Sosok Terang Dalam Kegelapan
Saat dia pergi meninggal kan aku.
Saat aku tanpa tawa nya, saat aku tanpa diri nya.
Apa aku boleh menangis dan berteriak.
Apa sepenuh nya kesalahan ini ada pada diriku?
Dan ini lah yang terjadi di dalam hidup ku.
Aku dan kekasih ku sudah menjalin hubungan lebih dari 1 tahun . Memang benar awal nya kami berdua tidak lah berkomitmen untuk bersama tapi dengan seiring berjalan nya waktu dan sering nya bertemu kami berdua memutus kan untuk bersama.
Panggil saja nama saya PUtRi dan kekasih ku PUTRA.
Aku memiliki kisah masalalu yang tak seindah yang aku bayangkan.
Pergaulan bebas yang menjerumuskan aku dalam negatif nya kehidupan remaja saat aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pacaran yang tidak terlalu sehat membuat aku terlena dengan keindahan dunia.
Aku selalu menutupi semua itu dari orang-orang yang ku temui di masa depan.
Putra bagi ku adalah seorang laki-laki polos yang baik walau agak terkesan cuek dan selalu memiliki sikap tertutup.
Beberapa tahun lalu aku menggenal nya ..
Mungkin dia memiliki masa lalu yang tidak terlalu suram walau pun ia seorang santri dia mengerti pacaran dia memiliki beberapa wanita yang pernah mengisi masa lalu nya
Entah kenapa putra di pertemukan dengan wanita seperti aku.
Aku jahat
Kepolosan putra bagaikan kain putih yang tak bernoda
Ingin ku lumuri tinta hitam .
Kehidupan terus berlanjut tak ragu aku mengajarkan putra dengan cara ku mencari kesenangan dunia sehingga putra tergoda dan terlena dengan bujuk rayu ku.
Jahat nya aku.
Beberapa bulan lalu putra tersadar akan dosa yang iya perbuat.
Aku awal nya tak menghirau kan hal itu.
Kalau saja dulu aku mengubar aurat ku tanpa menutupi nya dengan rasa malu. Tapi putra selalu mengajarkan aku dengan hal baik.
Putra kembali mengingat kan aku kepada Tuhan ku sendiri yang telah ku lupakan selama beberapa tahun waktu remaja ku tiba.
Dia mengajar kan aku menjadi wanita yang berakhlak mulia. Saat itu aku resmi memutus kan untuk berhijab . Dulu hujab adalah hal yang tidak aku suka. Setiap hari jum'at di sekolah aku tak pernah memakai jilbab. Aku hanya membawa selendang lalu setelah acara yasinan selesai aku masukkan jilbab itu ke dalam tas.
Aku menolak tawaran ibu ku untuk melanjut kan kulia di salah satu universitas yang mewajib kan mahasiswa nya memakai jilbab. Aku menolak itu dengan alasan tidak mau memakai jilbab. AStafirullah betapa keji nya aku dulu ya Allah. Ampun kan lah.
KAlau saja aku mengenal putra lebih dulu mungkin diri ini akan terselamat kan. Sekarang Putra meragu kan diri ku. Putra sangat kecewa dengan kebenaran masa lalu ku. Aku sangat mengerti perasaan putra. Kalau pun aku di posisi nya mungkin aku juga akan kecewa. diri putra sudah terbentuk dengan nilai agama jadi seperti apa pun aku membuat nya terlena ia akan tetap kembali ke asal nya yaitu dengan Tuhan dan dengan ilmu agama yang bertahun-tahun bersama nya.
Putra mengajarkan aku sholat. Putra memberi kan tasbih nya agar aku berzikir di sepanjang hidup ku. Putra memberi kan kado sajadah merah jambu yang selalu membuat ku bersemangat dalam mengerjakan sholat. Putra tidak lah menyukai aku bersikap manja. Dia selalu mengingat kan aku di saat salah dan dia selalu memarahi aku ketika aku khilaf.
Tapi setelah semua masa lalu ku terungkap. Masih kah putra seperti itu. Masih kah putra di samping ku. Masih kah putra mencintai aku karena Allah. Atau putra akan meninggal kan aku. Ya Allah jika hamba tak pantas berdoa dan meminta sesuatu pada Mu karena hamba seorang pendosa. Tapi dengar kan lah untuk kali ini. Jangan biar kan putra meninggal ku sendiri di dunia ini.. karena sungguh diri ini ingin menjadi pribadi yang baik.
Bagi ku Putra adalah sosok terang yang hadir dalam hidup ku yang gelap. Putra membawa kan lilin di kesunyian malam saat aku sendirian.
Saat aku tanpa tawa nya, saat aku tanpa diri nya.
Apa aku boleh menangis dan berteriak.
Apa sepenuh nya kesalahan ini ada pada diriku?
Dan ini lah yang terjadi di dalam hidup ku.
Aku dan kekasih ku sudah menjalin hubungan lebih dari 1 tahun . Memang benar awal nya kami berdua tidak lah berkomitmen untuk bersama tapi dengan seiring berjalan nya waktu dan sering nya bertemu kami berdua memutus kan untuk bersama.
Panggil saja nama saya PUtRi dan kekasih ku PUTRA.
Aku memiliki kisah masalalu yang tak seindah yang aku bayangkan.
Pergaulan bebas yang menjerumuskan aku dalam negatif nya kehidupan remaja saat aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pacaran yang tidak terlalu sehat membuat aku terlena dengan keindahan dunia.
Aku selalu menutupi semua itu dari orang-orang yang ku temui di masa depan.
Putra bagi ku adalah seorang laki-laki polos yang baik walau agak terkesan cuek dan selalu memiliki sikap tertutup.
Beberapa tahun lalu aku menggenal nya ..
Mungkin dia memiliki masa lalu yang tidak terlalu suram walau pun ia seorang santri dia mengerti pacaran dia memiliki beberapa wanita yang pernah mengisi masa lalu nya
Entah kenapa putra di pertemukan dengan wanita seperti aku.
Aku jahat
Kepolosan putra bagaikan kain putih yang tak bernoda
Ingin ku lumuri tinta hitam .
Kehidupan terus berlanjut tak ragu aku mengajarkan putra dengan cara ku mencari kesenangan dunia sehingga putra tergoda dan terlena dengan bujuk rayu ku.
Jahat nya aku.
Beberapa bulan lalu putra tersadar akan dosa yang iya perbuat.
Aku awal nya tak menghirau kan hal itu.
Kalau saja dulu aku mengubar aurat ku tanpa menutupi nya dengan rasa malu. Tapi putra selalu mengajarkan aku dengan hal baik.
Putra kembali mengingat kan aku kepada Tuhan ku sendiri yang telah ku lupakan selama beberapa tahun waktu remaja ku tiba.
Dia mengajar kan aku menjadi wanita yang berakhlak mulia. Saat itu aku resmi memutus kan untuk berhijab . Dulu hujab adalah hal yang tidak aku suka. Setiap hari jum'at di sekolah aku tak pernah memakai jilbab. Aku hanya membawa selendang lalu setelah acara yasinan selesai aku masukkan jilbab itu ke dalam tas.
Aku menolak tawaran ibu ku untuk melanjut kan kulia di salah satu universitas yang mewajib kan mahasiswa nya memakai jilbab. Aku menolak itu dengan alasan tidak mau memakai jilbab. AStafirullah betapa keji nya aku dulu ya Allah. Ampun kan lah.
KAlau saja aku mengenal putra lebih dulu mungkin diri ini akan terselamat kan. Sekarang Putra meragu kan diri ku. Putra sangat kecewa dengan kebenaran masa lalu ku. Aku sangat mengerti perasaan putra. Kalau pun aku di posisi nya mungkin aku juga akan kecewa. diri putra sudah terbentuk dengan nilai agama jadi seperti apa pun aku membuat nya terlena ia akan tetap kembali ke asal nya yaitu dengan Tuhan dan dengan ilmu agama yang bertahun-tahun bersama nya.
Putra mengajarkan aku sholat. Putra memberi kan tasbih nya agar aku berzikir di sepanjang hidup ku. Putra memberi kan kado sajadah merah jambu yang selalu membuat ku bersemangat dalam mengerjakan sholat. Putra tidak lah menyukai aku bersikap manja. Dia selalu mengingat kan aku di saat salah dan dia selalu memarahi aku ketika aku khilaf.
Tapi setelah semua masa lalu ku terungkap. Masih kah putra seperti itu. Masih kah putra di samping ku. Masih kah putra mencintai aku karena Allah. Atau putra akan meninggal kan aku. Ya Allah jika hamba tak pantas berdoa dan meminta sesuatu pada Mu karena hamba seorang pendosa. Tapi dengar kan lah untuk kali ini. Jangan biar kan putra meninggal ku sendiri di dunia ini.. karena sungguh diri ini ingin menjadi pribadi yang baik.
Bagi ku Putra adalah sosok terang yang hadir dalam hidup ku yang gelap. Putra membawa kan lilin di kesunyian malam saat aku sendirian.
Komentar
Posting Komentar