MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
DI SUSUN OLEH
BUNGA MERCY WELY
NIM :1686207045
STKIP
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucap puji dan syukur kepada ALLAH SWT, atas segala rahmat dan karunia yang
telah di limpahkan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
pancasila sebagai etika politik . Tidak ada ciptaan manusia yang sempurna, sebab
yang sempurna hanya ciptaan Allah.
Tentunya
dalam penulisan makalah ini dalam segala keterbatasan , tidak lepas dari
kekurangan , tetapi kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir
kekurangan-kekurangan tersebut . Oleh karena itu , sangat di harapkan kritik
dan saran dari para pembaca . kami juga mengucapkan terimakasih kepada saudara
dan saudari yang telah ikut membantu dalam proses penulisan dan penyempurnaan
makalah ini.
Kami
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesai
nya makalah ini. Semoga penulisan makalah ini dan juga semua bentuk bantuan
yang telah di berikan hingga terselesai nya dapat menjadi amal kebajikan yang
akan memperoleh balasan dari Allah SWT.
Amin
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL...............................................................
KATA PENGANTAR.............................................................
DAFTAR ISI...........................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang............................................
1
B. Tujuan........................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Bidang Etika Politik...................................
2
B. Pengertian Nilai, Moral dan Norma........... 4
C. Pancasila Sebagai Ideologi Nasional.......... 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................
13
3.2 Saran..........................................................
13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pengertian
politik berasal dari kosa kata politics yang memiliki makna bermacam-macam
kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses
penentuan tujuan-tujuan . untuk melaksanakan tujuan-tujuan perlu di tentukan
kebijakan-kebijakan umum atau piblis policies, yang menyangkut peraturan dan
pembagian dari sumber-sumber yang ada. Dan politik selalu menyangkut
tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat bukan tujuan pribadi seseorang. Selain
itu politik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.
B.
TUJUAN
Tujuan
etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik ,
Baik bersama dan
untuk orang lain , dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang
adil. Eika politik membantu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual,
tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada . penekanan ada nya
korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang di redusir menjadi
hanya sekedar etika individual perilaku individu dalam bernegara.
BAB II
PEMBAHASAN
PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK
A. BIDANG ETIKA POLITIK
1. Pengertian Etika Politik
Etika adalah kelompok filsafat praktis yang membahas
tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau
bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berbagai ajaran
moral. Pengertian politik bersal dari kata “politics”,
yang memiliki maknabermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau
negara yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan.
Etika politik adalah cabang dari filsafat politik yang
membicara kan perilaku atau perbuatan-perbuatan politik untuk di nilai dari
segi baik atau segi buruknya. Filsafat politik adalah seperangkat keyakinan
masyarakat , berbangsa, dan bernegara yang di bela dan di perjuangkan oleh para
penganutnya , seperti komunisme dan demok
Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan
politik yang lebih baik, baik bersama dan untuk orang lain, dalam rangka
membangun institusi-institusi politik yang adil. Etika politik membntu untuk
menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan
struktur-struktur politik yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan
pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekedar etika individual
perilaku individu dalam bernegara. Nilai-nilai pancasila sebagai sumber etika
politik . dalam pelaksanaan negara dan penyelenggaraan negara, etika politik
menuntut agar kekuasaan dalam negara di jalankan sesuai dengan
·
Legitimasi Hukum
·
Legitimasi
Demokratis
·
Legitimasi moral
2. Legitimasi Kekuasaan.
Kekuasaan dapat di artikan sebagai kemampuan
seseorang untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain sehingga orang lain
menjadi sesuai dengan yang di inginkan oleh orang yang memiliki kekuasaan
tersebut . namun dalam mempelajari kehidupan politik , kekuasaan tidak hanya
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi proses pembuatan kebijaksanaan yang
mengikat seluruh anggota masyarakat . suati kekuasaan akan memunculkan sebuah
kewenangan . laswel dan kaplan
menyatakan bahwa wewenang (authority)
merupakan sebuah kekuasaan formal, atau dengan kata lain wewenang merupakan
kekuasaan yang memiliki keabsahan atau legitimasi merupakan hubungan antara
pemimpin dengan yang di pimpin , hubungan itu lebih di tentukan oleh yang di
pimpin karena penerimaan dan pengakuan atas kewenangan hanya berasal dari yang
di perintah.
Kewenangan seseorang belum lengkap
jika seseorang belum mendapat kan legitimasi. Legitimasi merupakan penerimaan
dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemimpin untuk memerintah , membuat,
dan melaksanakan keputusan politik . secara garis besar legitimasi merupakan
hubungan antara pemimpin dengan yang di pimpin, hubungan itu lebih di tentukan
oleh yang di pimpin karena penerimaan dan pengakuan atas kewenangan hanya
berasal dari yang di perintah.
Secara umum alasan pertama mengapa
legitimasi menjadi penting bagi pemimpin pemerintah, pertama. Legitimasi akan
mendatangkan kestabilan politik dari kemungkinan-kemungkinan untuk perubahan
sosial. Pengakuan dan dukungan masyarakatterhadap pihak yang berwenang akan
menciftakan pemerintahan yang stabil sehingga pemerintah dapat membuat dan
melaksana kan keputusan yang mengguntungkan masyarakat umum. Pemerintah yang
memiliki legitimasi akan lebih mudah mengatasi permasalahan dari pada
pemerintah yang kurang mendapat legitimasi.
3. Legitimasi Moral dalam kekuasaan
Moralitas “ ( dari kata latin
moralis ) mempunyai arti yang pada dasar nya sama dengan “Moral” hanya ada nada
lebih abstrak.
Kita berbicara
tentang “moralitas suatu perbuatan” artinya, segi moral suatu perbuatan atau
baik buruknya. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asaa dan nilai
yang berkenan
Dengan baik dan
buruk . moralitas juga merupakan suatu fenomena manusiawi dengan universal.
Moralitas bukan saja merupakan suatu
dimensi nyata dalam hidup setiap manusia, baik pada tahap perorangan maupun
pada thap sosial, kita harus mengatakan juga , moralitas hanya terdapat pada
manusia yang tidak terdapat pada makhluk lain .
Karena pada
dasar nya manusia yang mempunyai kekuasaan sehingga lupa akan bik buruk nya
dalam suatu moral
B.
PENGERTIAN NILAI , MORAL DAN NORMA
1.
Pengertian Nilai
Pengertian
nilai, menurut Djahiri(1999) , adalah harga , makna , isi dan pesan ,semangat,
atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori , sehingga
bermakna secara fungsional. Disini, nilai di fungsi kan untuk mengarahkan,
mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorng , karena nilai di jadikan
standar perilaku . sedangkan menurut dictionory dalam winataputra(1989), nilai
adalah harga atau kualitas sesuatu . artinya,sesuatu di anggap memiliki nilai
apabila sesuatu tersebut secara instrinstik memang berharga.
Contoh : nilai benda kayu jati di anggap
tinggi , sehingga kayu jati memiliki nilai jual lebih mahal dari pada kayu
kamper atau kayu lainnya. Secara instrinstik kayu jati adalah kayu yang
memiliki kualitas yang baik , tangguh, tidak muda kropos, dan lebih kuat dari
pada jenis kayu yang lainnya seperti kamper. Oleh karena itu, sudah sewajarnya
jika kayu jati, menurut pandangan masyarakat khusus nya pemborong, nilainya
mahal.
Nilai pancasila yang di gali dari bumi
indonesia sendiri merupakan pandanganhidup/panutan hidup bangsa
indonesia.kemudian, di tingkatkan kembali mnjadi dasar negara yang secara
yuridis formal di tetapkan pada tanggal 18 agustus 1945, yaitu sehari setelah indonesia
merdka . secara spesifik , nilai pancasila telah tercermin dallam norma hukum.
Denga demikian, nilai pancasila secara individu hendaknya di maknai sebagai
cermin perilaku hidup sehari-hari yang terwujud dalam cara bertindak.
Berdasarkan uraian di muka dpat di simpulkan bahwa
pengertian dan makna nilai adalah suatu bobot/kualitas perbuatan kebaikan yang
mendapat dalam berbagai hal yang di anggap sebagi sesuatu yang berharga , berguna,
dan memiliki manfaat . dalam pembelajaran PKN SD, Nilai sangat penting untuk di
tanam kan sejak dini karenaa nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup.
2. Pengertian Moral
Pengertian moral, menurut suseno (1998) adalah ukuran
baik buruk nya seseorang, baik sebgai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ,
dan warga negara
Sedangkan pendidikan
morl adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoraldan manusiawi.
Sedangkan menurut ouska dan whellan (1997) , moral
adalah prinsip baik buruk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang .
walaupun moral itu berada dalam diri individu , tetapi moral berada dalam suatu
sistem yang berwujud aturan . moral dan moralitas mmiliki sedikit perbedaaan,
karena moral adalah prinsip baik buruksedangkan moralitas merupaka kualias
pertimbangan baik buuk . dengan demikian , hakekat dan makna moralitas bisa di
lihat dari cara individu yang memiliki moral dalam mematuhi maupun menjalan kan
aturan.
Berdasar kan uraian di muka , dapat di simpulkan bahwa
pengertian moral/moralitas adalah suatu tuntutan perilaku yang baik yang di
miliki individu sebagai moralita , yang tercermin dalam pemikiran/konsep,sikap,
dan tingkah laku. Dalam pembelajaran PKN SD memang bertujuan untuk membentuk
moral anak , yaitumoral yang sesuai dgn nilai filsafat hidup pengertian
3. Pengertian Norma
Norma adalah tolak ukur/alat untuk mengukur benar salah
nya suatu sikap dan tindakan manusia. Norma juga bisa di artikan sebagai aturan
yag berisi rambu-rambu yang menggambrkan ukuran tertentu , yang di dalam nya
terkandung nilai benar/salah . norma yang berlaku di masyarakat indonesia ada
lima, yaitu(1) norma agama,(2) norma susila,(3) norma kesopanan (4) norma
kebiasaan , dan (5) norma hukum , di samping ada nya norma-norma lainnya.
Pelanggaran norma biasa nya mendapatkan sanksi , tetapi
bukan berupa hukuman di pengadilan, menurut and apa sanksi dari pelanggaran
norma agama? Sanksi dari agama di tentukan oleh tuhan. Oleh karena itu hukuman
nya berupa siksaan di akhirat, atau di dunia atau kehendak Tuhan . sanksi
pelanggaran atau penyimpangan norma kesusuilaan adlah moral yang biasanya
berupa gunjingan dari lingkungnnya.penyimpangan norma kesopanan dan norma
kebiasaan , seperti sopan santun dan etika yang berlaku di lingkungan nya, juga
mendapat sanksi moral dari masyarakat , misalnya berupa gunjuingan atau cemooh.
Begitu pula norma hukum, biasanya berupa aturan-aturan atau undang-undang yang
berlaku di masyarakat dan di sepakati bersama.
Berdasarkan uraian di atas , dapat di simpulkan bahwa
norma adalah petunjuk hidup bagi warga yang ada dalam masyarak , karena norma
tersebut mengandung sanksi. Siapa saja, baik individu maupun kelompok , yang
melanggar norma dapat hukuman yang berwujud sanksi, seperti sanksi agama dari
Tuhan dan departemen agama , sanksi akibat pelanggaran susila , kesopanan,
hukum,maupun kebiasaan yang berupa sanksi moral dari masyarakat.
4. Nilai Dasar
Nilai dasar adalah nilai yang di pilih untuk di
wujudkan sebagai kenyataan yang pada umumnya adalah refleksi dan berhubungan
dengan nilai-nilai objektif ,positif, instrinstik,dan transenden nilai dasar
merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang sedikit banyak bersikap
mutlak . kita menerima nya sebagai suatu yang benar atau tidak perlu di
pertanyakan lagi sila-sila dalam pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara
indonesia mengandung makna bahwa dalam tiap aspek kehidupan kemanusiaan
kemasyarakatan serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai ketuhanan ,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
5. Nilai Instrumental
Nilai instrumental sendiri adalah nilai yang menjadi
pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai instrumental harus tetap mengacu
kepada nilai-nilai dasar yang di jabarkan nya penjabaran itu bisa di lakukan
secra kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan nya.
Semangat yang sama dan
dalam batas-batas yang di mungkinkan oleh nilai dasar itu. Penjabaran itu jelas
tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.
6. Nilai Praksis
Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari
nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai
praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan
nilai-nilai instrumental.
7. Makna Nilai dalam sila pancasila
1. Ketuhanan yang maha esa
(1) bangsa indonesia menyatakan kepercayaan
nya dan ketaqwaan nya terhadap tuhan yang maha esa .
(2) manusia indonesia percaya dan taqwa
terhadap tuhan yang maha esa , sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemansiaan yang adil dan beradap.
(3) mengembangkan sikap hormat menghormati
dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang
berbeda-beda terhadap tuhan yang maha esa .
(4) membina
kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercyaan terhadap tuhan
yang maha esa.
(5) tidak
memaksa suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME kepada orang lain.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
(1) mengakui dan memperlakuan manusia sesuai
dengan hrkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak
dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku,keturunan,
agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial , warna kulit dan
sebagainya.
(3) mengembangkan sikap saling mencintai
sesama manusia.
(4) mengembangkan sikap saling tenggang
rasa dan tepa selerah.
(5) mengembangkan sikap tidak semena-mena
terhadap orang lain.
3. persatuan indonesia
(1) mampu menepati persatuan , kesatuan,
serta kepentingan pribadi dan golongan.
(2) sanggup dan rela berkorban untuk
kepentingan negara dan bangsa apabila di perlukan.
(3) mengembangkan rasa cinta kepada tanah
air dan bangsa .
(5) memelihara ketertiban dunia yang
berdasar kan kemerdekaan , perdamaian abadi dan keadilan sosial.
4. kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
(1) sebagai warga dan warga masyarakat ,
setiap manusia indonesia mempunyai kedudukan , hak dan kewajiban yang sama.
(2) tidak boleh memaksa kehendak kepda
orang lain .
(3) mengutamakan musyawarah dalam
mengambil keputusan untuk kepentingan bersama .
(4) musyawarah untuk mencapai mufakat di
liputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) menghormati dan menjunjung tinggi
setiap keputusan yang di capai sebagai hasil musyawarah.
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat
indonesia
(1) mengembangkan perbuatan yang luhur ,
yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan.
(2) mengembangkan sikap adil terhadp
sesama .
(3) menjaga keseimbangan antara hak dan
kewajiban
(4) menghormati hak orang lain
(5) suka memberi pertolongan kepada orang
lain agar dapat berdiri sendiri
Etika politik dalam
kehidupan bangsa dan negara
Kurang nya etika politik merupakan akibat dari
ketiadaan pendidikan politik yang memadai. Bangsa kita tidak banyak mempunyai
guru poitik yang baik , yang dapat mengajarkan bagaimana politik tak hanya
memperebutkan kekuasaan , namun dengan penghayatan etika serta moral. Politik
yang mengedepan kan take and give , berkonsensusu, dan pengorbanan . selain itu
kurang nya komunikasi politik juga menjadi penyebab lahir nya elite politik
seperti ini. Yaitu elite politik yang tidak mampu menyuarakan kepentingan
rakyat , namun juga menghasilkan orang-orang yang cenderung otoriter, termasuk
politk di pandu oleh nilai-nilai emosi.
C. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
Pancasila sebagai ideologi nasional yang pada dasar nya
menampilkan nilai-nilai universal menunjukan wawasan yang integral interagtif
dan sebagai ideologi modem mampu memberikan gairah dan semangat yang tinggi .
berbeda dengan ideologi-ideologi barat, pancasila yang di lahirkan dalam budaya
dan sejarah peradapan timur sangat menjunjung tinggi peran religiusitas yang
justru sangat di dambakan dalam alam kehidupan dan peradapan teknokratis
1. Pengertian ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’(inggris) yang
berarti gagasan , konsep, pengertian dasar, cita-cita . dan kata “logi” yang
dalam bahasa yunani logos arti nya ilmu atau pengetahuan .
Secara harfiah ,
pengertian ideologi adalah pengetahuan tentng gagasan gagasan , pengetahuan
tentang ide ide , science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian
dasar.dalam pengertian sehari-hari “idea” yang berarti cita-cita .
Cita-cita yang di
maksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus sekaligus merupakan
dasar pandangan atau paham . ideologi
mencangkup pengertian tentang ide-ide , pengertian dasar, gagasan dan cita-cita
. ideologi dapat di anggap sebagai visi yang luas.
Sebagai cara memandang
sesuatu . ideolog adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar
pembentukan ide) yang di terapkan pada masalah publik sehingga pembuat konsep
ini menjadi intisari politik.
2. makna ideologi bagi negara
Pada hakikat nya ideologi adalah merupakan hasil
reflesi manusia berkat kemampuan nya mengadakan distansi terhadap dunia
kehidupan nya . maka terhadap
sesuatu yang bersifat
dialektis antara ideolog dengan masyarakat . di suatu pihak mmbuat ideologi semakin
realitas dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal.
Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat , bangsa maupun negara, namun
juga membentuk masyarakatmenujuh cita-cita nya.
Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi
suatu bangsa dan negara untuk mencapai tujuan nya melalui berbagai realisasi
pembangunan. Hal ini di sebab kan dalam ideologi terkandung suatu oreantasi
praktis.
3. perbandingan
ideologi pancasila dengan ideologi lain
A. ideologi pancasila
Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi
terbuka khususnya di negara republik indonesia , sebagai ideologi terbuka
pancasila memberikan orientai ke depan, mengahruskan bangsa nya untuk selalu
menyadari situasi kehidupan yang seang dan akan di hadapinyya
Terutama menghadapi
globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang , pancasila sebagai
ideologi terbuka memiliki dimensi-dimensi idealitas , normatif, dan realitas.
B. Liberalisme
Jika di banding kan dengan ideologi pancasila yang
secar khsusnorma=normanya terdapat di undang-undang dasar 1945, maka dapat di
katakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam liberalisme terdapat di dalam
pasal-paal UUD 1945, pancasila menolak liberalisme sebagai ideologi yang
bersifat absolutitasi dan determinisme.
Liberalisme merupakan aham yang memberikan penekanan
dan kebebasan individu sehingga kesejahteraan bukan menjadi tanggung jawab
negara.
C. Komunisme
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem
sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semuA ADALAH MILIK rakyat dan
di kausai oleh negar untuk kemakmuran rakyat secara merata . komunisme sangat
membatasi demokrasi pada rakyat nya sehingga komunisme juga di sebut anti
liberalisme.
Dalam komunisme perubahan sosial harus di mulai dari
peran partai komunis . jadi perubahan sosial di mulai dari buruh, namun
pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil juka bernaung di bawah dominasi
partai
D. Sosialisme
Sosialisme merupakan ideologi yang lebih menegdepan kan
persamaan/pemerataan derajat antar masyarakat . ideologi sosialisme
berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri sendiri . kerja sama atau
gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih baik .
Sosialisme mencita-cita kan sebuah masyarakat yang di
dalam nya semua orang hidup dan dapat
bekerja sama dalam kebebasn dan solidaritas dengan hak-hak yang sama . tujuan nya ialah mengorganisir
buruh dan mnjamin pembagian merata hasil-hasil yang di capai memberikan
ketentraman dan kesempatan bagi semua orang .
4. Pancasila sebagai ideologi trbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pancasila
merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman tsnpa
mengubah nilai dasarnya . gagasan mengenai pancasila sebgai ideologi terbuka
mulai berkembang sejak tahun 1985 . tetapi semangat nya sudah tumbuh sejak
pancasila itu sendiri di tetapkan sebagai dasar negara .
Indonesia menganut ideologi terbuka karena indonesia
menggunakan sistem pemerintahan demokratis yang di dalam nya membebaskan
setiapmasyarakat untuk berpendapat dan melaksnakan sesuatu sesuai keinginan nya
masing-masing . maka dari tiu , ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka
adalah yang paling tepat di gunakan indonesia.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Etika politik adalah filsafat moral tentang
dimensi politis kehidupan manusia. Bidang pembahasan dan metode etika politik .
pertama etika politik di tempat kan ke dalam kerangka filsafat pada umumnya.
Kedua di jelaskan apa yang di maksud dengan dimensi politis manusia . ketiga di
pertanggung jawab kan cara dan metode pendekatan etika politik terhadap di
mensi politis manusia itu.
B.
SARAN
Pancasila
hendak nya di sosialisasi kan secara mendalam sehingga kehidupan bermasyarakat
dalam berbagai segi terwujud dengan ada nya kesinambungan usaha pemerinah untuk
mewujudkan masyarakat adil dan makmur dengan kepastian masyarakat untuk
mengikuti dan mntaati peraturan yang di tetapkan, karena kekuatan politik suatu
negara di tentukan oleh kondisi pemerintah yang absolut dengan adanya dukungan
rakyat sebagai bagian trpenting dari terbentuknya suatu negara.
Komentar
Posting Komentar