Menunggu sesuatu yang entah kapan akan kembali
Lebih dari 5 bulan berlalu
Kau meninggalkan ku tanpa memberi kabar sedikitpun
Aku yang terus menunggu mu kembali tanpa henti juga ikut serta mendoa kan agar Tuhan bisa melembutkan hati mu.
Aku dengan sebuah kebisuan dengan sebuah penantian yang tak ada akhir ini.
Kau tau semua ini membuat ku tersiksa
Seolah jalan di tempat. Tidak maju tidak pula mundur namun hanya di tempat itu saja lelah ia.
Jika kau tak bisa kembali coba lah untuk mengabari ku sekali lagi agar aku tak berharap banyak pada mu.
Aku tak ingin selalu hidup di bayang-bayang masalalu.
Jika kau tak mencintai ku lagi tolong kata kan.
Biar aku tahu bagaimana cara nya berjalan mundur.
Aku yang terasa sangat sulit membuka hati ku untuk orang lain menyudutkan ku melakukan hal yang justru menyakiti perasaan orang lain.
Pernah suatu hari ku coba memasukkan orang lain ke hati ku. Namun aku semakin merasa tersiksa hati batin pikiran semua beradu.
Dan pada akhirnya aku mengaku kalah
Aku tak bisa mencintai orang lain selain dirimu.
Miris memang perasaan yang bertepuk sebelah tangan ini berjalan dengan satu kaki hingga berjuang dengan ribuan kali terjatuh.
Bodoh memang terdengar
Tapi mencintai tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Biar berapa kali pun aku di sakiti tapi rasa cinta yang tulus di hati ini malah membungkusnya dengan rapi hingga rasa sakit yang di beri pun tak ada rasa sama sekali.
Apakah cinta seperti itu atau hanya cinta ku saja yang seperti itu.
Apapun yang di takdirkan Tuhan nanti ku harap yang terbaik.
Jika ia tak jua kembali selamanya ku harap hati ini akan mengerti kalau aku dan kamu tidak lah berjodoh semoga hati bisa tersenyum kembali saat ia benar-benar menemukan tempat di mana sebenarnya ia harus tinggal.
Komentar
Posting Komentar