakikat , Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya
Dasar
Ilmu sosial budaya dasar adalah bertujuan
untuk mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai
makhluk budaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah
masalah dengan baik , memahami konsep – konsep dasar tentang manusia sebagai
makhluk sosial .
Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicon ) artinya , manusia
sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkrmbang sempurna tanpa
hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus hidup
bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam
kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan
dan memenuhi kepentingannya.
Manusia sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus ) artinya , manusia itu
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir
sudah di bekali dengan unsure akal (ratio),
rasa (sense) yang membedakannya
dengan makhluk lainnya. Sebagai makhluk berbudaya, manusia hanya mampu
mengembangkan diri dan budayanya apabila berhubungan dengan manusia lain.
Berdasarkan hakikat keilmuan, maka
tujaun ilmu sosial budaya dasar sebagai bagian dari berkehidupan bermasyarakat
adalah :
a.
Mengembangkan
kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan,
dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan
bermasyarakat.
b.
Menumbuhkan
sikap kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan
kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam
kehidupan bermasyarakat.
c.
Memberikan
landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa
sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang
beradab dalam memperaktekkan pengetahuan akademik, dan keahliannya serta mampu
memberikan problem solving sosial budaya secara bijaksana.
Ilmu sosial budaya dasar selalu
membantu perkembangan wawasan pemikiran yang lebih luas dan cirri-cir
kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan pelajar Indonesia
khususnya berkenan dengan sikap dan tingkah laku serta pola piker manusia dalam
menghadapi manusia lain termasuk pula sikap dan tingkah laku serta pola piker
manusia terhadap manusia yang bersangkutan. Berpangkal dari tujuan pembelajaran
matakuliah ilmu sosial budaya dasr sebagaimana diungkapkan di atas, maka ada 2
(dua) permasalahan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk
menentukan ruang lingkup pembahasan, yaitu :
a.
Adanya
berbaga aspek panda kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu
masalah sosial, bias ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda – beda oleh
bidang – bidang pengetahuan keahlian yang berbeda – beda sebagai pendekatan
tersendiri maupun gabungan.
b.
Adanya
keanekaragaman golongan dan satuan sosial dalam masyarakat yang masing – masing
mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola – pola pemkiran dan pola pola
tingkah laku sendiri, tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan serta
persamaan dalam pola pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan – pertentangan maupun hubungan – hubungan kesetiakawanan dan
kerjasama dalam masyarakat.
Berdasrkan ruang lingkup kajian
sebagaimana tersebut di atas kiranya masih memerlukan penjabaran lebih lanjut
untuk bias di oprasionalkan ke dalam pokok pembahasan dan sub pokok bahasan :
a.
Mempelajari
dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan
perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
b.
Mempelajari
dan menyadari adanya masalah – maslah individu, keluarga, dan masyarakat.
c.
Mengkaji
masalah – masalah kependudukan dan sosialsasi serta menyadari identitasnya
sebagai pemuda dan mahasiswa penerus bangsa dan bernegara.
d.
Mempelajari
hubungan antara warga Negara dan Negara.
e.
Mempelajari
hubugan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
f.
Mempelajari
masalah – masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan.
g.
Mempelajari
dan menyadari adanya pertentangan – pertentangan sosial bersamaan dengan adanya
integrasi masyarakat.
h. Mempelajari
usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi oleh manusia untuk
memenfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
2.2 Ilmu Sosial
Budaya Dasar di Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Ilmu sosial budaya dasar sebagai
bagian dari kehidupan bermasyarakat mempunyai tema pokok sebagaimana
dikemukakan oleh Temanggor dkk (2010), yaitu hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungannya. Dengan wawasan tersebut agar dapat menghasilkan
tiga jens kemampuan secara simultan diantaranya adalah :
a.
Kemampuan
personal artinya, yaitu para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan
sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan
kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai – nilai keagamaan,
kemasyarakatan dan keanekaragaman, serta memiliki pandangan yang luas dan
kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
b.
Kemampuan
akademik artinya, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan
maupun tulisan, menguasai peralatan analisis maupun berfikir logis, kritis,
sistematis, analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi
dan merumuskan masalah yang di hadapi serta mampu menawarkan alternative
pemecahannya.
c.
Kemampuan
professional artinya, yaitu kemampuan dalam bidang profesi sesuia keahlian
bersangkutan, para ahli diharapkan memiliki pengetahun dan keterampilan yang
tinggi dalam bidang profesinya.
2.3 Komponen
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu sosial budaya dasar sebagai
komponen yaitu sebagai proses pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan
guna menjadi penunjang atau penopang bidang keahlian, sehingga out putnya mampu
membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan professional ( natural science ).
Wawasan, sikap, dan perilaku melalui
ilmu sosial budaya dasar diharapkan mahasiswa yang mempelajarinya dapat menjadi
manusia yang memiliki kemampuan personal, kemampuan akademik, dan kemampuan
professional. Oleh karena itu, para lulusan akan mampu menjabarkan permasalahan
dan mengatasi permasalahan tersebut dengan kearifan. Dengan demikian maka
problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta obyektif yang
penting dikenali secara akademik, rasional, bukan common sense dan sekaligus tetap menjunjung tinggi pemikiran serta
nilai – nilai luhur tradisi yang member kebijaksanaan.
2.4 Masalah
Sosial dan Pendekatan Ilmu Sosial Budaya Dasar
Kehidupan manusia sebagai makhluk
sosial selama dihadapkan kepada masalah sosial yang tak dapat dipisahkan dalam
kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dan hubungannya dengan
sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah sosial ini tidaklah
sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya karena adanya
perbedaan dalam tingkat perkrmbangan kebudayaannya, sifat kependudukannya, dan
keadaan lingkungan alamnya.
Disiplin – disiplin ilmu pengetahuan
yang tergolong ke dalam ilmu sosial telah mempelajari hakikat masyarakat dengan
perspektif yang berbeda – beda, maka terhadap keanekaragaman dalam melihat dan
mempelajarinya. Masalah – masalah sosial merupakan hambatan dalam usaha untuk
mencapai sesuatu yang diinginkan. Pemecahannya menggunakan cara yang
diketahuinya dan yang berlaku, tetapi aplikasinya menghadapi kenyataan, hal
yang biasanya berlaku telah berubah, atau terhambat pelaksanaanya. Masalah –
masalah tersebut dapat terwujud sebagai masalah sosial, masalah moral, masalah
politik, masalah ekonomi, masalah agama, atau masalah – masalah lainnya.
Yang membedakan masalah sosial
dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya yang
dekat dengan nilai – nilai moral dan pranata – pranata sosial, serta ada
kaitannya dengan hubungan – hubungan manusia itu terwujud ( nisbet, 1961 ).
Pengertian masalah sosial memiliki dua pendenefisian, yang pertama itu adalah
menurut umum atau warga masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan
umum adalah masalah soial, dan yang kedua yaitu menurut para ahli masalah
sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat
yang berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan
terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu contoh yang kami ambil d
buku masalah seorang pedagang kaki lima. Menurut defenisi umum pedagang kaki
lima bukan masalah sosial karena merupakan upaya mencari nafkah untuk
kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bag warga masyarakat pada taraf ekonomi
tertentu sebaliknya para ahli perencanaan kota masyarakat pedagang kaki lima
sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan.
Sehingga ada beberapa pakar ilmu
yang mengemukakan pendapatnya diantaranya oleh Leslie ( 1949 ) dan Cohen ( 1964
),
a.
Menurut
Leslie ( 1949 ), bahwa masalah – masalah sosial adalah suatu kondisi yang
mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai
sesuatu yang tidak di inginkan atau tidak di sukai, oleh karena itu dirasakan
perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Batasan masalah sosial sebenarnya agak
rumit, mengingat maslah sosial berkaitan dengan system nilai yang berlaku di
masyarakat yang bersangkutan.
b.
Menurut
Cohen ( 1964 ), bahwa masalah sosial adalah terbatas pada masalah keluarga,
kelompok, atau tingkah laku individual yang menuntut adanya campur tangan dari
masyarakat yang teratur agar masyarakat dapat meneruskan fungsinya.jadi masalah
sosial adalah suatau cara bertingkah laku yang dapat dipandang sebagai tingkah
laku yang menentang norma – norma yang telah disepakati bersama oleh warga
masyarakat. Batasan ini, masih mengandung aspek obyektif dan subyektif. Tetapi
yang jelas, tidak ad satupun tingkah laku manusia yang dapat dianggap sebaga
suatu masalah sosial, apabila tdak dianggap suatu penyimpangan secara moral
dari norma – norma yang telah diterima secara umum.
Masalah dan kenyataan sosial yang
beraneka ragam itu, maka untuk memahami dan mendalami masalahnya perlu
ditelusuri dengan berbagai pendekatan yaitu : pendekatan antar bidang ( interdicipline approach ) dan pendekatan
beragam ( multidicipline approach )
hal seperti in disebabkan oleh keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial yang
ada di dalam masyarakat yang masing – masing mempunayai kepentingan, kebutuhan,
pola pemikiran dan tingkah laku yang berbeda – beda. Tetapi di balik itu tetap
ada persamaan, tetapi tidak kurang menimbulkan pertentangan dan hubungan
kesetiakawanan.
BAB III
PENUTUP
1) Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan mengenai
pengantar ilmu sosial budaya dasar kelompok kami menyimpulkan bahwa manusia itu
tidak dapat hidup sendiri manusia adalah zoon politicon yang berarti di dalam
berkembang kita harus saling melengkapi saling tolong menolong dan tidak dapat
hidup sendiri butuh kerja sama bersosialisasi di ruang lingkup masyarakat,
manusai juga sebagai makhluk yang berbudaya atau homo humanis yaitu manusia
diciptakan memiliki ratio dan sense, manusia juga dapat mengembangkan budaya
yang iya miliki dengan cara berbaur atau bergaul dengan suatu kelompok atau di
dalam kehidupan berkeluarga.
Di dalam kehidupan juga kita tidak
luput dari sebuah permasalahan yang ada di mulai dari masalah sosial, masalah
keluarga, masalah budaya,masalah tingkah laku itu semua disebabkan akibat
tingkah laku seseorang sendiri,sementara masalah sosial disebabkan karena
adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaan, sifat kependudukannya
dan keadaan lingkungan sekitarnya sehngga kita harus menempatkan diri dengan
sebaik – baiknya berbaur dengan yang bak agar dapat berfikir dan mengarjakan
sesuatu denga cara positif.
2) Saran
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan
gambaran dan menambah wawasan kita tentang Ilmu Sosial Budaya Dasar serta
perkembangannya dari waktu ke waktu, lebih jauhnya penyusun berharap dengan
memahami kebudayaan kita semua dapat menyikapi segala kemajuan dan perkembangannya
sehingga dapat berdampak positif bagi kehidupan kita semua .
Komentar
Posting Komentar