MEDIA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN BAHASA

 

MEDIA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN BAHASA

Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

PERKEMBANGAN BAHASA AUD

 

                                                                                    

 

Dosen Pembimbing

 Dra. Wiwik Pudjaningsih,M.Pd.I

Di Susun Oleh 

Bunga Mercy Wely

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah . Kami menyadari makalah yang dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih. Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.

 

 

Jambi, April 2018

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL...................................................................................... i

KATA PENGANTAR................................................................................... ii                  

DAFTAR ISI.................................................................................................. iii

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang........................................................................... 1

1.2       Rumusan masalah...................................................................... 2

1.3    Tujuan........................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN

2.1  teori tentang pengembangan bahasa............................................. 4

2.2 pengembangan bahasa anak melalui permainan............................ 5

2.3   karakterisrik................................................................................. 6

2.4  langkah-langkah untuk membantu perkembangan bahasa anak

............................................................................................................ 7

2.5 perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun .................................. 8

2.6 Media Audio................................................................................ 9

2.7 Media Visual................................................................................ 10

2.8 Media Audio Visual..................................................................... 11

BAB III PENUTUP

3.1    Kesimpulan.................................................................................. 12

3.2  Saran............................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 14

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latarbelakang                                          

 

Bahasa adalah alat komunikasi

Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain.     

Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak kemampuan berbahasa yang paling umum dan efektif dilakukan adalah kemampuan berbicara, hal ini             

sesuai dengan karakteristik umum kemampuan bahasa anak pada usia tersebut. Belajar berbicara  dapat dilakukan anak dengan bantuan orang tuanya atau orang dewasa yang berada disekitarnya, melalui percakapan, dengan bercakap

-cakap anak mendapatkan pengalaman dan meningkatkan pengetahuannya serta mengembangkan bahasanya. Pemerolehan bahasa seorang anak juga berawal

dari menyimak ucapan di lingkungan keluarga. Bila seorang anak sering mendengarkan atau dilatih untuk selalu mendengarkan cerita dimasa awal kehidupannya, maka perkembangan bahasa dan kosakata anak akan berkembang dengan sangat baik. Skinner dalam (Dhieni, 2009:2.9) berpendapat bahwa perkembangan bahasa seorang anak tidak diperoleh dengan begitu saja, tetapi melalui imitasi rangsangan yang diberikan oleh lingkungan terdekat anak, yaitu orang tua, maka kewajiban orang tua dan orang dewasa lainnya yang berada didekat anak untuk memberikan rangsangan berbahasa anak salah satunya dengan membacakan cerita atau memperdengarkan cerita pada anak. Tampubolon (1991:50) menyatakan bahwa bercerita kepada anak memainkan peranan penting bukan saja dalam menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, tetapi juga dalam mengembangkan bahasa dan pikiran anak, dengan demikian fungsi dari kegiatan bercerita bagi anak usia 4

-6 tahun adalah membantu perkembangan bahasa anak. Dengan bercerita melatih pendengaran anak yang difungsikan dengan baik untuk membantu kemampuan bicara, dengan menambah perbendaharaan kosakata, kemampuan mengucapkan kata

-kata, melatih merangkai kalimat sesuai dengan tahapan perkembangannya, selanjutnya anak dapat mengekspresikannya melalui bernyanyi, bersyair, menulis, ataupun menggambar. Salah satu cara melatih pendengaran dan menumbuhkan minta anak dalam bercerita, diantaranya dengan menggunakan media audio kaset cerita, dimana anak dapat mendengarkan cerita

-cerita menarik, sehingga imajinasi anak dapat terlatih dan berkembang dengan baik.

Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti

perantara, antara, atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesanke penerima pesan. Schramm (1977) dalam (Eliyawati, 2005: 108) mendefinisikan mengenai media yaitu teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan.Penggunaan media dalam kegiatan pendidikan untuk anak usia dini pada umumnya untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi. Beberapa peranan penting media dalam kegiatan pembelajaran adalah memperjelaspenyajian pesan dan mengurangi verbalitas,

Bahasa dapat dimaknai sebagai suatu sistem tanda, baik lisan maupun tulisan dan merupakan sistem komunikasi antar manusia. Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan serta kesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum dia belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik . Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi

Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.

            Bahasa juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum anak belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahaminya dengan baik .

            Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.

Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain.           

Pendidik perlu menerapkan ide-ide yang dimilikinya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, memberikan contoh penggunaan bahasa dengan benar, menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan berkomunikasi secara aktif. Anak terus perlu dilatih untuk berpikir dan menyelesaikan masalah melalui bahasa yang dimilikinya. Kegiatan nyata yang diperkuat dengan komunikasi akan terus meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lebih daripada itu, anak harus ditempatkan di posisi yang terutama, sebagai pusat pembelajaran yang perlu dikembangkan potensinya. Anak belajar bahasa perlu menggunakan berbagai strategi misalnya dengan permainan-permainan yang bertujuan mengembangkan bahasa anak dan penggunaan media-media yang beragam yang mendukung pembelajaran bahasa. Anak akan mendapatkan pengalaman bermakna dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dimana pembelajaran yang menyenangkan akan menjadi bagian dalam hidup anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2     Rumusan Masalah

a.       Apa saja teori tentang pengembangan bahasa                                         

b.      Apa saja pengembangan bahasa anak melalui permainan

c.       Apa saja karakterisrik

d.   Apa saja langkah-langkah untuk membantu perkembangan bahasa anak

e.    Apa saja perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun

f.   Apa saja media audio

g.   Apa saja media Visual

h.  Apa saja media audio visual

1.3 Tujuan                                       

a. Menjelaskan teori tentang pengembangan bahasa

b. Menjelaskan pengembangan bahasa anak melalui permainan

c. Menjelaskan karakterisrik

d. Menjelaskan langkah-langkah untuk membantu perkembangan bahasa anak

e. Menjelaskan perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun

f. Menjelaskan media audio

g. Menjelaskan media visual

h. Menjelaskan media audio visual

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Teori  Tentang Pengembangan Bahasa  Anak

 

v  Teori "Behaviorist" oleh Skinner,

Mendefinisikan bahwa pembelajaran dipengaruhi oleh perilaku yang dibentuk oleh lingkungan eksternalnya, artinya pengetahuan merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungannya melalui pengondisian stimulus yang menimbulkan respons. Perubahan lingkungan pembelajaran dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku anak secara bertahap. Perilaku positif pada anak cenderung akan diulang ketika mendapat dorongan yang sesuai dengan kemampuan anak dari lingkungannya. Latihan untuk anak harus menggunakan bentuk-bentuk pertanyaan (stimulus) dan jawaban (respons) yang dikenalkan secara bertahap, mulai dari yang sederhana sampai pada yang lebih rumit.

v  Teori "Nativist" oleh Chomsky",

Mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalam diri anak. Saat seorang anak dilahirkan, ia telah memiliki serangkaian kemampuan berbahasa yang disebut "Tata Bahasa Umum" atau "Universal Grammar". Anak tidak sekadar meniru bahasa yang ia dengarkan, tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada. Ini karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa (Language Acquisition Devise/LAD). Menurut teori ini, anak perlu mendapatkan model pembelajaran bahasa sejak dini. Anak akan belajar bahasa dengan cepat, terutama untuk bahasa kedua, sebelum usia 10 tahun.

v  Teori "Constructive" oleh Piaget, Vigotsky, dan Gardner,

Menyatakan bahwa perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia-usia tertentu, tetapi melalui interaksi sosial anak akan mengalami peningkatan kemampuan berpikir. Pengaruhnya dalam pembelajaran bahasa adalah anak akan dapat belajar dengan optimal jika diberikan kegiatan. Dalam kegiatan itu, anak perlu didorong untuk sering berkomunikasi. Adanya anak yang lebih tua usianya atau orang dewasa yang mendampingi pembelajaran dan mengajak bercakap-cakap, akan menolong anak menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi atau melejitkan potensi kecerdasan bahasa yang sudah dimiliki anak. Oleh karena itu, pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif; menantang anak untuk meningkatkan pembelajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas.

2.  Pengembangan Bahasa Anak Melalui Permainan

 

Pengembangan kemampuan dasar anak, termasuk berbahasa,  dapat dilakukan dengan strategi bermain. Ada beberapa jenis permainan yang dapat mendukung terciptanya rangsangan pada anak dalam berbahasa antara lain alat peraga berupa gambar yang terdapat pada buku atau poster, mendengarkan lagu atau nyanyian, menonton film atau mendengarkan suara kaset, membaca cerita (story reading/story telling) ataupun mendongeng. Semua aktivitas yang dapat merangsang kemampuan anak dalam berbahasa dapat diciptakan sendiri oleh pendidik. Pendidik dapat berimprovisasi dan mengembangkan sendiri dengan cara menerapkannya kepada anak sesuai dengan kondisi dan lingkungannya. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak sebagaimana dideskripsikan oleh Eli Tohonan Tua Pane (2009) adalah sebagai berikut.

©      Permainan ”Pilih Satu Benda”,

          Dilakukan dengan membagi kelas dalam beberapa kelompok.Tiap kelompok mendapatkan 10 macam benda. Anak kemudian diminta untuk memilih 5 dari 10 benda tersebut. Anak bisa memikirkan mana benda-benda yang lebih penting. Setelah beberapa saat, anak diminta untuk memilih 3 dari 5 benda tadi, akhirnya diminta memilih 1 benda saja. Kemudian setiap kelompok diminta berbicara untuk memberikan alasan mengapa mereka memilih benda tersebut. Tujuan permainan tersebut adalah melatih keterampilan berbicara anak.

©      Permainan “Menebak Suara Binatang”,

           Dilakukan dengan memberikan tulisan/gambar kepada setiap anak dan tidak boleh dibuka sebelum diperintahkan oleh guru. Kemudian setiap anak harus bersuara seperti binatang yang ada di dalam kertas yang diperolehnya (anak tidak boleh berbicara, hanya bersuara saja) dan mencari pasangan suara yang sama. ”Siapa yang tidak mendapatkan pasangan ? Tebak nama binatang itu !”. Tujuannya adalah membaca kata sederhana tentang nama binatang dan mengenali bunyi.

©      Permainan Moving family,

          Dilakukan dengan memposisikan anak-anak duduk dalam sebuah lingkaran lalu memberikan mereka potongan kertas bertuliskan ayah, ibu, kakak, adik. Kemudian pendidik menyebutkan tulisan itu, misalnya ”ayah”, maka anak yang membawa tulisan ayah dapat berdiri. Ketika pendidik mengucapkan ”ibu”, maka anak yang membawa tulisan ibu berdiri, dan ketika pendidik menyebutkan ”keluarga”, maka semua anak baik yang memegang tulisan ”ayah”, ”ibu”, ”anak” berdiri berdekatan. Tujuan permainan ini adalah mengenalkan tulisan untuk dibaca, mendengarkan bunyi.

©      Permainan ”Memancing Kata”: 

       Anak memancing kartu kata. Kata yang didapat anak kemudian dituliskan dalam secarik kertas. Tujuan : mengenalkan anak pada huruf-huruf, melatih anak untuk menulis kata.

©      Permainan ”Menyeberang Sungai”: 

        Dua anak diminta memegang ujung-ujung tali, kemudian menggerak-gerakkan tali itu di lantai. Sementara itu anak-anak lain bertanya,”Buaya, buaya, bolehkah aku menyeberang sungaimu ? Anak yang memegang tali bisa menjawab dengan mengajukan syarat tertentu bagi anak yang ingin menyeberang. Misalnya,” Ya boleh, jika kamu mengenakan kaos berwarna putih”. Maka anak yang berkaos putih dapat segera melompati tali yang digoyang-goyang. Demikian berulang-ulang dengan persyaratan yang diajukan oleh pemegang tali berbeda-beda.Tujuannya: mengembangkan kemampuan berbahasa anak.

©      Permainan ”Cerita Yang Diperagakan”: 

             Pendidik dan anak menyusun suatu kesepakatan, bahwa pendidik akan membacakan cerita, dan jika menyebutkan kata-kata tertentu, maka anak telah sepakat untuk membentuk gerakannya.

©      Permainan ”Menulis Dengan Badan”: 

        Anak diminta membayangkan bahwa tubuhnya sebagai pensil, sehingga anak dapat menulis huruf menggunakan badannya. Anak bergerak sesuai bentuk huruf. Anak yang lain diminta menebak. Kegiatan ini dapat dikembangkan dengan kata dalam beberapa huruf, misalnya : madu, dsb. Tujuan :melatih menulis dan membaca huruf.

 

2.3 Karakteristik  

Anak TK adalah individu yang mengalami suatu proses pertumbuhan dan perkembangan.

Fungsi perkembangan bahasa bagi anak TK

Menurut Depdiknas (2003 : 105) fungsi pengembangan bahasa bagi anak TK adalah :

q   Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan.

q   Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak.

q  Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak.

q  Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain.

 

Berbahasa secara umum ber fungsi  untuk mencapai tujuan anak, misalnya:

Ø  Sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan

Ø  Sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain

Ø  Sebagai alat untuk membina hubungan sosial.

Ø  Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri

Ø  Untuk dapat mcmpengaruhi pikiran dan peiasaan orang lain

Ø  ) Untuk mempengaruhi perilaku orang lain

 

Pengembangan kemampuan berbahasa anak (Direktorat Pembinaan TK dilakukan dengan tujuan (sebagai berikut:

Ø   Agar anak dapat mengolah kata secara komprehensif.

Ø  Agar anak dapat mengekspresikan kata-kata dalam bahasa tubuh yang dapat dipahami oleh orang lain.

Ø   Agar anak mengerti setiap kata yang didengar dan diucapkan, mengartan dan menyampaikan secara utuh kepada orang lain.

Ø  Agar anak dapat berargumentasi, meyakinkan orang melalui kata-kata yang diucapkannya.

 

Karakteristik perkembangan kemampuan berbahasa anak TK atau anak usia prasekolah menurut Allen dan Marot (2010: 132 – 133)  adalah sebagai berikut:

      Berbicara tentang benda, kejadian, dan seseorang yang tak ada di sekitarnya : “Rudi punya mobil-mobilan”.

      Berbicara tentang apa yang dilakukan orang lain: “Mama sedang memasak di dapur’.

      Menambah informasi mengenai apa yang baru dikatakan: “Iya, lalu ia rebut lagi mainanku”.

      Menjawab pertanyaan sederhana dengan tepat.

      Semakin banyak mengajukan pertanyaan, terutama tentang lokasi dan identitas benda atau orang.

      Menggunakan bentuk percakapan yang semakin banyak yang membuat percakapan terus berlanjut: “Lalu apa yang ia lakkan? “Bagaimana dia bias bersembunyi?”

      Menarik perhatian orang terhadap dirinya, benda, atau kejadian di sekitarnya: “Lihat helikopterku dating”.

      Menyuruh orang lain melakukan sesuatu terlebih dahulu: “Ayo melompat ke dalam air. Kamu dulu.”

  Bisa melakukan interaksi social yang menjadi kebiasaan: “Hai,” “Tolong”.

      Berkomentar terhadap benda dan kejadian yang sedang berlangsung: “Ada kambing.”

      Kosakatanya meningkat, anak sudah mampu menggunakan 300 sampai 1000 kata.

      Mengucapkan sajak sederhana dan menyanyikan lagu. 

      Mengucapkan perkataan yang jelas hamper setiap waktu.

      Mengucapkan frasa kata benda yang dikembangkan: “Anjing besar berwarna coklat.”

      Mengucapkan kata kerja dengan kata “sedang”, menggunakan pengulangan kata untuk bentuk jamak.

      Mengungkpkan kalimat negatif dengan menyelipkan kata “bukan” atau “tidak” sebelum kata benda atau kata kerja sederhana: “Bukan bajuku.”

      Menjawab pertanyaan mengenai benda atau kejadian yang dikenal anak: “Apa yang sedang kamu lakukan?”  “Apa ini” dan “Di mana?”

 

2.4 Langkah-langkah untuk membantu perkembangan bahasa anak

a.        Membaca.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang paling penting yang dapat dilakukan bersama anak setiap hari. Ketika orang tua membaca, tunjuklah gambar yang ada di buku dan sebutkan nama dari gambar tersebut keras-keras. Mintalah anak untuk menunjuk gambar yang sama dengan yang ada sebutkan tadi. Buatlah kegiatan membaca menjadi menyenangkan dan menarik bagi anak dan lakukanlah setiap hari.

b.      Berbicaralah mengenai kegiatan sederhana yang orang tua dan anak lakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana.

c.       Perkenalkan kata-kata baru pada anak setiap hari, dapat berupa nama-nama tanaman, nama hewan ataupun nama makanan yang disiapkan baginya.

d.      Cobalah untuk tidak menyelesaikan kalimat anak. Berikan kesempatan baginya untuk menemukan sendiri kata yang tepat yang ingin dia sampaikan.

e.       Berbicaralah pada anak setiap hari, dan pandanglah mereka ketika berbicara atau mendengarkan mereka. Biarkan mereka tahu bahwa mereka sangat penting.

Pengembangan bahasa di TK ialah usaha atau kegiatan mengembangkan kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan lingkungannya melalui bahasa.

            prinsip-prinsip  yang harus kita perhatikan saat pengembangkan bahasa anak TK sebagai berikut :

      Tiap anak diberi kesempatan yang sebaik-baiknya untuk mengembangkan bahasanya.

      Dalam memelihara ketertiban, spontanitas anak sebaiknya jangan ditekan dan sebaiknya disalurkan.

      Pendidikan bahasa hendaknya diberikan dalam suasana keakraban antara guru dengan murid.

      Bahan untuk mengembangkan bahasa anak, hendaknya memenuhi syarat-syarat seperti :

Ø  Di ambil dari lingkungan anak.

Ø  Sesuai dengan usia dan taraf perkembangan anak.

Ø  Mengandung unsur-unsur yang merangsang perkembangan intelegensi, fantasi, social dan moral.

 

2.5 Perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun

 

yang dimaksud mengacu pada definisi pengembangan bahasa yakni meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi,baik alat komunikasi dengan cara lisanmaupun tertulis. Menurut nurgiantoro [1999;9] pengembangan bahasa pada anak usia dini adalah untuk mengarahkan agar anak mampu menggunakan , mengekspresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata dengan kata lain, pengembangan bahasa lebih di arahkan agar anak dapat :

-                      Mengolah kata secara komprehensif

-                      Mengekspresikan kata-kata dalam bahasa tubuh yang bisa di pahami orang lain

-                      Mengerti setiap kata, mengartikan dan menyampaikan secara utuh kepada orang lain , dan berargumentasi meyakinkan orang melalui kata yang di ucapkan

Bahasa pada anak usia dini dapat berkembang dengan cepat jika anak memiliki kemampuan dan di dukung oleh lingkungan yang baik (novan ardy wiyani dan barnawi,2012:79) selanjutnya slamet suyanto (2005:74) menggemukakan bahwa perkembangan bahasa anak berlangsung sepanjang mental manusia aktip dan lingkungan untuk belajar. Pada usia 4 tahun perkembangan kosa kata anak mencapai 4000-6000 kata dan bicara dalam kalimat 5-6 kata.

Usia 5 tahun perbendaharaan kata terus bertambah mencapai 5000 sampai 8000 kata, kalimat yang di pakai pun semakin kompleks (carool seefelt & barbara wasik,2008:74)

Selanjutnya rosmala dewi (2005:17)juga mengatakan bahwa perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun sebagai berikut.

1.      Berbicara lancar dengan kalimat sederhana

2.      Menyebutkan sebanyak-banyaknya nama benda, binatang,tanaman yang mempunyai warna,bentuk, atau menurut ciri-ciri tertentu.

3.      Bercerita tentang kejadian di sekitarnya secara sederhana

4.      Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri(2-3 gambar)

5.      Bercerita tentang gambar yang di buat sendiri

6.      Mengikuti 1 sampai dengan 2 perintah sekaligus

7.      Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang di sediakan dalam bentuk lisan seperti : mamama mallu,marah, dsb

 

Berdasarkan uraian di atas dapat di tegaskan bahwa pengembangan bahsa anak usia 4-5 tahun merupakan perkembangan dalam mengembangkan kosakata, berbicara dan mendengarkan, sehingga anak mampu mengekspresikan kata-kata yang dapat di pahami oleh orang lain.

taman kanak-kanak atau pendidikan prasekolah merupakan wahana yang sangat penting dalam mengembangkan bahasa pada anak usia dini . dalam pembelajaran pengembangan bahasa pada ana usia dini, di butuhkan metode, media maupun pendekatan Yng tepat bagi anak , penggunaan metode gambar seri di harapkan dapat mengembangkan kemampuan berbicara lancar menggunakan kalimat sederhana dengan bahasa yang baik dan benar.

 

2.6 Media audio

 

Media audio untuk melatih mendengar anak adalah suatu kemampuan/keterampilan yang harus di pelajari lewat praktek oleh anak-anak , anak-anak memerlukan dorongan untuk mendengarkan dengan segala perhatian.

Media audio dapat untuk melatih penggunaan buku dalam bercerita

Untuk memberi semangat anak-anak agar menjadi pembaca adalah melakukan kegiatan bersama-sama anak untuk melihat, membaca dan menikmati buku.

 

2.7 Media visual

 

Media visual untuk melatih kemampuan berbicara sebelum anak bisa membaca, anak harus tahu dan menggunakan perbendaharaan kata-kata dasar yang baik. Cara terbaik untuk mendorong perkembangan bahasa anak adalah menyisikan waktu untuk berbicara dengan mereka, doronglah mereka untuk mengungkapkan pendapt, melontarkan pertanyaan dan mengambil keputusan.

1.      Bermain fantasi

Permainan yang melibatkan anak-anak membayangkan diri dalam peran atau situasi . permainan menggunakan visual yaitu

·         Bermain peran

Sering para ahli menggunakan boneka untuk anak-anak yang mempunyai masalah bicara atau komunikasi.

·         Permainan deskriptif

Untuk melatih anak murid berbicara dapat di lakukan permainan deskriptif yaitu permainan yang menuntut anak-anak untuk menguraikan benda. Mendorong mereka mencari-cari kata-kata dan membantu mereka berbicara dan berpikir lebih jelas .

 

2.8 Media Audio Visual

 

Media audio visual untuk melatih kemampuan berbicara

Media audio visual yang sering di gunakan adalah televisi dn film atau video. Media ini cukup kuat memberikan informasi , karena dapat menampilkan suara dan gambar secara bersamaan. Sehingga dengan demikian di harapkan pesan yang di terima anak pun anak lebih kuat terekam dalam ingatannya.

Yang selanjutnya akan membantu anak untuk berbicara menggungkapkan pesan-pesan yang di terimanya dengan baik.

Perkembangan bahasa dan televisi

Tidak di ragukan bahwa televisi dapat membantu memperkaya pembendaharaan kata-kata anak . untuk memanfaatkan televisi dengan sebaik-baiknya, cobalah nonton bersama anak dan bahas bersama-sama apa yang terlihat dalam tayangan televisi. Maka saat mengungkapkan nya melalui cerita atau bicara anak dapat melatih bahasa nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain.           

Pendidik perlu menerapkan ide-ide yang dimilikinya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, memberikan contoh penggunaan bahasa dengan benar, menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan berkomunikasi secara aktif. Anak terus perlu dilatih untuk berpikir dan menyelesaikan masalah melalui bahasa yang dimilikinya..

Adapun beberapa teori  tentang pengembangan bahasa  anak adalah:

v  Teori behaviorist

v  T eori Nativist

v  Teori Constructive

            Anak TK adalah individu yang mengalami suatu proses pertumbuhan dan perkembangan.

Fungsi perkembangan bahasa bagi anak TK

Menurut Depdiknas (2003 : 105) fungsi pengembangan bahasa bagi anak TK adalah :

q   Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan.

q   Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak.

q  Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak.

q  Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain.

 

Saran

Penulis menyadari dalam pembuatan makalan ini penulis banyak menemukan kesulitan dan kemampuan penulis juga terbatasa, untuk itu penulis meminta kritik san saran yang membangan, semoga makalah ini bermaanfaat untuk kita semua.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

                                              

Siti Aisyah dkk. (2007) Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sujiono, Yuliani Nurani. (2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Depdiknas. 2004. Standar Kompetensi Guru, (Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah), Jakarta

Usman dkk,.. Menjadi Guru Profesional. (Remaja Rosdakarya), Bandung 2005. 

Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Usaha Nasional), Surabaya 1994,Bunga mercy wely (Blogger)

 

 

                                                  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS PERMAINAN DAN PERLENGKAPAN AKTIFITAS DI LUAR KELAS

STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

MENCIPTAKAN ALAT BERMAIN