ALAT BERMAIN
MAKALAH ALAT BERMAIN
Bermain Dan Permainan PAUD
Dosen Pembimbing
Dra. Hotma Sumeriwati,M.Pds
Di Susun Oleh
BUNGA MERCY WELY
BUNGA MERCY WELY
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
AL-AZHAR DINIYYAH JAMBI 2017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta
alam. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini.Makalah ini berisikan tentang ALAT BERMAIN. Kami menyadari makalah yang
dibuat ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran
yang bersifat membangun terhadap makalah ini, kami sangat berterima kasih.
Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat berguna untuk kita semua. Amin.
Jambi, November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL...................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang........................................................................... 1
1.2
Rumusan masalah...................................................................... 2
1.3 Tujuan........................................................................................ 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Jenis alat
bermain....................................................................... 4
2.2
Material
peralatan bermain......................................................... 5
2.3 Memilih
peralatan bermain......................................................... 6
2.4
Alat permainan edukatif (APE)................................................. 7
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................. 8
3.2 Saran............................................................................................ 8
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang masalah
Dunia bermain adalah dunia yang
penuh warna dan menyenangkan. Para pelaku permainan akan merasa terhibur dan
senang dengan melakukannya. Dari kata “bermain” saja sudah menunjukan bahwa
kegiatan ini berdampak memberikan penyegaran pikiran dari berbagai aktifivitas
yang menjenuhkan. Bagi anak-anak, bermain memiliki peranan yang sangat penting.
Beberapa pakar psikologi berpendapat bahwa kegiatan bermain dapat menjadi
sarana untuk perkembangan anak. Dengan melakukan permainan, anak-anak akan
terlatih secara fisik. Dengan demikian kemampuan kognitif dan sosialnyapun akan
berkembang. Singkatnya, permainan dimasa kecil akan mempengaruhi pertumbuhan
fisik dan perkembangan jiwa anak kelak. Suhendi (2001:8) yang menjelaskan
bahwa Setiap diri manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa terdapat
hasrat untuk bermain. Seperti halnya kebutuhan bersosialisasi dan berkelompok,
bermain merupakan hasrat yang mendasar pada diri manusia…Anak-anak ingin
bermain karena saat itulah mereka mendapatkan berbagai pengalaman lewat bermain
melalui eksplorasi alam d sekitarnya. Dari kegiatan tersebut, mereka dapat
mengenal alam dan teman sepermainan dalam suasana yang menyenangkan. Sementara
orang dewasa membutuhkan permainan sebagai sarana relaksasi dan menghibur diri.
Dari pernyataan diatas, kita mengakui bahwa melalui
kegiatan bermain berbagai kompetensi bidang pengembangan dapat diperoleh
khusunya untuk anak usia dini Kompetensi tersebut merupakan dasar pengembangan
potensi anak kelak dikemudian hari. Pemilihan permainan yang berupa game-game
menarik dan kreatif sangat menentukan pencapaian kompetensi-kompetensi diatas.
Guru sebagai kreator, pemimpin dan pembimbing permainan di lembaga PAUD/RA/TK
harus jeli dan kreatif mengoptimalkan permainan di sekolah agar bidang
pengembangan dan kecerdasan anak dapat dioptimalkan.
Diperlukan wawasan yang luas bagi guru untuk terus
menggali kemampuannya dalam memilih permainan yang kreatif, inovatif, tepat
sasaran, sarat makna dan harus tetap menyenangkan. Inilah yang menjadi
masalah besar bagi guru-guru. Kurangnya informasi tambahan pengetahuan baik
secara teori maupun praktek, terbatasnya kompetensi yang dimiliki guru sebagai
akibat dari latar belakang pendidikan yang dimiliki guru merupakan penyebab
kurangnya kreatifitas guru dalam mengajar dengan menggunakan metoda
permainan.
Berdasarkan kenyataan diatas, maka penulis tertarik
untuk mengkaji mengenai metoda pembelajaran melalui permainan di lembaga
PAUD/RA/TK sebagai usaha untuk memaksimalkan tugas perkembangan anak usia dini.
Manfaat yang diperoleh guru setelah memahami tentang metode permainan ini
adalah guru dapat menerapkan strategi belajar baik di dalam maupun kegiatan di
luar kelas disesuaikan dengan tujuan bidang perkembangan anak. Diharapkan guru
dapat lebih semangat untuk menambah ilmu baik secara teori maupun praktek.
Usaha tersebut dapat diperoleh dari berbagai kegiatan baik yang berupa seminar,
workshop maupun diklat. Kajian ini diberi judul metoda permainan dalam
pembelajaran anak usia dini . Istilah Anak Usia Dini pada kajian ini dibatasi
pada usia sekolah awal (PAUD/RA/TK) atau usia 4-6 tahun. Adapun rumusan
masalahnya adalah Bagaimana metode permainan dalam pembelajaran
Anak Usia Dini dilakukan?
1.2 Rumusan Masalah
a.
Apa saja jenis alat bermain?
b. Apa saja
material peralatan bermain?
c.
Apa yang harus di pilih peralatan bermain?
d. Apa saja alat
permainan edukatif (APE)?
1.3 Tujuan
a. Menjelaskan jenis alat bermain
b.
Menjelaskan material peralatan bermain
c.
Menjelaskan harus di pilih peralatan bermain
d.
Menjelaskan alat permainan edukatif (APE)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jenis
Alat Permainan
Alat permainan yang baik adalah yang sesuai dengan
usia perkembangan anak dan membantu perkembangan motorik kasar dan halus,
koordinasi mata-tangan, emosional, sosial, daya imajinasi, serta kemampuan
kognitif dan bahasa si buah hati. Berikut ini adalah jenis alat permainan
berdasarkan fungsinya dalam perkembangan batita seperti ditulis di dalam
buku Buku Pintar Mengasuh Batita.
1. Alat permainan yang membantu perkembangan motorik
kasar
Rangsang pertumbuhan motoriknya dengan berlari, memanjat, lompat, melempar
bola, menari, ataupun naik sepeda. Berikan dukungan dan kesempatan anak untuk
bermain, baik di dalam maupun di luar rumah, karena semua kegiatan ini membantu
meningkatkan kemampuan motorik kasarnya.
Alat permainan yang sesuai untuk membantu perkembangan motorik anak adalah
mainan yang dapat ditarik dan didorong, mobil-mobilan/motor-motoran, sepeda,
perosotan, ayunan, dan bola.
2. Alat permainan yang membantu perkembangan motorik
halus dan koordinasi mata-tangan
Banyak alat permainan yang dapat melatih anak untuk meningkatkan
kemampuan motorik halus dan koordinasi mata-tangan seperti puzzle
(teka-teki gambar), balok konstruksi, menyusun gelas, memasukkan dan melepas
sesuai bentuk (shape shorter), mengurutkan bentuk, membentuk
lilin/malam, bermain dengan pensil/krayon atau mewarnai, permainan papan
aktivitas, mainan alat musik seperti keyboard, dll.
3. Alat permainan yang membantuk perkembangan sosial
dan emosional
Semua mainan yang dapat dimainkan bersama/dibagi dengan teman. Sesuai
usianya sekarang ini anak biasanya senang bermain sendiri atau bermain di dekat
anak lain walaupun tetap bermain sendiri-sendiri. anda dapat melihat anak akan
bermain mengikuti pola anak lain, sehingga mereka seolah-olah memainkan satu permainan
padahal sedang bermain sendiri-sendiri.
Ajarkan anak untuk berbagi mainan dengan anak lain sehingga kemampuan
sosialnya terasah dan dia juga belajar menunggu giliran bermain.
2.2 Material peralatan bermain
Material dan Alat permainan sesuai dengan
Perkembangan Anak
- Bahan dan peralatan bermain bagi pengembangan motorik anak.
Sebaiknya sekolah memiliki tempat
atau ruang khusus untuk aktivitas motorik anak. Sebaiknya anak diberikan ruang
untuk melatih gerakan otot kasarnya (seluncuran, besi-besi panjatan, ayunan,
arena sepeda, dll). Peralatan bermain yang beroda sebaiknya dapat
digunakan oleh anak untuk mengembangkan aspek sosialnya. Anak bisa bermain
bersama, bergantian, sehingga interaksi social dapat terjalin diantara mereka.
- Bahan dan peralatan bermain bagi perkembangan kognitif anak.
Kemampuan kognitif yang dapat
dikembangkan melalui kegiatan bermain: Kemampuan mengenal, mengingat, berpikir
konvergen, divergen, dan member penilaian. Kegiatan bermain dilakukan dengan
cara mengamati dan mendengar.Bahan atau peralatan yang dibutuhkan hendaknya
membantu dalm perkembangan anak dalam mengamati dan mendengarkan. Contohnya:
Papan pasak kecil,menara gelang, balok ukur, dll
- Bahan dan peralatan bermain bagi pengembangan kreativitas anak.
Bermain dapat meningkatkan
kreativitas anak. Kreativitas bagi anak-anak adalah suatu permainan. Anak-anak
mampu membuat apa saja yang mengasyikan untuk menjadi permainan yang
mengasyikan dirinya. Anak anak tidak terbelenggu oleh berbagai tabu, gengsi,
dan aturan seperti permainan orang dewasa. Kreativitas adalah karakter standar
yang dimiliki setiap orang sebagai suatu karunia Allah S W T, dan menjadikan
manusia memiliki kelebihan dari mahlik Allah yang lainnya. Kreativitas harus
terus distimulus agar dapat berkembang dengan baik. Permaina yang dilakukan
bersama anak anak di sekolah sebaiknya perminan yang menantang kreatifitas anak
secara maksimal.
Peralatan bermain dan
permainan yang dilakukan sebaiknya dapat digunakan secara bersama atau permainan
dapat dilakukan bersama agara memperoleh makna, diantaranya adalah:
- Setiap perbuatan yang dilakukan dalam interaksi dengan anak lain itu ada dampaknya
- Setiap tingkah laku sosial yang positif yang dapat diterima anak lain
- Setiap anak akan dapat melkukan keinginannya asal dilaksanakan secara secara wajar
- Setiap anak dapat menuntut haknya dengan cara yang dapat diterima anak lain
- Setiap anak dapat mengekspresikan perasaannya bila dilaksanakan dengan cara yang dapat diterima anak lain.
2.3 Memilih peralatan bermain
Selain permainan yang dapat dilaksanakan tanpa
bantuan alat, permainan juga dapat dilakukan dengan alat bantu alat permainan.
Beberapa aspek yang perlu
diperhatikan dalam memilih bahan
dan peralatan belajar dan bermain
anak yaitu:
- Pilih alat atau bahan yang mengundang perhatian anak, Alat dan bahan dapat memuaskan kebutuhan anak, menarik minat dan menyentuh perasaan mereka baik dari warna, jenis, bentuk, ukuran atau berat. Jenis dan bentuk alat belajar juga akan berpengaruh terhadap perkembangan belajar anak. Oleh karena itu pilih yang bobotnya tidak terlalu berat sehingga anak mudah memindah-mindahkannya, kecuali memang peralatan tersebut dirancang khusus untuk tidak dipindah, digeser atau dibawa oleh anak.
- Pilih bahan yang mencerminkan karakteristik tingkat usia anak. Dalam mencari alat permainan kita harus mempelajari perkembangan dan ciri-ciri belajar anak sebagaimana karakteristik anak.
- Pilih alat atau bahan yang memiliki unsur multiguna. Alat dan bahan mainan ini dapat memenuhi bermacam-macam tujuan pengembangan atau jika memungkinkan seluruh aspek perkembangan anak dan dapat dipergunakan secara fleksibel dan serba guna. Misalnya ketika anak bermain dengan balok ia akan berfikir untuk membangun sesuatu dari balok (kognitif) membolak-balik/mengeksploras balok tersebut (motorik halus) membuat bangunan baru/aneh (kreatif) atau kerjasama dengan temannya untuk menyusun balok (sosial).
- Alat permainan sebaiknya beraneka macam sehingga anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainan.
- Pilih bahan yang dapat memperluas kesempatan anak untuk menggunakannya dengan bermacam cara. Tingkat kesulitan sebaiknya disesuaikan dengan rentang usia anak.
- Peralatan mainan tidak terlalu rapuh
- Pilih bahan yang tidak membedakan jenis kelamin dan tidak meniru-niru. Sebaiknya alat atau bahan yang dipilih tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Pada anak usia dini perlu diperkenalkan berbagai peran dan hal.
- Pilih alat dan bahan yang sesuai dengan filsafat dan nafas pendidikan. Alat dan bahan ini sering disebut dengan APE (Alat Permainan Edukatif) untuk mendapatkan dapat berkonsultasi dengan seorang ahli baik , ahli mainan, pendidik anak psikolog atau perawat anak yang profesional.
2.4 Alat Permainan Edukatif (APE)
Alat
Permainan Edukatif (APE) adalah sarana untuk merangsang anak dalam mempelajari
sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik menggunakan teknologi moderen,
konvensional maupun tradisional. Latar belakang dibuatnya APE adalah sebagai
upaya merangsang kemampuan fisik motorik anak (aspek psikomotor), kemampuan
sosial emosional (aspek afektif) serta kemampuan kecerdasan (kognisi).
Prinsip-prinsip APE merupakan prinsip produktifitas, kreatifitas,
aktifitas, efektif dan efisien, serta menarik dan menyenangkan. Dari sudut
pandang materinya, APE harus mampu mengembangkan daya pikir (kognisi), daya
cepat, aspek bahasa, motorik dan ketrampilan. Melalui alat yang digunakan
sebagai sarana bermain,sehingga anak diharapkan mampu mengembangkan fungsi
intelegensinya, emosi dan spiritual sehingga muncul kecerdasan yang melejit.
Alat permainan yang baik
diharapkan mampu menjadi sarana yang dapat mendorong anak bermain bersama,
mengembangkan daya fantasi, multi fungsi, menarik, berukuran besar dan awet,
tidak membahayakan, disesuaikan dengan kebutuhan, desain mudah dan sedrhana,
serta bahan-bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh.
Pembuatan APE yang baik mampu
mengembangkan totalitas kepribadian anak, bukan karena kebagusannya, tetapi karena
aspek kreatifitasnya, sehingga mampu menjadi sarana bermain yang aktif,
menarik, menyenangkan dan bermanfaat.
Beberapa fungsi APE antara lain :
1. Mengajar menjadi lebih mudah dan cepat diterima anak
2. Melatih konsentrasi anak
3. Mampu mengatasi keterbatasan waktu dan tempat
4. Membangkitkan emosi
5. Menambah daya ingat
6. Menjamin atmosfir
pembelajaran yang kondusif
Contoh Alat
Permainan Edukatif (APE)
I.
Jongki (Alat Tumpuk Tradisional)
-
Bahan-Bahan dan Alat
1. Balok ringan 4x4 sepanjang 50 cm
2. Patahan gagang sapu kayu
3. Paku
4. Kertas pasir
5. Rotan
6. Papan
7. Bambu
-
Cara Pembuatannya
Balok di bentuk menjadi jengki, kemudian patahan gagang sapu kayu dikecilkan
menjadi penumbuk, papan digunakan sebagai alas jongki, rotan digunakan sebagai
penggerak jongki yang disampingnya di beri paku, kemudian jongki ini di
haluskan dengan menggunakan kertas pasir. Bambu yang masih utuh di potong
setinggi 5 cm untuk digunakan sebagai lesung.
II.
Pancingan Ikan Dari Bambu
-
Bahan-bahan dan alat
1.
Bambu
2.
Ring bawot
3.
Triplek
4.
Besi berani
5.
Lem setan
6.
Pewarna / cat
7.
Benang pancing
8.
Kertas pasir
-
Cara Pembuatannya
1.
Bambu dipotong sepanjang + 1 meter lalu
di raut dan di jadikan pancingan dengan diberikan tali pancing dan ujungnya
diberi besiberani yang dilengketkan dengan lem setan.
2.
Triplek di gambar bentuk ikan dan di potong
sehingga membentuk ikan lalu di gosok dengan kertas pasir dan kemudian dicat
sesuai warna kesukaan. Mata ikan diberi reng bawot agar pada saat di pancing
lengket dengan besi berani.
III
Jari-Jari Berkata
-
Bahan-bahan dan alat
1.
Triplek
2.
Spidol
3.
Gergaji ukir
4.
Perekat/besi
5.
Kertas pasir
-
Cara pembuatannya
Triplek di gambar bentuk
tangan lalu di potong dengan gergaji ukir, lalu di gosok licin dengan kertas
pasir, kemudian ujung-ujung jari di bolongkan agar bias dimasuikkan
kata-kata yang terbuat dari triplek yang dipotong 2x5 cm dan di gunakan sebagai
penghubung antara jari dan kata-kata tersebut.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Metode pembelajaran melalui
permainan memberikan dampak positif terhadap kecerdasan anak.
Proses pembelajaran melalui permainan dalam mengoptimalkan kecerdasan
anak perlu dikelola dengan sebaik baiknya. Misalnya:
- Perencanaan dilakukan jauh hari sebelum program tahun ajaran baru berjalan secara bersama-sama dengan pihak yang terkait.
- Kondisi kelas/lapangan/tempat dilaksanakannya permainan yang kondusif
- Kesiapan guru dalam memimpin dan memandu permainan harus benar-benar diperhatikan,
- Tujuan permainan harus difahami secara mendalam
- Merumuskan alternatif kegiatan pembelajaran jika terjadi hambatan dari berbagai pihak atau peristiwa yang tidak terduga.
- Persiapan alat bantu untuk mendukung permainan.
Pengelolaan metoda pembelajaran melalui permainan yang baik dapat meminimalisir
hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi pada saat pelaksanaan pembelajaran.
Pengelolaan pembelajaran melalui permainan yang dimaksud adalah:
- Penentuan siapa pelaksana/yang memimpin pembelajaran
- Pengelolaan waktu permainan yang tepat
- Penggunaan alat bantu permainan yang tepat, mudah, murah, dan aman
- Penginformasian petunjuk permainan yang jelas pada anak-anak sesuai dengan pemahaman bahasa yang mereka miliki
- Penyiapan instrumen penilaian observasi yang dilakukan oleh guru pendamping, agar ketercapaian bidang pengembangan dapat langsung diamati dan dinilai sebagai bahan evaluasi.
Saran
Mengingat manfaat yang diperoleh
sangat besar jika pembelajaran melalui permainan ini dilaksanakan, maka penulis
menyarankan agar seluruh pihak yang terkait dapat mendukung pelaksanaan
pembelajaran melalui permainan. Kepala Sekolah dan Guru berperan aktif untuk
selalu mencari pengetahuan baru baik secara teori maupun praktek melalui
berbagai kegiatan, workshop atau diklat. Faktor terbesar yang mempengaruhi
kelancara pelaksanaan metode pembelajaran melalui permainan adalah adanya
kemauan dari guru untuk mencoba berbagai jenis permainan serta gali terus
kreatifitasnya.
Daftar Pustaka
Anwar, A. (2007). Pendidikan Anak
Usia Dini. Bandung: Alfabeta.
Depdiknas, (2005) Pedoman
Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat PADU PLSP.
Masitoh, dkk. (2007) Strategi
Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka :Menciptakan Kelas Yang
Berpusat Pada Anak. CRI: Children’s Resources International, Inc.

Komentar
Posting Komentar