Rindu dan kenangan
Aku pemilik rindu
Ratusan hari telah menyelimuti hatiku
Menunggu mu menjadikan aku seorang wanita tangguh walau ku tak tahu pada akhirnya nanti kau akan kembali atau tidak sama sekali.
Bagi ku mencintaimu dalam diam namun hiruk dalam doa memang menyenangkan walau acap kali hati dan logika beradu
Rindu
Tahu kemana ia akan berlabuh tanpa harus ku arahkan...
Kau tahu apa yang paling ku rindu kan
Membuat kan kau kopi saat kau kerumah ku dengan membawah rindu mu.
Kini kau hilang bak di telan bumi
Tak ku temui lagi dirimu bahkan jejak mu tak tampak lagi di mata ku.
Entah apa yang membuat kita memilih untuk berpisah padahal bertahan adalah cara kita bersama
Sejak hari itu
Sejak kepergian mu hatiku belum bisa di gempur oleh laki-laki manapun
Aku masih saja sendiri
Menunggu mu kembali
Tapi kau tak jua kembali.
Aku tak pernah tahu isi di hatimu
Kau tak pernah memberi tahu nya dan kau tak pernah mencariku
Mungkin kah aku masih ada di hatimu? Atau hanya kau saja yang masih ada di hatiku? Semua masih menimbulkan tanya tanpa ada jawaban.
Jika pada saat nya nanti ku temukan dirimu bahagia dan bukan aku yang membuat mu bahagia tapi orang lain.
Ku harap
TUHAN membaik-baik kan hati ku untuk tetap kuat memandangmu bersama orang lain.
Jika kau tahu selama ini aku tak bisa mematikkan mu dari setiap sendi yang ada di tubuh ku seberusaha apapun aku mematikan mu kau tetap hidup.
Yang membuat ku sulit melupakan bukan kamu bukan orang nya tapi kenangannya.
Dan setiap kali kenangan itu datang menegurku aku tak kuasa membendung genangan di ujung mataku lalu hatiku berbisik kenangan tercipta bukan untuk selalu kau kenang bila ia datang jangan di tepis karena ia akan semakin mendekat.
Jangan pernah belajar melupakan kenangan tapi belajarlah membuat kenangan sebagai pelajaran yang berharga.
paragraf terakhir sih👀
BalasHapus