MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA




MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA











DI SUSUN OLEH

BUNGA MERCY  WELY
NIM :1686207045



STKIP AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI
2017



  KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur kepada ALLAH SWT, atas segala rahmat dan karunia yang telah di limpahkan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul pancasila sebagai etika politik . Tidak ada ciptaan manusia yang sempurna, sebab yang sempurna hanya ciptaan Allah.
Tentunya dalam penulisan makalah ini dalam segala keterbatasan , tidak lepas dari kekurangan , tetapi kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan tersebut . Oleh karena itu , sangat di harapkan kritik dan saran dari para pembaca . kami juga mengucapkan terimakasih kepada saudara dan saudari yang telah ikut membantu dalam proses penulisan dan penyempurnaan makalah ini.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesai nya makalah ini. Semoga penulisan makalah ini dan juga semua bentuk bantuan yang telah di berikan hingga terselesai nya dapat menjadi amal kebajikan yang akan memperoleh balasan dari Allah SWT.
Amin










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................
KATA PENGANTAR.............................................................
DAFTAR ISI...........................................................................
BAB I         PENDAHULUAN
                   A.       Latar belakang............................................ 1
                   B.        Tujuan........................................................ 1
BAB II       PEMBAHASAN
                   A.       Bidang Etika Politik................................... 2
                   B.        Pengertian Nilai, Moral dan Norma........... 4
                   C.        Pancasila Sebagai Ideologi Nasional.......... 9
BAB III      PENUTUP
                   3.1      Kesimpulan................................................ 13
                   3.2      Saran.......................................................... 13





BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Pengertian politik berasal dari kosa kata politics yang memiliki makna bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan . untuk melaksanakan tujuan-tujuan perlu di tentukan kebijakan-kebijakan umum atau piblis policies, yang menyangkut peraturan dan pembagian dari sumber-sumber yang ada. Dan politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat bukan tujuan pribadi seseorang. Selain itu politik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.

                                                                                                                                         B.  TUJUAN
Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik ,
Baik bersama dan untuk orang lain , dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang adil. Eika politik membantu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada . penekanan ada nya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang di redusir menjadi hanya sekedar etika individual perilaku individu dalam bernegara.






BAB II
PEMBAHASAN
PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK


A.  BIDANG ETIKA POLITIK
1.           Pengertian Etika Politik
              Etika adalah kelompok filsafat praktis yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berbagai ajaran moral. Pengertian politik bersal dari kata “politics”, yang memiliki maknabermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan.
              Etika politik adalah cabang dari filsafat politik yang membicara kan perilaku atau perbuatan-perbuatan politik untuk di nilai dari segi baik atau segi buruknya. Filsafat politik adalah seperangkat keyakinan masyarakat , berbangsa, dan bernegara yang di bela dan di perjuangkan oleh para penganutnya , seperti komunisme dan demok
              Tujuan etika politik adalah mengarahkan kehidupan politik yang lebih baik, baik bersama dan untuk orang lain, dalam rangka membangun institusi-institusi politik yang adil. Etika politik membntu untuk menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur politik yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekedar etika individual perilaku individu dalam bernegara. Nilai-nilai pancasila sebagai sumber etika politik . dalam pelaksanaan negara dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara di jalankan sesuai dengan
·         Legitimasi Hukum
·         Legitimasi Demokratis
·         Legitimasi moral






2.            Legitimasi Kekuasaan.
              Kekuasaan dapat di artikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain sehingga orang lain menjadi sesuai dengan yang di inginkan oleh orang yang memiliki kekuasaan tersebut . namun dalam mempelajari kehidupan politik , kekuasaan tidak hanya sebagai kemampuan untuk mempengaruhi proses pembuatan kebijaksanaan yang mengikat seluruh anggota masyarakat . suati kekuasaan akan memunculkan sebuah kewenangan . laswel dan kaplan menyatakan bahwa wewenang (authority) merupakan sebuah kekuasaan formal, atau dengan kata lain wewenang merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan atau legitimasi merupakan hubungan antara pemimpin dengan yang di pimpin , hubungan itu lebih di tentukan oleh yang di pimpin karena penerimaan dan pengakuan atas kewenangan hanya berasal dari yang di perintah.
              Kewenangan seseorang belum lengkap jika seseorang belum mendapat kan legitimasi. Legitimasi merupakan penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemimpin untuk memerintah , membuat, dan melaksanakan keputusan politik . secara garis besar legitimasi merupakan hubungan antara pemimpin dengan yang di pimpin, hubungan itu lebih di tentukan oleh yang di pimpin karena penerimaan dan pengakuan atas kewenangan hanya berasal dari yang di perintah.
              Secara umum alasan pertama mengapa legitimasi menjadi penting bagi pemimpin pemerintah, pertama. Legitimasi akan mendatangkan kestabilan politik dari kemungkinan-kemungkinan untuk perubahan sosial. Pengakuan dan dukungan masyarakatterhadap pihak yang berwenang akan menciftakan pemerintahan yang stabil sehingga pemerintah dapat membuat dan melaksana kan keputusan yang mengguntungkan masyarakat umum. Pemerintah yang memiliki legitimasi akan lebih mudah mengatasi permasalahan dari pada pemerintah yang kurang mendapat legitimasi.


3.           Legitimasi Moral dalam kekuasaan
              Moralitas “ ( dari kata latin moralis ) mempunyai arti yang pada dasar nya sama dengan “Moral” hanya ada nada lebih abstrak.
Kita berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan” artinya, segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asaa dan nilai yang berkenan









Dengan baik dan buruk . moralitas juga merupakan suatu fenomena manusiawi dengan universal.
              Moralitas bukan saja merupakan suatu dimensi nyata dalam hidup setiap manusia, baik pada tahap perorangan maupun pada thap sosial, kita harus mengatakan juga , moralitas hanya terdapat pada manusia yang tidak terdapat pada makhluk lain .
Karena pada dasar nya manusia yang mempunyai kekuasaan sehingga lupa akan bik buruk nya dalam suatu moral


B.    PENGERTIAN NILAI , MORAL DAN NORMA

1.           Pengertian Nilai
                        Pengertian nilai, menurut Djahiri(1999) , adalah harga , makna , isi dan pesan ,semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori , sehingga bermakna secara fungsional. Disini, nilai di fungsi kan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorng , karena nilai di jadikan standar perilaku . sedangkan menurut dictionory dalam winataputra(1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu . artinya,sesuatu di anggap memiliki nilai apabila sesuatu tersebut secara instrinstik memang berharga.
                        Contoh : nilai benda kayu jati di anggap tinggi , sehingga kayu jati memiliki nilai jual lebih mahal dari pada kayu kamper atau kayu lainnya. Secara instrinstik kayu jati adalah kayu yang memiliki kualitas yang baik , tangguh, tidak muda kropos, dan lebih kuat dari pada jenis kayu yang lainnya seperti kamper. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika kayu jati, menurut pandangan masyarakat khusus nya pemborong, nilainya mahal.
                        Nilai pancasila yang di gali dari bumi indonesia sendiri merupakan pandanganhidup/panutan hidup bangsa indonesia.kemudian, di tingkatkan kembali mnjadi dasar negara yang secara yuridis formal di tetapkan pada tanggal 18 agustus 1945, yaitu sehari setelah indonesia merdka . secara spesifik , nilai pancasila telah tercermin dallam norma hukum. Denga demikian, nilai pancasila secara individu hendaknya di maknai sebagai cermin perilaku hidup sehari-hari yang terwujud dalam cara bertindak.





              Berdasarkan uraian di muka dpat di simpulkan bahwa pengertian dan makna nilai adalah suatu bobot/kualitas perbuatan kebaikan yang mendapat dalam berbagai hal yang di anggap sebagi sesuatu yang berharga , berguna, dan memiliki manfaat . dalam pembelajaran PKN SD, Nilai sangat penting untuk di tanam kan sejak dini karenaa nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup.

2. Pengertian Moral
              Pengertian moral, menurut suseno (1998) adalah ukuran baik buruk nya seseorang, baik sebgai pribadi maupun sebagai warga masyarakat , dan warga negara
Sedangkan pendidikan morl adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoraldan manusiawi.
              Sedangkan menurut ouska dan whellan (1997) , moral adalah prinsip baik buruk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang . walaupun moral itu berada dalam diri individu , tetapi moral berada dalam suatu sistem yang berwujud aturan . moral dan moralitas mmiliki sedikit perbedaaan, karena moral adalah prinsip baik buruksedangkan moralitas merupaka kualias pertimbangan baik buuk . dengan demikian , hakekat dan makna moralitas bisa di lihat dari cara individu yang memiliki moral dalam mematuhi maupun menjalan kan aturan.
              Berdasar kan uraian di muka , dapat di simpulkan bahwa pengertian moral/moralitas adalah suatu tuntutan perilaku yang baik yang di miliki individu sebagai moralita , yang tercermin dalam pemikiran/konsep,sikap, dan tingkah laku. Dalam pembelajaran PKN SD memang bertujuan untuk membentuk moral anak , yaitumoral yang sesuai dgn nilai filsafat hidup pengertian

3. Pengertian Norma
              Norma adalah tolak ukur/alat untuk mengukur benar salah nya suatu sikap dan tindakan manusia. Norma juga bisa di artikan sebagai aturan yag berisi rambu-rambu yang menggambrkan ukuran tertentu , yang di dalam nya terkandung nilai benar/salah . norma yang berlaku di masyarakat indonesia ada lima, yaitu(1) norma agama,(2) norma susila,(3) norma kesopanan (4) norma kebiasaan , dan (5) norma hukum , di samping ada nya norma-norma lainnya.




              Pelanggaran norma biasa nya mendapatkan sanksi , tetapi bukan berupa hukuman di pengadilan, menurut and apa sanksi dari pelanggaran norma agama? Sanksi dari agama di tentukan oleh tuhan. Oleh karena itu hukuman nya berupa siksaan di akhirat, atau di dunia atau kehendak Tuhan . sanksi pelanggaran atau penyimpangan norma kesusuilaan adlah moral yang biasanya berupa gunjingan dari lingkungnnya.penyimpangan norma kesopanan dan norma kebiasaan , seperti sopan santun dan etika yang berlaku di lingkungan nya, juga mendapat sanksi moral dari masyarakat , misalnya berupa gunjuingan atau cemooh. Begitu pula norma hukum, biasanya berupa aturan-aturan atau undang-undang yang berlaku di masyarakat dan di sepakati bersama.
              Berdasarkan uraian di atas , dapat di simpulkan bahwa norma adalah petunjuk hidup bagi warga yang ada dalam masyarak , karena norma tersebut mengandung sanksi. Siapa saja, baik individu maupun kelompok , yang melanggar norma dapat hukuman yang berwujud sanksi, seperti sanksi agama dari Tuhan dan departemen agama , sanksi akibat pelanggaran susila , kesopanan, hukum,maupun kebiasaan yang berupa sanksi moral dari masyarakat.

4.   Nilai Dasar
              Nilai dasar adalah nilai yang di pilih untuk di wujudkan sebagai kenyataan yang pada umumnya adalah refleksi dan berhubungan dengan nilai-nilai objektif ,positif, instrinstik,dan transenden nilai dasar merupakan asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang sedikit banyak bersikap mutlak . kita menerima nya sebagai suatu yang benar atau tidak perlu di pertanyakan lagi sila-sila dalam pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara indonesia mengandung makna bahwa dalam tiap aspek kehidupan kemanusiaan kemasyarakatan serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai ketuhanan , kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

5.   Nilai Instrumental
              Nilai instrumental sendiri adalah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang di jabarkan nya penjabaran itu bisa di lakukan secra kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan nya.
Semangat yang sama dan dalam batas-batas yang di mungkinkan oleh nilai dasar itu. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.



6.  Nilai Praksis
              Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai instrumental.
7.  Makna Nilai dalam sila pancasila
1.           Ketuhanan yang maha esa
(1)          bangsa indonesia menyatakan kepercayaan nya dan ketaqwaan nya terhadap tuhan yang maha esa .
(2)          manusia indonesia percaya dan taqwa terhadap tuhan yang maha esa , sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemansiaan yang adil dan beradap.
(3)          mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap tuhan yang maha esa .
(4)          membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercyaan terhadap tuhan yang maha esa.
(5)           tidak memaksa suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME kepada orang lain.
2.           Kemanusiaan yang adil dan beradab
(1)  mengakui dan memperlakuan manusia sesuai dengan hrkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME
(2)   Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku,keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial , warna kulit dan sebagainya.
(3)          mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4)          mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selerah.
(5)          mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
3.           persatuan indonesia
(1)          mampu menepati persatuan , kesatuan, serta kepentingan pribadi dan golongan.


(2)          sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila di perlukan.
(3)          mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa .
(5)          memelihara ketertiban dunia yang berdasar kan kemerdekaan , perdamaian abadi dan keadilan sosial.

4.           kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
(1)          sebagai warga dan warga masyarakat , setiap manusia indonesia mempunyai kedudukan , hak dan kewajiban yang sama.
(2)          tidak boleh memaksa kehendak kepda orang lain .
(3)          mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama .
(4)          musyawarah untuk mencapai mufakat di liputi oleh semangat kekeluargaan.
(5)          menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang di capai sebagai hasil musyawarah.

5.           keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
(1)          mengembangkan perbuatan yang luhur , yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan.
(2)          mengembangkan sikap adil terhadp sesama .
(3)          menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
(4)          menghormati hak orang lain
(5)          suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri
Etika politik dalam kehidupan bangsa dan negara


             


              Kurang nya etika politik merupakan akibat dari ketiadaan pendidikan politik yang memadai. Bangsa kita tidak banyak mempunyai guru poitik yang baik , yang dapat mengajarkan bagaimana politik tak hanya memperebutkan kekuasaan , namun dengan penghayatan etika serta moral. Politik yang mengedepan kan take and give , berkonsensusu, dan pengorbanan . selain itu kurang nya komunikasi politik juga menjadi penyebab lahir nya elite politik seperti ini. Yaitu elite politik yang tidak mampu menyuarakan kepentingan rakyat , namun juga menghasilkan orang-orang yang cenderung otoriter, termasuk politk di pandu oleh nilai-nilai emosi.

C.  PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
              Pancasila sebagai ideologi nasional yang pada dasar nya menampilkan nilai-nilai universal menunjukan wawasan yang integral interagtif dan sebagai ideologi modem mampu memberikan gairah dan semangat yang tinggi . berbeda dengan ideologi-ideologi barat, pancasila yang di lahirkan dalam budaya dan sejarah peradapan timur sangat menjunjung tinggi peran religiusitas yang justru sangat di dambakan dalam alam kehidupan dan peradapan teknokratis
1. Pengertian ideologi
              Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’(inggris) yang berarti gagasan , konsep, pengertian dasar, cita-cita . dan kata “logi” yang dalam bahasa yunani logos arti nya ilmu atau pengetahuan .
Secara harfiah , pengertian ideologi adalah pengetahuan tentng gagasan gagasan , pengetahuan tentang ide ide , science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.dalam pengertian sehari-hari “idea” yang berarti cita-cita .
Cita-cita yang di maksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus sekaligus merupakan dasar  pandangan atau paham . ideologi mencangkup pengertian tentang ide-ide , pengertian dasar, gagasan dan cita-cita . ideologi dapat di anggap sebagai visi yang luas.
Sebagai cara memandang sesuatu . ideolog adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar pembentukan ide) yang di terapkan pada masalah publik sehingga pembuat konsep ini menjadi intisari politik.

2.  makna ideologi bagi negara
              Pada hakikat nya ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuan nya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupan nya . maka terhadap

sesuatu yang bersifat dialektis antara ideolog dengan masyarakat . di suatu pihak mmbuat ideologi semakin realitas dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat , bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakatmenujuh cita-cita nya.
              Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi suatu bangsa dan negara untuk mencapai tujuan nya melalui berbagai realisasi pembangunan. Hal ini di sebab kan dalam ideologi terkandung suatu oreantasi praktis.

3. perbandingan ideologi pancasila dengan ideologi lain
A. ideologi pancasila
              Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka khususnya di negara republik indonesia , sebagai ideologi terbuka pancasila memberikan orientai ke depan, mengahruskan bangsa nya untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang seang dan akan di hadapinyya
Terutama menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang , pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi-dimensi idealitas , normatif, dan realitas.
B. Liberalisme
              Jika di banding kan dengan ideologi pancasila yang secar khsusnorma=normanya terdapat di undang-undang dasar 1945, maka dapat di katakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam liberalisme terdapat di dalam pasal-paal UUD 1945, pancasila menolak liberalisme sebagai ideologi yang bersifat absolutitasi dan determinisme.
              Liberalisme merupakan aham yang memberikan penekanan dan kebebasan individu sehingga kesejahteraan bukan menjadi tanggung jawab negara.

C. Komunisme
              Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semuA ADALAH MILIK rakyat dan di kausai oleh negar untuk kemakmuran rakyat secara merata . komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyat nya sehingga komunisme juga di sebut anti liberalisme.
              Dalam komunisme perubahan sosial harus di mulai dari peran partai komunis . jadi perubahan sosial di mulai dari buruh, namun pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil juka bernaung di bawah dominasi partai

D. Sosialisme
              Sosialisme merupakan ideologi yang lebih menegdepan kan persamaan/pemerataan derajat antar masyarakat . ideologi sosialisme berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri sendiri . kerja sama atau gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih baik .
              Sosialisme mencita-cita kan sebuah masyarakat yang di dalam  nya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasn dan solidaritas dengan hak-hak  yang sama . tujuan nya ialah mengorganisir buruh dan mnjamin pembagian merata hasil-hasil yang di capai memberikan ketentraman dan kesempatan bagi semua orang .

4.  Pancasila sebagai ideologi trbuka
              Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman tsnpa mengubah nilai dasarnya . gagasan mengenai pancasila sebgai ideologi terbuka mulai berkembang sejak tahun 1985 . tetapi semangat nya sudah tumbuh sejak pancasila itu sendiri di tetapkan sebagai dasar negara .
              Indonesia menganut ideologi terbuka karena indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokratis yang di dalam nya membebaskan setiapmasyarakat untuk berpendapat dan melaksnakan sesuatu sesuai keinginan nya masing-masing . maka dari tiu , ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat di gunakan indonesia.












BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
                                                                                                                                Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politis kehidupan manusia. Bidang pembahasan dan metode etika politik . pertama etika politik di tempat kan ke dalam kerangka filsafat pada umumnya. Kedua di jelaskan apa yang di maksud dengan dimensi politis manusia . ketiga di pertanggung jawab kan cara dan metode pendekatan etika politik terhadap di mensi politis manusia itu.

B.     SARAN
    Pancasila hendak nya di sosialisasi kan secara mendalam sehingga kehidupan bermasyarakat dalam berbagai segi terwujud dengan ada nya kesinambungan usaha pemerinah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur dengan kepastian masyarakat untuk mengikuti dan mntaati peraturan yang di tetapkan, karena kekuatan politik suatu negara di tentukan oleh kondisi pemerintah yang absolut dengan adanya dukungan rakyat sebagai bagian trpenting dari terbentuknya suatu negara.



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN